Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pengamat Intelijen Ragukan Penyandera WNI Kelompok Abu Sayyaf

Nasional

Pengamat Intelijen Ragukan Penyandera WNI Kelompok Abu Sayyaf

Sabtu, 25 Jun 2016 12:36
okezone.com

JAKARTA - Tujuh warga negara Indonesia (WNI), diduga disandera oleh kelompok bersenjata asal Filipina. Namun, pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib meragukan jika yang menyekap ketujuh WNI tersebut adalah kelompok Abu Sayyaf.

"Menurutku ada tiga kejanggalan kalau yang menyandera itu Abu Sayyaf," ujar Ridwan kepada Okezone, Sabtu (25/6/2016).

Kejanggalan pertama ialah dari sisi uang tebusan. Ia menilai, kelompok Abu Sayyaf jarang meminta uang tebusan dalam bentuk ringgit.

"Jadi ini agak aneh, biasanya pakai USD kalau tidak peso. Nah kalau ringgit ini kemungkinan kelompok bersenjata Malaysia, bisa juga orang Filipina yang tinggal di Sabah kan banyak di daerah Kandakan, Tawi-tawi," imbuhnya.

Kedua, para penyandera juga langsung menghubungi keluarga menggunakan nomor yang tidak steril, yakni milik juru mudi, Ismail. Ridwan menganggap adanya kesan terburu-buru dan tidak profesional.

"Amatir. Kalau Abu Sayyaf mereka bikin jeda waktu termasuk mereka siapkan tempat-tempat persembunyian baru kemudian mengajukan tawaran. Jadi tidak langsung begitu," sambungnya.

Terakhir, para penyandera juga langsung melepas kapal dan memunculkan ada saksi mata, yakni keenam rekan ABK TB Charles. Ridwan menyebut, hal tersebut bukanlah tipologi pergerakan Abu Sayyaf.

"Mereka jarang melepas kapal. Kalaupun dilepas mereka ambil dulu, lalu mereka juga cuma ambil tujuh dan sisanya dilepas. Abu Sayyaf jarang sekali biasanya mereka ambil semua," tandasnya. (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.