MPR Kecewa Ketidakhadiran Menteri Pertanian Dalam Munas HKTI
Laporan :Joko Prasetyo
Jumat, 31 Jul 2015 18:25
"Kalau mau jadi menteri pertanian, cintai petani. Kalau tidak, diganti saja itu. Saya sangat kecewa karena Amran tidak menghadiri acara pembukaan Munas HKTI. Masak datang ke HKTI saja tidak sanggup, bagaimana mau urus pertanian," ujar Oesman Saptayang juga menjabat Ketua Umum HKTI kepada pers seusai pembukaan Munas VII HKTI.
Namun absennya Mentan dalam perhelatan HKTI itu dibela Joko Widodo. Mentan kata mantan Walikota Solo disebabkan Mentan sedang menjalankan tugas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Pak Mentan sudah minta izin ke saya. Kalau tidak saya sampaikan, Mentan nanti akan dimarahi terus oleh HKTI," ujar Jokowi yang mengenakan berpakaian seragam jaket hijau HKTI.
Kendati demikian, Oesman tetap tidak puas dengan penjelasan Presiden. Ketidakhadiran Amran dalam Munas HKTI memberikan persepsi buruk tentang keberpihakan pemerintah kepada petani. "Presiden pasti akan membela anak buahnya yang salah. Kalau soal perlu di-reshuffle atau tidak, itu kewenangan Presiden," ujar Oesman.
Munas VIII HKTI bertema "Majukan Pertanian, Budayakan Petani, Wujudkan Kedaulatan Pangan" itu juga dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Mahyudin, Menteri Pertanahan/Kepala Badan Pertanahan Nasional dan Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dan Agung Laksono. Agenda Munas VII adalah memilih dan menetapkan pengurus baru. Selain itu akan merumuskan program kerja agar tercapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Munas VII HKTI diikuti sekitar 700 peserta yang merupakan pimpinan dan utusan pengurus pusat dan provinsi serta kabupaten/kota, serta utusan pemuda tani dan wanita tani. Munas kali ini merupakan agenda lima tahunan yang digelar untuk menetapkan kepengurusan baru, penyempurnaan AD/ART, dan penetapan program HKTI periode 2015-2020, serta merumuskan rekomendasi sesuai kebutuhan dalam rangka mengupayakan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
OSO Mundur, Mahyudin Siap Gantikan
Oesman kepada media juga menyatakan ketidaksediaannya untuk kembali maju dalam Munas HKTI dengan alasan kurang sehat. Oesman mengaku telah meminta izin kepada pengurus HKTI atas mundurnya dia dalam Munas HKTI. "Saya sudah minta izin kepada pengurus karena kondisi saya saat ini lagi sesehat dulu. Meski berat, mereka sudah menerima, " katanya.
Meski mundur, Oesman memberikan empat syarat kepada calon Ketum HKTI. Empat syarat itu diantaranya adalah memiliki moral baik, loyal terhadap organisasi HKTI dan memiliki uang. HKTI lanjut Oesman, saat ini sudah selesai pada tahapan perjuangan. Oesman mendukung tokoh baru yang masih muda untuk memimpin HKTI ke depan.
"Selanjutnya HKTI harus berani melakukan kaderisasi. Masa perjuangan sudah usai, sekarang tinggal mengisi kemerdekaan saja. Nanti, kader muda yang akan memimpin HKTI secara demokratis, " katanya seraya menyebut tokoh muda itu saat ini memegang posisi strategis di lembaga tinggi negara.
Oesman yang telah memimpin HKTI tandingan selama lima tahun, selain menyatakan mundur, juga akan mengumumkan mekansime baru dalam kepengurusan HKTI. Mekanisme baru atau peraturan baru yang akan diperkenalkan Oso antara lain terkait dengan periodesasi Ketua Umum HKTI tandingan. "Ke depan Ketua Umum HKTI hanya boleh dijabat selama satu periode yakni lima tahun."
Oesman berpendapat, mekanisme tersebut harus diterapkan dalam kepengurusan HKTI. "Mudah-mudahan mekanisme baru tersebut akan menjadikan HKTI lebih baik lagi dan berdampak positif bagi petani Indonesia."
HKTI didirikan pada 1973 sebagai penggabungan aspirasi dari 14 organisasi masyarakat sebagai satu satunya wadah organisasi petani. Sejak awal pendiriannya, HKTI diketuai oleh oleh Martono yang kala itu sebagai Ketua Warga Tani Kosgoro.
Menurut informasi di arena Munas, kader muda yang akan disokong Oesman adalah Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, yang sama-sama berasal dari Kalimantan. Hanya saja kalau Mahyudin sebagai anggota DPR terpilih dari Kalimantan Timur. Sedangkan Oesman anggota DPD RI yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.
Mahyudin menyatakan kesiapannya untuk menggantikan dan meneruskan perjuangan HKTI selanjutnya. "Secara prinsip, kalau untuk memajukan petani, tidak masalah, saya siap menggantikannya. Tentunya harus ada permintaan dari pengurus HKTI, " katanya.
Politisi Partai Golkar ini berharap pasca Munas VII HKTI ini, HKTI bisa menjadi solid dan bersatu tanpa dualisme kepengurusan. "Ke depan HKTI bisa mewujudkan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, " katanya (tio)
Nusantara
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor