Nasional
Wakapolri: Masjid Itu Tempat Ibadah, Mana Ada yang Radikal
Senin, 11 Jun 2018 15:21
"Saya bantah. Bukan masjid. Nggak mungkinlah. Bagaimana bisa, masjid itu kan tempat ibadah. Mana ada masjid radikal," kata Syafruddin, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2018).
Menurut Syafruddin, informasi adanya masjid yang terpapar radikalisme kurang tepat. Ia secara tegas membantah informasi tersebut.
"Saya bantah. Nggak mungkin," ujarnya.
"Itu media sosial termasuk juga dalam hal ini adalah penyebaran kebencian melalui ceramah-ceramah agama. Misalnya oleh Mba Alisa Wahid misalnya, sekitar 40 masjid yang dia survei di kawasan DKI itu penceramahnya atau khatibnya radikal. Mengajarkan radikalisme dan intoleransi," ucap Azyumardi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/6) kemarin.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga telah mengakui ada 40 masjid di DKI Jakarta yang jadi tempat penyebaran paham radikalisme. Sandiaga telah memerintahkan jajarannya untuk membina 40 masjid tersebut.
Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke
Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar
Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara
Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar
KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga
Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak
PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h