(foto: Istimewa)
Bupati Agam DR H Andri Warman menyaksikan derita tumor kaki yang dialami warganya bernama Budi (25)
AGAM-Terpacak juga air mata Bupati Agam DR H Andri Warman menyaksikan derita tumor kaki yang dialami warganya bernama Budi (25), sehingga Bupati yang juga terkenal sebagai pengusaha sukses di bidang transportasi itu berinisiatif mengawal yang bersangkutan dengan mobil dinasnya ke Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Barat agar warganya itu langsung diberikan penanganan.
"Minggu sore kemarin, saya mendapat kabar dari tokoh kita di Lawang Tuo, Kecamatan Tanjung Raya, tentang derita yang dialami oleh Budi ini, setelah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan tindak lanjut hari ini, saya dan team langsung mengantarkan ke rumah sakit milik pemerintah provinsi yang terbesar di Sumbar, RSUD Muhammad Djamil," ujar Bupati kepada media ini, Selasa (24/8).
Sambil terlihat menyeka butiran bening di matanya, Bupati Agam yang karib di sapa AWR ini menjelaskan. Bersumber dari laporan seorang warga ke nomor telepon selulernya yang terus aktif 24 jam, baik aplikasi panggilan seluler, ataupun Whatup dirinya mengetahui terdapat seorang warga yang kurang mampu, yang sudah menjadi piatu sedari kecil yang sedang terbaring sakit akibat pembengkakan di kakinya.
Mendengar kabar itu menurut Bupati, dirinya merasa sangat tersentuh dan langsung bergerak ke rumah warga yang dilaporkan kepadanya itu.
Setelah dilihat kondisi yang bersangkutan cukup memprihatinkan dan dipandang harus mendapatkan pertolongan medis segera.
Bupati kemudian menggali informasi lagi, warnanya tersebut sudah terbaring sejak 6 bulan lalu, semua kegiatan dilakukan di tempat tidur.
"Sebelumnya kata keluarga yang bersangkutan sudah pernah di bawa ke rumah sakit, tapi waktu itu karena ketiadaan biaya dan terdiagnosa Covids-19 pula, yang bersangkutan kemudian pulang atas permintaan sendiri, sehingga keluhan sakit utamanya ini belum jadi ditindaklanjuti," jelas Bupati.
Setelah dilakukan diagnosa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, didapati sakit yang dialami Budi adalah tumor ganas di kaki kiri. Dikarenakan perlu penangan yang lebih serius Bupati mengintrukan warganya itu bawa ke Rumah Sakit Rujukan Utama yang ada di Sumara Barat.
"Kita antar langsunglah ke RSUD M Djamil, ini saya sedang dibelakang ambulance mengawalnya semoga secepatnya dapat penangangan," Tukuk Bupati.
Teringat Masa Kecil
Peristiwa mobil ambulance warga yang sakit dan di kawal oleh kendaaran dinas pemimpin nomor satu di sebuah daerah itu, selama ini mungkin jarang terjadi. Kenapa Pak Bupati pula yang sampai mengawal, biasnya kan mobil Bupati yang dikawal Polisi atau Dishub tanya wartawan Spiritriau kepada Bupati yang juga owner armada transportasi bermerek dinding AWR Trayek Payakumbuh-Padang itu.
Bupati awalnya berasal dari senator di DPRD Provinsi Sumatera Barat itu, tampak menyeka air mata. Meski berusaha terdengar tertawa, tapi butiran bening tampak tumpah di matanya.
"Hehehe... bukan saya saja yang mengawal, ada Pak Kadiskes, dr Hendri Rusdian ini. Lagi pula saya sangat sedih melihat ada warga seperti ini, mana dia anak piatu lagi. Terbayang masa kecil saya yang juga susah karena juga ditinggalkan ayah. Bupati ini hanyalah amanah, saya bukan bos rakyat, tapi adalah pelayan dan kita mesti melayani warga," tukuknya.
Kadiskes Agam, dr Hendri yang mendampingi bupati mengatakan kalau pasien Budi sebenarnya sudah direncanakan untuk diberikan tindakan sekitar beberapa minggu yang lalu, namun karena kendala teknis, tindakan operasi masih ditunda, hari ini kendala teknis yang dialami Budi sudah dapat diatasi dan sesuai intruksi Bupati Dinas Kesehatan akan terus memantau perkembangan penyakit yang dialami.
"Inshaa Allah kami akan terus memantau perkembangan Pasien Budi. Untuk Agam yang lebih baik, sesuai dengan harapan dan cita-cita kita bersama," tutup dokter yang pernah menjadi direktur RSUD Lubuk Basung ini(Ikw)
Nusantara