Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Dokter di Kuansing Riau Belum Terima Honor Penanganan Covid-19

Dokter di Kuansing Riau Belum Terima Honor Penanganan Covid-19

admin
Senin, 04 Mei 2020 13:42
TELUK KUANTAN - Sudah memasuki dua bulan penanganan Covid-19 di Kuansing, Riau.
Terhitung 19 Maret 2020 sejak ditetapkan status Siaga Darurat, hingga kini petugas kesehatan di RSUD Teluk Kuantan belum menerima honor.

Pemerintah sudah menjanjikan honor bagi petugas medis.

Kepastian belum menerima honor ini dikatakan dr Amelia Nasrin, seorang dokter di RSUD Teluk Kuantan.

"Belum," jawab dr Amelia ketika ditanya apakah sudah menerima honor penanganan Covid-19, Senin (4/5/2020).

Amelia juga menjadi juru bicara penanganan covid-19 di Kuansing.

RSUD Teluk Kuantan menjadi satu-satunya rumah sakit di Kuansing yang menjadi rujukan penanganan Covid-19.

Seperti diketahui, RSUD Teluk Kuantan mengusulkan honor untuk dokter penanggungjawab Covid-19 sebesar Rp 15 juta per bulan dimana ada lima dokter di kategori ini.

Untuk dokter jaga, RSUD Teluk Kuantan mengajukan honor sebesar Rp 10 juta per bulan di mana ada lima dokter di kategori ini.

Honor perawat diajukan Rp 7,5 juta per bulan dimana ada 9 perawat di kategori ini. Tenaga analisis dan radiologi juga mendapat honor yakni sebesar Rp 5 juta per orang per bulan.

Di Kuansing, sejauh ini belum ada kasus positif Covid-19.

Hanya saja, sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dimana ada empat PDP yang meninggal.

Tiga PDP saat ini dirawat di RSUD Teluk Kuantan dan sisanya sudah sembuh.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing, Hendra AP, MSi mengatakan honor tenaga kesehatan (Nakes) di Kuansing, Riau berasal dari Bantaun Operasional Kesehatan (BOK) tambahan.

Sehingga honor Nakes tidak membebani anggaran penanganan covid-19 di Pemkab Kuansing.

"Anggaran honor Nakes untuk penanganan covid-19 pakai BOK tambahan. Anggarannya di pusat," kata Hendra AP MSi.

Honor Tangani Covid-19

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Teluk Kuantan dr Irvan Husen sendiri tidak mau merinci besaran honor petugas medis yang diajukan pihaknya ke Pemkab Kuansing.

"Kita sudah usulkan sesuai standart dari Kemenkeu tapi realisasinya tentu tergantung TAPD dan kemampuan daerah kita," kata Dirut RSUD Teluk Kuantan dr Irvan Husen beberap waktu lalu.

Penjabaran lebih rinci mengenai honor tenaga mesia yang diusulkan RSUD Teluk Kuantan datang dari kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing, Hendra AP, MSi.

Pria yang akrab disapa Keken ini mengatakan dokter penanggungjawab diusulkan dapat honor Rp 15 juta per bulan per orang.

Di RSUD Teluk Kuantan, ada lima dokter yang masuk kategori dokter penanggungjawab.

"Itu usulan dari RSUD Teluk Kuantan untuk honor dokter penanggungjawab," kata Keken.

Selain dokter penanggungjawab, ada juga kategori dokter jaga. Ada sebanyak lima orang dojter jaga dalam penanganan Covid-19 ini.

"Kalau dokter jaga itu diusulkan honornya Rp 10 juta per orang per bulannya," katanya.

Ada juga honor untuk perawat. RSUD Teluk Kuantan dalam usulannya, honor perawat sebesar Rp 7.500.000 per orang per bulan.
"Kalau perawat, ada sembilan orang," terangnya.

Selain perawat, tenaga analisis dan radiologi juga mendapat honor yakni sebesar Rp 5 juta per orang per bulan. Tidak diketahui berapa jumlah analisis dan petugas radiologi yang diusulkan mendapat honor Covid-19 ini.

Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.