Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Bak Lautan, Ribuan Warga Sleman Berebut 2 Ton Apem dari Menara

Nusantara,

Bak Lautan, Ribuan Warga Sleman Berebut 2 Ton Apem dari Menara

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 02 Agu 2025 08:46
Berita satu.com
Tradisi unik dan penuh makna kembali digelar di Dukuh Wonolelo, Kelurahan Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Ribuan warga tumpah ruah di pelataran Trah Ki Ageng Wonolelo demi mendapatkan 2 ton kue apem yang disebar dari atas menara dalam rangkaian acara Saparan Wonolelo.

Tak peduli terik dan berdesakan, warga tetap antusias berebut apem yang diyakini membawa berkah, keselamatan, dan kelancaran rezeki. "Supaya dapat berkah, rezekinya lancar, usahanya maju. Harapannya ke depan tambah sukses," ujar Indri, salah satu warga Wonolelo, Jumat (1/8/2025).

Sebelum puncak penyebaran apem, acara diawali dengan upacara adat lengkap dengan ubo rampe dan dua gunungan apem yang didoakan di halaman Masjid Ki Ageng Wonolelo. Doa bersama lalu dilanjutkan dengan kirab budaya menuju makam Ki Ageng Wonolelo sejauh 1,5 kilometer.

Dalam kirab tersebut, para tokoh masyarakat menaiki kereta kencana, diiringi ulama dan puluhan prajurit bregada yang membawa panji dan pusaka peninggalan leluhur. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga sarat nilai spiritual.

"Apem berasal dari kata Arab Afuwwun, artinya ampunan. Tradisi ini menjadi simbol permohonan maaf dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan," jelas Ketua Panitia Saparan Prabowo.

Apem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Wonolelo dan sejak 2018, ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi kelancaran acara yang dihadiri ribuan warga, bahkan dari luar daerah. Ia menilai Saparan Wonolelo sebagai perpaduan harmonis antara pelestarian budaya dan promosi pariwisata lokal.

"Antusiasme warga sangat tinggi. Ini menjadi modal besar dalam pembangunan, khususnya pengembangan wisata berbasis budaya," ungkapnya.

Harda Kiswaya berharap ke depan, Pemkab Sleman dapat lebih aktif terlibat dalam penyelenggaraan agar agenda tahunan ini bisa lebih besar dan membawa manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat Wonolelo dan sekitarnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.