Nasional
Pemerintah Harus Buka Ruang untuk Musisi Jalanan
Sabtu, 28 Apr 2018 16:53
JAKARTA – Keberadaan musisi jalanan di antara lapisan masyarakat sudah tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, banyak pengamen yang kini berkreasi dengan bentuk kesenian dan kebudayaan, seperti menari, memainkan alat musik tradisional, dan membawakan ondel-ondel.
Menurut budayawan Anhar Gonggong, pengamen yang menampilkan bakat dengan berbalut kesenian itu berbeda dengan pengemis atau gelandangan. Sebab itu, kata dia, pemerintah harus bisa membukakan ruang ekspresi bagi musisi jalanan yang memiliki potensi luar biasa dalam berkarya.
"Ya pemerintah membukakan ruang aja. Mereka kan bukan pengemis sebenarnya, bukan gelandangan. Mereka punya kemampuan tertentu," kata Anhar kepada Okezone, saat dihubungi pada Kamis, 26 April 2018.
Pemberian ruang ekspresi, menurut Anhar, akan menjadi bentuk apresiasi tersendiri bagi musisi jalanan. Anhar merasa yakin, di seluruh Indonesia, masih banyak orang yang memiliki bakat potensial. Tak melulu kesenian, Anhar menyebut, bakat lainnya, seperti olahraga, juga harus disediakan ruang ekspresi oleh pemerintah.
"Tinggal buka ruang. Mereka juga pasti datang sendiri kok. Tapi, jangan diterima seakan akan mau mengemis, mau meminta-minta. Jadi, kalau datang mengemis, jangan ditanggapi, kalau datang mau ngemis. Kalau tawarkan bakat, baru," papar Anhar.
Ia menjelaskan, ruang gerak yang dimaksud adalah memberikan penyaluran bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat minoritas. Anhar justru mengapresiasi, acara televisi yang menyajikan ajang pencarian bakat untuk para pemilik bakat.
Apresiasi itu, dijelaskan Anhar, lantaran tak sedikit para pemilik bakat ternyata berlatar belakang dari kelompok masyarakat kelas bawah. Sehingga, nilai positif dari acara itu adalah mereka bisa merasa dianggap dalam kehidupan bermasyarakat.
"Di balik acara itu membuka ruang ada anak memiliki kemampuan tertentu, tapi karena memiliki kehidupan yang miskin, tiba-tiba ada ruang," ucap Anhar.]
Di sisi lain, budayawan ini berpandangan, musisi jalanan yang menampilkan kesenian dan kebudayaan untuk menghibur masyarakat di jalanan bisa dijadikan dimanfaatkan sebagai program untuk membantu pemerintah melestarikan dan mempertahankan hasil kebudayaan di Indonesia.
"Bisa aja, kenapa tidak. Menurut saya, mereka ada di antara mereka memiliki kemampuan yang lumayan baik," tutup Anhar.
(okezone.com)
nasional
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta