Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Hapus Kolom Agama, 19 Warga Jombang Pilih Jadi Penghayat Kepercayaan

Nusantara,

Hapus Kolom Agama, 19 Warga Jombang Pilih Jadi Penghayat Kepercayaan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 01 Agu 2025 09:25
Berita satu.com
Sebanyak 19 warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan mengganti kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) mereka dengan status sebagai penghayat kepercayaan. Perubahan ini telah tercatat resmi dalam sistem administrasi kependudukan dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) Jombang.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Jombang Mufattichatul Ma’rufah menjelaskan, perubahan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 97/PUU-XIV/2016.

Putusan MK yang terbit pada 2017 tersebut membatalkan pasal-pasal dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang sebelumnya tidak mengakui pencatatan identitas bagi warga yang tidak menganut enam agama resmi negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Untuk penghayat kepercayaan memang sudah lama diakomodasi di KK. Jadi ini menindaklanjuti keputusan MK agar bisa dicatat dalam sistem kependudukan,” kata Mufattichatul, Kamis (31/7/2025).

Ia menyebut, 19 warga yang telah mengganti kolom agama di dokumen identitas berasal dari berbagai latar belakang kepercayaan lokal, termasuk aliran kejawen. "Kalau di Jombang, dalam data base kami, ada 19 orang. Mereka mengubah kolom agama menjadi penghayat kepercayaan karena keyakinannya seperti itu,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, secara teknis, tidak ada kendala dalam proses tersebut karena sistem aplikasi pencatatan kependudukan sudah disiapkan untuk menerima data kelompok penghayat.

“Tidak ada dampak teknis apa pun. Sistem kami memang sudah mendukung itu,” katanya.

Lebih dari sekadar administrasi, perubahan ini disebut sebagai simbol pengakuan negara terhadap hak-hak spiritual warga minoritas.

“Bagi 19 warga Jombang tersebut, ini bukan sekadar urusan data. Ini tentang identitas, keyakinan, dan kejujuran terhadap apa yang mereka yakini dalam hidup,” tutup Mufattichatul.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.