Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ratusan KPPS Meninggal, Ketua DPR Dorong Sistem e-Voting di Pemilu

Nasional

Ratusan KPPS Meninggal, Ketua DPR Dorong Sistem e-Voting di Pemilu

Jumat, 26 Apr 2019 10:36
Detik.com
Foto: Bambang Soesatyo atau Bamsoet
JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) sepakat jika UU Pemilu 7/2017 perlu direvisi. Salah satu alasannya, menurut dia, demi terselenggaranya pemilu yang murah dan efisien.

Selain itu, hal ini menyusul kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam gelaran Pemilu 2019. Menurut Bamsoet, sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) dan penghitungan suara elektronik (e-counting) harusnya mulai dipertimbangkan.

"Bukan hanya sekadar e-counting, tapi e-voting yang bisa dimulai pada pilkada serentak mendatang, karena dapat menghemat tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah dengan tidak diperlukannya lagi kotak suara, surat suara, tinta, bilik suara, petugas, saksi maupun pengawas TPS yang jumlah hingga jutaan," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (26/4/2019).

"Serta lebih mempermudah dan mempercepat proses penghitungan suara, sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban," lanjut dia.

Bamsoet berharap KPU dapat mempersiapkan hal ini untuk gelaran pemilu mendatang. Ia pun menyatakan DPR siap mengkaji ulang UU Pemilu 7/2017.

"Mendorong KPU untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan pilkada dan pemilu jika menggunakan sistem e-voting, agar dapat menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan pilkada dan pemilu mendatang," ujarnya.

Selain soal pemungutan dan penghitungan suara, dia juga menyoal Pemilu 2019 yang digelar serentak. Bamsoet mendorong agar pemilu digelar terpisah antara eksekutif dan legislatif.

"Mendorong fraksi-fraksi yang ada di DPR RI sebagai perpanjangan tangan partai politik untuk mengembalikan sistem pemilu yang terpisah antara eksekutif (Pilpres dan pilkada) dan pileg (DPR RI, DPD, dan DPRD) seperti pemilu lalu namun dengan modifikasi pilpres berbarengan dengan pilkada serentak dan pileg secara terpisah," sebut Bamsoet.

"Jadi dalam lima tahun hanya ada dua agenda pemilu/pilkada," tegas dia.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • Senin, 18 Mei 2026 09:37

    Kurang Minum Air Putih, Hati-hati Dapat Membuat Penuaan Dini

    Lapisan luar kulit dapat kehilangan kelembapan jika tubuh kekurangan air. Seiring waktu, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan fungsi kulit.Perubahan halus pada kulit mungkin me

  • Senin, 18 Mei 2026 09:20

    Kecelakaan Maut di Simpang Solah Rohil,Remaja Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat.

    TANAH PUTIH-Kecelakaan lalu lintas Tragis terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Simpang Solah, Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (16/5/2026) sekitar

  • Senin, 18 Mei 2026 09:16

    Tiga Daerah Rawan Narkoba di Pekanbaru Jadi Target Operasi Polisi Sekaligus, Ini Hasilnya.

    PEKANBARU-Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menyasar tiga kawasan yang dinilai rawan peredaran narkotika sekaligus, saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (17/5/2026) d

  • Senin, 18 Mei 2026 09:08

    20 Koperasi Merah Putih di Siak Rampung Dibangun, Akhir Bulan Ditargetkan Jadi 35 Unit.

    SIAK-Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Siak terus menunjukkan progres. Dari total 131 koperasi yang direncanakan, sebanyak 20 unit koperasi telah selesai dibangun dan ditarg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.