Nasional
Tak Masuk Akal Menuding KPU Curang
Jumat, 26 Apr 2019 09:23
Dari 105 TPS itu, kata Arief, yang berdasarkan laporan masyarakat hanya berasal dari 27 TPS. Selebihnya itu adalah karena kecermatan para petugas di lapangan dan hingga Kamis (25/4) koreksi sudah dilakukan di 65 TPS.
"Peserta pemilu dan masyarakat bisa menemukan terjadi kesalahan itu karena kami transparan, Jadi, gak masuk akal kalo kami itu dituduh curang. Apalagi sampai kemudian membangun opini seolah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, massif, dan brutal," papar pria kelahiran Surabaya 2 Maret 1974 itu kepada tim Blak-blakan detikcom.
Sejauh ini, Arief melanjutkan, kesalahan memasukan data terjadi karena faktor kelelahan petugas. Tapi bila terindikasi ada petugas yang dengan sengaja memasukkan data dengan sengaja, berdasarkan pesanan untuk menggelembungkan suara salah satu pasangan, hal itu bisa dipidanakan. "Silahkan dipidanakan," tegas alumnus Fakultas Sastra Universitas Airlangga, Surabaya itu.
Arief yang sejak awal reformasi aktif sebagai pengawas Pemilu juga mengungkapkan bahwa kesalahan input data sejatinya tak cuma terjadi hanya untuk pasangan 01 tapi juga 02. Sejumlah media misalnya melaporkan terjadi kesalahan input di TPS 07 Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Di situ suara Prabowo - Sandiaga kelebihan 600 suara dari seharusnya 184 suara. Begitu juga di TPS 10 Kindang, Bulukumba, pasangan 01 tersebut bertambah 900 suara dari seharusnya 98 suara.
"Jadi sebetulnya terjadi untuk 01 dan 02, cuma yang paling banyak disebar di media sosial seolah cuma untuk 01," kata Arief.
Pada bagian lain, dia juga mengungkapkan awal mula dipilihnya kotak suara berbahan kardus. Juga pemelintiran isu seolah orang-orang dengan gangguan kejiwaan sengaja didaftar menjadi pemilih untuk menguntungkan salah satu kandidat.
Terkati kotak suara berbahan kardus, kata Arief, itu merupakan keputusan bersama DPR dan pemerintah. Selain lebih efisien untuk dikerjakan dalam waktu yang mepet, juga lebih murah dan tak perlu gudang penyimpanan pasca Pemilu. Kotak jenis ini sudah dipakai mulai pemilu 2014, pilkada 2015, 2017, 2019 dan selama itu sama sekali tak ada masalah.
Terkait tudingan bahwa orang gangguan jiwa sengaja dilibatkan untuk memenangkan perolehan suara petahana, Arief juga menepisnya. Sebab hal itu sudah berlangsung sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu merujuk putusan Mahkamah Konstitusi. "Lagipula angkanya cuma 54.295, bukan 13 juta seperti yang sengaja diviralkan," ujarnya.
Kurang Minum Air Putih, Hati-hati Dapat Membuat Penuaan Dini
Lapisan luar kulit dapat kehilangan kelembapan jika tubuh kekurangan air. Seiring waktu, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan fungsi kulit.Perubahan halus pada kulit mungkin me
Kecelakaan Maut di Simpang Solah Rohil,Remaja Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat.
TANAH PUTIH-Kecelakaan lalu lintas Tragis terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Simpang Solah, Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (16/5/2026) sekitar
Tiga Daerah Rawan Narkoba di Pekanbaru Jadi Target Operasi Polisi Sekaligus, Ini Hasilnya.
PEKANBARU-Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menyasar tiga kawasan yang dinilai rawan peredaran narkotika sekaligus, saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (17/5/2026) d
20 Koperasi Merah Putih di Siak Rampung Dibangun, Akhir Bulan Ditargetkan Jadi 35 Unit.
SIAK-Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Siak terus menunjukkan progres. Dari total 131 koperasi yang direncanakan, sebanyak 20 unit koperasi telah selesai dibangun dan ditarg
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia