Bawa polisi, Naumi tekan orangtua Angeline tak bicara soal sumbangan
Sabtu, 15 Agu 2015 10:15
Dikonfirmasi Sabtu (15/8), Hamidah mengaku merasa terintimidasi oleh kehadiran Naumi Werdisastro yang mengaku telah ditunjuk sebagai Tim Reaksi Cepat Komnas PA. Dikatakannya, bahwa uang tersebut sudah diterimanya pada 13 Agustus, lalu. Namun saat penyerahan, dikatakan Hamidah dirinya merasa ditekan dan terancam soal pengakuannya yang polos kepada sejumlah media.
"Saya bicara apa adanya, karena dia (Naumi) sendiri yang bilang ada sumbangan warga sukarela yang terkumpul Rp 30 jutaan. Karena saya butuh untuk 100 hari anak saya, ya saya tanyakan. Saya tidak tuntut harus diberikan, saya hanya tanya," aku Hamidah dihubungi dari Denpasar Bali, Sabtu (15/8).
Lanjutnya, Naumi mendatangi rumahnya di Banyuwangi pada 10 Agustus dengan dikawal sejumlah anggota kepolisian. "Dia datang bawa polisi pak. Omongannya keras banget, bilang saya jangan banyak omong lagi," jelasnya.
Untuk kemudian, datang lagi tanggal 13 Agustus dan menyerahkan uang Rp 15 juta. Saat itu, Naumi kembali dikawal seorang anggota Polisi dengan seragam abu-abu yang mengaku dari Polres Banyuwangi. Hamidah tidak tanyakan sisanya, saat itu namun Naumi sendiri yang mengatakan bahwa sisanya sudah habis dipakai untuk biaya operasional selama kasus Angeline mulai ditemukannya 10 Juni lalu.
"Ibu Naumi bilang kalau sisanya dipakai untuk wara wiri (urusan) dan keperluan selama kasus Angeline," aku Hamidah.
Terkait hal ini, Ipung Spurah selaku Tim pendamping hukum saksi korban Angeline dari P2TP2A Bali, membenarkan adanya informasi tersebut. Menurutnya persoalan uang sangat riskan, terpenting baginya kasus Angeline bisa terungkap tuntas.
"Saya terima laporan dari Hamidah bahwa sudah diserahkan tetapi tidak seluruhnya. Kata Hamidah setengahnya dipakai Naumi untuk urusan kasus ini ( Angeline), sudah lah jangan dibahas lagi," kilahnya seperti masih menyembunyikan kejanggalan, Sabtu (15/8) di Denpasar Bali.(merdeka.com) Nusantara
Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan
Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab
Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit
Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi
Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot
PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum
Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir
PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m