Nusantara
Dentuman Genderang Riuh Pacu Jalur di Puncak Hari Jadi Kuansing Riau
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 11 Okt 2025 22:38
Teluk Kuantan, 11 Oktober 2025 - Suara gemuruh dengan dentuman genderang yang menggelegar disusul oleh sorak-sorak penonton yang memadati tepi sungai. Acara Pacu Jalur puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuantan Singingi ke-26 kembali menjadi daya tarik bagi ribuan warga dan wisatawan. Tradisi dayung perahu panjang ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Melayu Kuantan Singingi.
Hari Jadi Kuantan Singingi yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober dirayakan dengan megah dan meriah. Pacu Jalur diadakan di Tepian Narosa dengan 68 jalur perahu dari berbagai kecamatan yang bersaing ketat. Panjang perahu mencapai sekitar 30 meter dengan dekorasi ukiran tradisional, didayung oleh puluhan pria tangguh. Suasana semakin hidup dengan iringan musik talempong dan pertunjukan seni budaya lainnya.
Bupati Kuantan Singingi, Bapak Suhardiman Amby, membuka acara dengan pidato singkat. Ia menyampaikan bahwa Pacu Jalur merupakan warisan leluhur yang harus dijaga. “Ini bukan sekadar lomba, tapi cara kita mempererat tali silaturahmi dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Tim kami juga mewawancarai masyarakat setempat untuk menangkap ciri khas perayaan ini. Salah satunya adalah wawancara dengan Bapak H. Iswadi, seorang mantan kepala desa asal Kuansing. Ia menuturkan bahwa tradisi Pacu Jalur telah melekat sebagai identitas Teluk Kuantan. Menurutnya, awal mula tradisi ini bermula dari kisah hilangnya seorang anak raja. Sang raja kemudian mengadakan sayembara untuk mencari anaknya, dengan menjanjikan imbalan besar bagi penemunya. Janji itulah yang mendorong warga berpacu di Sungai Kuantan untuk menemukan sang anak raja. “Dari kisah inilah tradisi Pacu Jalur lahir dan terus lestari hingga kini,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perasaannya sebagai masyarakat Kuantan Singingi saat acara tersebut, Bapak H. Iswadi mengatakan bahwa Pacu Jalur merupakan kebanggaan tersendiri. “Event ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Pacu Jalur tidak hanya dikenal di Kuantan Singingi saja, tetapi juga telah mencapai kancah internasional,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa tahun ini Pacu Jalur menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari mancanegara.
Dokumentasi Acara
Acara ini terekam melalui lensa dokumentasi kami, menampilkan cuplikan visual yang menangkap kemeriahan suasana. Momen perahu saling berlomba dengan kecepatan tinggi, air sungai menyembur ke segala arah, wajah para pendayung tampak letih namun tetap tersenyum bahagia. Sorak-sorai penonton menggema: “Laju! Laju! Laju!”
Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Kuansing. Semoga Hari Jadi Kuantan Singingi tahun depan semakin meriah dan terus menjadi kebanggaan Riau di mata dunia.
Penulis Berita: Ummi Maulinda Sari (NIM. 25051103556)
Pewawancara: Fiona Deanovans (NIM. 25051206686)
Dokumentasi Foto & Video: Putri Dayani Ginting (NIM. 25051103484)
Program Studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Riau, 2025