Nasional
Soal Wacana Pemindahan Ibu Kota, Jakarta Dinilai Sudah Sakit
Selasa, 30 Apr 2019 10:50
"Misalnya dari transportasi, katanya kerugiannya sudah Rp 60 triliun sampai Rp 100 triliun, itu kan mahal banget. Rp 100 triliun biaya kemacetan itu bukan ringan. Kedua, dari sisi bencana. Buat kita, Jakarta itu udah jadi kota sakit itu sebetulnya. Dari air bersihnya belum cukup, sanitasinya buruk, transportnya buruk, polusi udaranya juga... ini artinya bagaimana kita menyehatkan kota itu," ujar Yayat saat dihubungi, Senin (29/4/2019) malam.
Menurut Yayat, perlu dipertimbangkan untuk mencari ibu kota yang lebih sehat dari Jakarta. Dengan begitu, kata dia, Gubernur DKI Jakarta bisa berfokus menyehatkan kotanya tanpa perlu terbebani.
Menurut Yayat, bisa saja nanti status Daerah Khusus dicabut sehingga kota itu menjadi seperti provinsi lain. Dengan begitu, kata Yayat, Gubernur DKI Jakarta dapat berfokus mengurus provinsinya dan tidak lagi menjadi bahan cemoohan.
"Maka dengan adanya Ibu Kota baru ibaratnya Jakarta tidak akan menjadi fokus lagi. Biarlah Jakarta ditata lebih apik, kemudian kota-kota di Indonesia itu tidak hanya menjadikan Jakarta sebagai segalanya," ucap Yayat.
"Degradasi sosial di sini sudah kelihatan semakin tajam dan kalau dilihat banjir besar di setiap musim hujan jadi ancaman di Jakarta, tidak hanya sekarang, tapi sebelumnya juga jadi ancaman," ujar Jokowi di kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/4).
Terkait rencana pemindahan ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pembangunan besar-besaran di Jakarta tetap berjalan. Anies menepis anggapan bahwa wacana pemindahan ibu kota berkaitan dengan pembangunan di Jakarta.
Dalam rapat terbatas, Anies menyebut nantinya Jakarta tetap menjadi pusat perdagangan dan investasi. Anies juga memastikan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Jakarta, seperti transportasi, pengelolaan limbah, dan ketersediaan air bersih.
"Tadi saya sampaikan juga dalam rapat bahwa pemerintahan di Jakarta atau luar Jakarta, masalah-masalah yang ada di Jakarta tetap harus diselesaikan karena PR (pekerjaan rumah)-nya, masalah daya dukung lingkungan hidup, ketersediaan air bersih, soal pengelolaan udara, pengelolaan limbah, transportasi masih jadi PR yang harus diselesaikan," kata Anies.
Soal faktor banjir seperti yang disinggung Jokowi, Anies menegaskan semua persoalan di Jakarta tetap harus diselesaikan. Demikian juga persoalan penurunan permukaan tanah.
Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke
Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar
Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara
Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar
KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h