Nasional
Prajurit TNI Satgas Tinombala terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Rabu, 20 Jul 2016 10:08
JAKARTA - Prajurit TNI Satgas Operasi Tinombala yang telah berhasil menumpas Kelompok Teroris Santoso di wilayah Poso, Sulawesi Tengah, akan menerima Kenaikan Pangkat Luar biasa.
Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo kepada awak media pada acara penganugerahan Tanda Kehormatan
Bintang Kartika Eka Paksi Utama kepada Pangab Singapura Letjen Perry
Lim, di Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016).
"Saya menyampaikan apresiasi dan bangga. Saya akan berikan kenaikan
Pangkat Luar Biasa, yaitu Bintara dan Tamtama termasuk juga yang
menangkap dan menewaskan kelompok Santoso," ujar Panglima TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan apresiasi
dan bangga kepada Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudi Sufahriadi
selaku Kepala Penanggungjawab Operasi dan Wakil Asisten Pengamanan
Kasad Brigjen TNI Ilyas serta seluruh personel TNI dan Kepolisian Satgas
Tinombala atas keberhasilannya dalam melaksanakan operasi.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Operasi Tinombala adalah
keterpaduan kerja sama tim yang baik. Tim yang berhasil menewaskan
Santoso dan Muktar, sejak 13 hari yang lalu sudah berangkat menuju
sasaran dengan menempuh jarak 11 Km dalam waktu tiga hari. "Tim Operasi
Tinombala bergerak pada malam hari, karena harus senyap supaya tidak
terlihat dan selama delapan hari sudah mengendap ditempat yang sudah
dicurigai," ucapnya.
Panglima TNI juga menuturkan, bahwa Satgas Operasi Tinombala tersebut
bukan hanya dari tim Batalyon 515 Raider/Kostrad saja, tetapi
keterpaduan dari seluruh personel Satgas Tinombala, baik TNI maupun
Polri.
"Saya sampaikan apresiasi kepada semua tim, yang telah berhasil
melumpuhkan kelompok teroris Santoso. Saya bangga dengan tim yang
pantang menyerah dengan situasi yang sangat sulit," kata Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo.
Kepada awak media, Panglima TNI menegaskan bahwa operasi ini adalah
momentum yang baik. Ditambah lagi dengan Operasi Teritorial dengan
berbagai instansi, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah
tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
mengingatkan jangan menganggap teroris sebagai kriminal biasa, sehingga
proses hukumnya hanya hukum pidana. "Teroris saat ini kuantitasnya tidak
begitu banyak, tetapi kualitasnya dapat menghancurkan lebih banyak,"
tegasnya.
"Seharusnya kita berpikir bahwasanya teroris itu adalah kejahatan
negara, sehingga harus diantisipasi oleh semua komponen bangsa,"pungkas
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri