Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Hapus Kolom Agama, 19 Warga Jombang Pilih Jadi Penghayat Kepercayaan

Nusantara,

Hapus Kolom Agama, 19 Warga Jombang Pilih Jadi Penghayat Kepercayaan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 01 Agu 2025 09:25
Berita satu.com
Sebanyak 19 warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan mengganti kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) mereka dengan status sebagai penghayat kepercayaan. Perubahan ini telah tercatat resmi dalam sistem administrasi kependudukan dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) Jombang.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Jombang Mufattichatul Ma’rufah menjelaskan, perubahan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 97/PUU-XIV/2016.

Putusan MK yang terbit pada 2017 tersebut membatalkan pasal-pasal dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang sebelumnya tidak mengakui pencatatan identitas bagi warga yang tidak menganut enam agama resmi negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Untuk penghayat kepercayaan memang sudah lama diakomodasi di KK. Jadi ini menindaklanjuti keputusan MK agar bisa dicatat dalam sistem kependudukan,” kata Mufattichatul, Kamis (31/7/2025).

Ia menyebut, 19 warga yang telah mengganti kolom agama di dokumen identitas berasal dari berbagai latar belakang kepercayaan lokal, termasuk aliran kejawen. "Kalau di Jombang, dalam data base kami, ada 19 orang. Mereka mengubah kolom agama menjadi penghayat kepercayaan karena keyakinannya seperti itu,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, secara teknis, tidak ada kendala dalam proses tersebut karena sistem aplikasi pencatatan kependudukan sudah disiapkan untuk menerima data kelompok penghayat.

“Tidak ada dampak teknis apa pun. Sistem kami memang sudah mendukung itu,” katanya.

Lebih dari sekadar administrasi, perubahan ini disebut sebagai simbol pengakuan negara terhadap hak-hak spiritual warga minoritas.

“Bagi 19 warga Jombang tersebut, ini bukan sekadar urusan data. Ini tentang identitas, keyakinan, dan kejujuran terhadap apa yang mereka yakini dalam hidup,” tutup Mufattichatul.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING " Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING " Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.