Nasional
Pengacara: dr Ani Hasibuan Merasa Terpanggil karena 500 Petugas KPPS Meninggal
Jumat, 17 Mei 2019 14:53
"Sebenarnya Bu Ani hanya menyampaikan beliau sebagai profesional dokter yang melihat ada 500 lebih orang meninggal hampir serentak, tetapi dianggap begitu saja," kata salah satu kuasa hukum Ani Hasibuan, Slamet Hasan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).
Sebagai seorang dokter, lanjut Slamet, kliennya merasa terpanggil untuk mencari tahu tentang penyebab kematian para petugas KPPS tersebut. Sebab, jumlah korban meninggal tidak sedikit.
Menurut Slamet, kliennya merasa prihatin sebab tidak ada upaya dari pemerintah untuk menggali lebih dalam terkait penyebab kematian para petugas KPPS tersebut. Ani merasa ada kejanggalan dalam kematian petugas KPPS dalam jumlah banyak itu.
"Yang muncul adalah KPU menyampaikan penyebab kematian kelelahan. Itulah yang buat Bu Ani sebagai dokter berontak kira-kira ya. Kenapa terhadap kematian yang banyak hanya diangkat seakan-akan sebab matinya kelelahan aja," jelasnya.
"Jadi Bu Ani itu meminta kepada pihak-pihak berwenang dilakukan penelitian apakah autopsi, visum dan sebagainya untuk melihat sebetulnya sebab kematian petugas KPPS apa. Itu sebetulnya yang disampaikan Bu Ani dan menyampaikannya Bu Ani nggak langsung ke publik," katanya.
Slamet mengatakan, kliennya tidak pernah menyampaikan statemen 'petugas KPPS meninggal diracun senyawa kimia'. Ani pun menyampaikan kejanggalannya itu kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
"Kalau teman-teman ikuti, pertama kali Bu Ani menyampaikan keprihatinan ini disampaikan ke DPR ke Wakil Ketua DPR Pak Fahri Hamzah yang saat itu Pak Fahri buat pengaduan di twitter beliau bagi siapa saja yang temukan keganjilan terhadap proses pemilu untuk me-mention ke beliau, makannya Bu Ani menyampaikan kepada pejabat negara dalam hal itu Pak Fahri dalam rangka menyampaikan keprihatinan itu," lanjutnya.
Slamet menegaskan, kliennya juga melaporkan hal itu kepada Fahri Hamzah sebagai pribadi, tidak mewakili kelompok organisasi. Slamet juga menegaskan bahwa kliennya bukan tim sukses salah satu pasangan salon.
"Bu Ani datang ke Pak Fahri itu beliau sebagai pribadi bukan wakili kelompok manapun, bukan mewakili ormas, timses atau siapapun. Dia mewakili dirinya sndiri sebagai dokter yang prihatin terhadap peristiwa kematian petugas KPU yang tidak dapat perhatian yang memadai," tuturnya.
Namun kemudian, pernyataan Ani itu menjadi masalah setelah sebuah media online membuat berita bertajuk 'dr Ani Hasibuan SpS: Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal'. Padahal, menurut Slamet, Ani tidak pernah menyampaikan sebagaimana ditulis di media itu.
"Cuma kemudian ada framing media, medianya kalau kita tanya siapa sih tamsh[dot]com nggak ada yang kenal. Seakan-akan Bu Ani menyampaikan mereka meninggal karena ada racun, padahal Bu Ani sedikitpun nggak pernah menyampaikan kematian mereka adalah karena racun," tandas Slamet.
Sumber: detik.com
nasional
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20