Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Peredaran Vaksin Palsu Bayi Bukti Darurat Kesehatan Anak

Nasional

Peredaran Vaksin Palsu Bayi Bukti Darurat Kesehatan Anak

Kamis, 23 Jun 2016 13:34
Reuters

JAKARTA - Bareskrim Polri berhasil mengungkap belasan jaringan pengedar vaksin palsu untuk bayi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pengungkapan kasus ini menandakan bahwa Indonesia sudah dalam kondisi darurat kesehatan.

"Sindikat ini telah beroperasi sejak tahun 2003 dan memiliki jaringan penjualan di sejumlah apotek dan toko obat di Jakarta dan sekitarnya," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya, Kamis (23/6/2016).

Menurut Agung, bila peredaran vaksin palsu untuk bayi ini terus terjadi akan mengancam tumbuh kembang anak Indonesia. Mengingat vaksin tersebut bukannya memperkuat tapi malah memperlemah kondisi tubuh bayi.

Ada delapan orang yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Sebanyak tujuh orang ditahan, sementara satu orang ditangguhkan penahanannya karena memiliki bayi.

Saat ini, sambung Agung, jajarannya terus melakukan pengembangan untuk mengusut dugaan keterlibatan pihak lain. Hal itu dilakukannya karena melihat dampak yang begitu besar dari peredaran vaksin bayi palsu.

"Penyidik masih terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini. Ini sangat berbahaya karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan anak-anak Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah pabrik pembuat vaksin palsu di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa 21 Juni 2016 digerebek Bareskrim. Sebanyak lima orang pelaku, berinisial M, T, L, A, dan S diciduk.

Pabrik tersebut memproduksi sejumlah vaksin palsu, mulai dari vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG. Vaksin-vaksin palsu tersebut diperjualbelikan ke sejumlah rumah sakit.

Pemalsuan dilakukan pelaku dengan cara mengisi ampul dengan cairan buatan sendiri yang menyerupai vaksin aslinya. Kemudian menempelkan merek dan label. Cairan buatan pelaku berupa antibiotic gentamicin dicampur dengan cairan infus.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sejumlah bukti, berupa alat pembuat vaksin seperti botol ampul, dan berbagai jenis larutan.(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.