Kamis, 06 Agu 2026
  • Home
  • Nusantara
  • MPR Kecewa Ketidakhadiran Menteri Pertanian Dalam Munas HKTI

MPR Kecewa Ketidakhadiran Menteri Pertanian Dalam Munas HKTI

Laporan :Joko Prasetyo
Jumat, 31 Jul 2015 18:25
JAKARTA-Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) menyesalkan ketidakhadiran Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam pembukaan acara Musyawarah Nasional (Munas) VII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di asrama haji, Pondok Gede Jakarta Timur, Jum'at (31/7) pagi. Absennya Amran Sulaiman dalam Munas VII HKTI yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu dinilai Oesman  menunjukkan Mentan kurang menyintai petani.

"Kalau mau jadi menteri pertanian, cintai petani. Kalau tidak, diganti saja itu. Saya sangat kecewa karena Amran tidak menghadiri acara pembukaan Munas HKTI. Masak datang ke HKTI saja tidak sanggup, bagaimana mau urus pertanian," ujar Oesman Saptayang juga menjabat Ketua Umum HKTI kepada pers seusai pembukaan Munas VII HKTI.

Namun absennya Mentan dalam perhelatan HKTI itu dibela Joko Widodo. Mentan kata mantan Walikota Solo disebabkan Mentan sedang menjalankan tugas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Pak Mentan sudah minta izin ke saya. Kalau tidak saya sampaikan, Mentan nanti akan dimarahi terus oleh HKTI," ujar Jokowi yang mengenakan  berpakaian seragam jaket hijau HKTI.

Kendati demikian, Oesman tetap tidak puas dengan penjelasan Presiden. Ketidakhadiran Amran dalam Munas HKTI memberikan persepsi buruk tentang keberpihakan pemerintah kepada petani. "Presiden pasti akan membela anak buahnya yang salah. Kalau soal perlu di-reshuffle atau tidak, itu kewenangan Presiden," ujar Oesman.

Munas VIII HKTI bertema "Majukan Pertanian, Budayakan Petani, Wujudkan Kedaulatan Pangan" itu juga dihadiri oleh  Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Mahyudin, Menteri Pertanahan/Kepala Badan Pertanahan Nasional dan Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dan Agung Laksono. Agenda Munas VII adalah  memilih dan menetapkan pengurus baru. Selain itu akan merumuskan program kerja agar tercapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Munas VII HKTI diikuti sekitar 700 peserta yang merupakan pimpinan dan utusan pengurus pusat dan provinsi serta kabupaten/kota, serta utusan pemuda tani dan wanita tani. Munas kali ini merupakan agenda lima tahunan yang digelar untuk menetapkan kepengurusan baru, penyempurnaan AD/ART, dan penetapan program HKTI periode 2015-2020, serta merumuskan rekomendasi sesuai kebutuhan dalam rangka mengupayakan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

OSO Mundur, Mahyudin Siap Gantikan

Oesman  kepada media juga menyatakan ketidaksediaannya untuk kembali maju dalam Munas HKTI dengan alasan kurang sehat. Oesman  mengaku telah meminta izin kepada pengurus HKTI atas mundurnya dia dalam Munas HKTI.  "Saya sudah minta izin kepada pengurus karena kondisi saya saat ini lagi sesehat dulu. Meski berat, mereka sudah menerima, " katanya.

Meski mundur, Oesman  memberikan empat syarat kepada calon Ketum HKTI. Empat syarat itu diantaranya adalah memiliki moral baik, loyal terhadap organisasi HKTI dan memiliki uang. HKTI lanjut Oesman, saat ini sudah selesai pada tahapan perjuangan. Oesman mendukung tokoh baru yang masih muda untuk memimpin HKTI ke depan.

"Selanjutnya HKTI harus berani melakukan kaderisasi.  Masa perjuangan sudah usai, sekarang tinggal mengisi kemerdekaan saja. Nanti, kader muda yang akan memimpin HKTI secara demokratis, " katanya seraya menyebut tokoh muda itu saat ini memegang posisi strategis di lembaga tinggi negara.

Oesman yang  telah memimpin HKTI tandingan selama lima tahun, selain menyatakan mundur, juga akan mengumumkan mekansime baru dalam kepengurusan HKTI. Mekanisme baru atau peraturan baru yang akan diperkenalkan Oso antara lain terkait dengan periodesasi Ketua Umum HKTI tandingan.  "Ke depan Ketua Umum HKTI hanya boleh dijabat selama satu periode yakni lima tahun."

Oesman berpendapat, mekanisme tersebut harus diterapkan dalam kepengurusan HKTI. "Mudah-mudahan mekanisme baru tersebut akan menjadikan HKTI lebih baik lagi dan berdampak positif bagi petani Indonesia."

HKTI didirikan pada 1973 sebagai penggabungan aspirasi dari 14 organisasi masyarakat sebagai satu satunya wadah organisasi petani. Sejak awal pendiriannya, HKTI diketuai oleh  oleh Martono yang kala itu sebagai Ketua Warga Tani Kosgoro.

Menurut informasi di arena Munas, kader muda yang akan disokong Oesman adalah Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, yang sama-sama berasal dari Kalimantan. Hanya saja kalau Mahyudin sebagai anggota DPR terpilih dari Kalimantan Timur. Sedangkan Oesman anggota DPD RI yang terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.

Mahyudin menyatakan kesiapannya untuk menggantikan dan meneruskan perjuangan HKTI selanjutnya. "Secara prinsip, kalau untuk memajukan petani, tidak masalah, saya siap menggantikannya. Tentunya harus ada permintaan dari pengurus HKTI, " katanya.

Politisi Partai Golkar ini berharap pasca Munas VII HKTI ini, HKTI bisa menjadi solid dan bersatu tanpa dualisme kepengurusan. "Ke depan HKTI bisa mewujudkan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, " katanya (tio)

 
Nusantara
Berita Terkait
  • Kamis, 06 Agu 2026 16:50

    Polres Rohil dan Pemkab Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BAGANSIAPIAPI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir bersama Polres Rokan Hilir menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan MTQ, Jalan Perkantoran, Ke

  • Kamis, 06 Agu 2026 16:42

    Bertaruh Nyawa Tanpa Tabung Oksigen, Kisah Penyelam Tradisional Cari Bocah Tenggelam di Sungai Siak

    SIAK-Berbekal kompresor, selang angin, dan batu pemberat seberat 20 kilogram, Samsir (50) alias Atan tak ragu menyelam ke dasar Sungai Siak yang dingin dan gelap gulita.Bersama tim gabungan dari Kanto

  • Kamis, 06 Agu 2026 16:40

    Plt Gubri Tinjau Operasi Pasar Murah

    PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto turut meninjau penyelenggaraan operasi pasar murah Pemprov Riau di Stadion Utama Riau, Kamis (6/8/26).Operasi pasar murah tersebut merupak

  • Kamis, 06 Agu 2026 15:49

    Gerak Cepat, PPN Sumbagut Salurkan Bantuan Korban Bencana Banjir di Sumbar

    PEKANBARU - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak banjir di Kota Padang dan sekitarnya. Aksi tanggap d

  • Kamis, 06 Agu 2026 15:41

    Pemprov Riau Tanam 2.500 Pohon di Stadion Utama, Wujudkan Ruang Hijau Berkelanjutan

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar gerakan penanaman 2.500 bibit pohon di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Pr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki