Nasional
Panglima TNI: Jadilah Seorang Pemimpin, Bukan Seorang Bos
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 25 Jul 2016 11:27
MAGELANG - Asahlah hati untuk bagaimana memimpin anggota dan satuan dengan baik, menyentuh, menyelami, mengetahui dan memahami kehidupan prajurit serta tingkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap anggota guna mengetahui permasalahan yang dihadapi anak buah. Jadilah kalian seorang pemimpin, bukan seorang bos.
Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 420 Capaja (Calon Perwira
Remaja) TNI Tahun 2016, di Gedung Lily Rochly, Akmil, Magelang, Minggu
(24/7/2016).
Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, tantangan yang akan
dihadapi bangsa Indonesia kedepan tidaklah ringan, hal tersebut antara
lain dilatar belakangi oleh perkembangan lingkungan strategis serta
beberapa permasalahan global, mulai dari pesatnya peningkatan populasi
penduduk dunia, menipisnya energi, kelangkaan pangan dan air.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwasanya konflik-konflik di
dunia lebih dari 70% berlatar belakang perebutan energi fosil, jika saat
ini lokasi konflik dunia berasal di Timur Tengah atau yang kita kenal
dengan sebutan Arab Spring, maka ke depan konflik dunia akan bergeser ke
arah negara-negara dunia kaya akan sumber daya alam yang berada di
equator, termasuk Indonesia. "Itulah ancaman nyata terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Disisi lain, Panglima TNI juga mengatakan bahwa ancaman nyata bangsa
Indonesia saat ini adalah penyalahgunaan narkoba dan merupakan salah
satu bentuk proxy war. "Berdasarkan data tahun 2016, bahwa 5,1 juta
penduduk Indonesia menyalahgunakan narkoba, hal ini akan melemahkan
generasi muda bangsa sehingga tidak berkualitas (lost generation),"
ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa sebagai calon
pemimpin TNI di masa depan, dituntut sebagai pemimpin yang handal,
disamping itu juga harus memiliki peran sebagi komandan, orang tua,
teman, guru dan pelatih. "Pemimpin lapangan harus selalu dekat dengan
anak buah, sehingga tahu apa yang menjadi permasalahan anggota di
satuan," ujarnya.
"Jadikan kehadiran kalian sebagai solusi, bukan beban selama bertugas
serta buatlah hal-hal yang menyenangkan dan damai di satuan
masing-masing, dengan membangun jiwa korsa yang positif, dan bentuk
anggotamu menjadi prajurit tangguh yang berkarakter jati diri TNI,
pandai, terampil, memiliki fisik prima, pemberani dan pantang menyerah,"
kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menegaskan bahwasanya
profesi TNI adalah profesi mulia, setiap prajurit TNI adalah prajurit
yang bermoral dan bermartabat, prajurit yang mempunyai dedikasi tinggi
terhadap profesinya serta prajurit yang rendah hati serta tidak arogan
dan mencintai rakyat.
Terkait tentang kemimpinan, Panglima TNI kembali mengatakan agar para
Capaja TNI berani bermimpi, meraih mimpi dan mimpi menjadi pemimpin
bangsa. "Kenapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin, karena mereka
tidak bertindak dan berlaku sebagai pemimpin, melainkan berlaku seperti
bos," ujarnya.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seorang bos memperkerjakan
bawahannya sedangkan pemimpin mengilhami bawahannya; bos mengandalkan
kekuasaanya, pemimpin mengandalkan kemauan baik; bos menimbulkan
ketakutan, pemimpin memancarkan kasih sayang; bos mengatakan 'aku',
pemimpin mengatakan 'kita'; bos menunjuk siapa yang salah, pemimpin
menunjukkan apa yang salah; bos tahu bagaimana sesuatu dikerjakan,
seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya; bos menuntut rasa
hormat, pemimpin membangkitkan rasa hormat dan bos mengatakan "pergi",
seorang pemimpin mengatakan "mari kita pergi. "Maka jadilah kalian
seorang pemimpin, bukan seorang bos", katanya.
Mengakhiri pembekalannya, Panglima TNI menegaskan selesaikan tugas dan
kepercayaan yang telah diberikan baik dari Negara, Pemerintah, Panglima
atau Komandanmu, walaupun tidak menjadi yang terbaik, tapi selesaikan
dengan akhir yang baik dan membanggakan, berbuatlah terbaik, berani,
tulus dan ikhlas.
Pada upacara Praspa TNI – Polri Tahun 2016, Perwira yang dilantik 720
Perwira Remaja, dari Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian dengan
rincian: Akmil 221 Perwira, AAL 91 Perwira, AAU 108 Perwira dan Akpol
300 Perwira (251 Taruna, 49 Taruni). Dari lulusan terbaik Akademi TNI –
Polri memperoleh gelar anugerah Adhi Makayasa, sebagai perwakilan yang
akan dilantik Presiden RI.
Turut hadir dalam pembekalan tersebut diantaranya, para Kepala Staf
Angkatan, Pangkostrad, Pangdam IV/Diponegoro, para Asisten Panglima TNI,
Danjen Akademi TNI, para Gubernur Akademi Angkatan, Pangkohanudnas,
para Panglima Armada, Kapuspen TNI, Danpuspom TNI, Danjen Kopassus dan
pejabat tinggi lainnya. (ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 â€" Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri