Nasional
Panglima TNI Kutuk Tindakan Terorisme
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 11 Jul 2016 16:48
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengutuk dengan tegas tindakan yang dilakukan oleh terorisme, karena terorisme itu tidak mengenal agama, buktinya didekat Masjid Nabawi di Madinah beberapa waktu lalu juga di bom.
"Ini perlu saya ingatkan bahwa terorisme yang sedang
berkembang ini tidak mengenal agama dan hanya sebagai kedok
mengatasnamakan agama saja, tetapi sebenarnya tidak beragama," tegas
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya dihadapan
seluruh Prajurit TNI dan PNS Mabes TNI pada acara Halal Bil Halal Hari
Raya Idul Fitri 1437 H/2016 M, di Lapangan Apel B-III Mabes TNI,
Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/7/2016).
Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pergerakan yang
dilakukan oleh terorisme akan menghapuskan agama di dunia dan sangat
membahayakan, karena memakai kedok-kedok agama dan kita selalu harus
waspada jangan sampai teror-teror yang di luar negeri masuk ke wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Usaha-usaha tersebut mulai
terindikasi akan masuk di NKRI," tegasnya.
Terkait bahaya Narkoba, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa saat ini
sudah masuk ke sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar dan
kampung-kampung. "Itu semua tidak mudah untuk mengawasinya dan
diperlukan keterbukaan, khususnya kepada orang tua agar selalu menjaga
dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat Narkoba," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghimbau kepada
Prajurit TNI dan PNS yang bekerja di lingkungan Mabes TNI agar
menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, mulai dari berangkat tugas dan
kembali. Dengan demikian sampai di rumah dalam kondisi yang ceria pada
saat bertemu dengan suami, istri dan anak-anak.
"Percuma kita melaksanakan tugas dengan baik, tetapi di keluarga tidak
harmonis. Inilah salah satu penyebab anak-anakmu mencari tempat lain
yang lebih damai dalam bayang-bayang dengan Narkoba," imbuh Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI juga menegaskan, bahwa pemerintah menuntut semua Prajurit
dan PNS TNI agar selalu disiplin sehingga bisa menjadi contoh tauladan
dari masyarakat serta mampu melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya
masing-masing. "Perhatian pemerintah sudah diberikan, mungkin tidak
terlalu besar tetapi sangat luar biasa," ujarnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, mari kita
bersama-sama untuk menegakkan disiplin dan melaksanakan tugas dengan
penuh gembira serta semangat dalam bekerja, karena apapun kebijakan yang
keluar dari Mabes TNI tidak boleh salah. "Apabila kebijakan tersebut
salah, satuan operasional angkatan akan mengalami kesulitan," tuturnya.
"Mari bersama-sama kita berdoa memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
agar kita semuanya diberi kekuatan semangat untuk memberikan pengabdian
yang terbaik kepada NKRI yang sangat-sangat kita cintai bersama,"pungkas
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri