Senin, 22 Jun 2026
Begini Upaya DKR Bangkitkan Kesenian di Tengah Pendemi
Admin
Senin, 19 Okt 2020 13:25
Riauterkini.com
Dukungan itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Yudi Wahjudin, dalam diskusi "Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Kebudayaan Nasional" yang digelar secara virtual, Sabtu (17/10/20) kemarin.
Seperti yang disampikan Ketua III DKR Benny Riau, DKR memprogramkan 5 langkah berjenjang yang dinilai dapat meningkatkan geliat kesenian di Riau di tengah pendemi ini. Diantaranya yakni dokumentasi berupa foto, video, dan penelitian, lalu edukasi dalam bentuk bilik seni, sosialisasi berupa ekosistem seni, presentasi dalam bentuk pertunjukan seni, serta ekspansi atau touring seni.
Sementara, Ketua Umum DKR Taufik Hidayat mengatakan, Provinsi Riau dililit 4 sungai yang memiliki potensi cukup besar dan perlu dieksploitasi.
"4 Sungai itu, Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Siak, dan Indragiri. Masing-masing sungai ini ada tapak sejarah yang luar biasa dan perlu dieksploitasi dengan mengunakan media lain, seperti pembuatan film," ucap Taufik yang lebih dikenal dengan nama Atan Lasak.
Sedangkan, Ketua II DKR Arza Aibonotika, berpendapat bahwa majunya suatu negara tak terlepas dari pemikiran kebudayaan. Lubung pemikiran itu ada pada kebudayaan, sehingga dia meminta agar ada solusi dari pemerintah pusat terkait Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).
Menanggapi hal tersebut, Judi Wahjudin menjelaskan, sinergitas Kemendikbud dengan DKR sangat diperlukan dalam pembangunan kesenian. Lantaran sesungguhnya pemerintah bertindak sebagai fasilitator bukan operator.
"Semakin banyak asupan dari teman-teman terkait dengan program-program strategis, tentunya asupan ini kami cermati dan mungkin bisa menjadi produk yang disinergikan," bebernya.
Ia juga akan berupaya membantu DKR untuk mengenalkan dengan direktorat-direktorat bidang lainnya yang ada di Kemendikbud sesuai dengan program DKR itu. "Nanti akan kami buat sebuah forum khusus setelah ini," ucapnya.
Katanya, saat ini sudah ada Direktorat Film, Musik dan media baru. Direktorat ini merupakan amanat khusus dari Presiden, mengingat potensi tersebut harus ditingkatkan untuk masa sekarang dan masa depan.
Sumber: Riauterkini.com
komentar Pembaca