Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Meriahkan HUT RI ke -70, Camat Mandrehe Barat Dinilai Bebani Aparat Desa Biaya, Jadi Bahan Argumen

Meriahkan HUT RI ke -70, Camat Mandrehe Barat Dinilai Bebani Aparat Desa Biaya, Jadi Bahan Argumen

Laporan : Ketabahan Laia
Minggu, 16 Agu 2015 10:19
net
Ilustrasi Logo HUT RI
NIAS - Sejumlah Masyarakat yang tergabung dalam face book forum Nias Barat berbagai komentar mereka sampaikan terkait adanya pembebanan para aparat/Kepala Desa biaya perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70 ini.

Diantaranya sudir  beranggapan pemotongan gaji aparat Desa yang di jadikan biaya kemeriahan RI   tersebut sudah hasil musyawarah,  dilain pihak Herman tidak menyetujui kalau biaya HUT RI terbebani aparat Desa karena biaya HUT RI sudah di anggarankan di APBD Kabupaten Nias Barat, dilanjut Buala gulo dengan bahasa nias menanggapi, Ombuyu badedera" (seperti di sipelekan) aparat Desa, an banyak lagi pihak yang menanggapi atas tindakan Pemerintah oknum Camat di Kabupaten Nias  Barat.

Yang mana pada pemberitaan media belum lama ini, Sejumlah Aparat Desa di wilayah Kecamatan Mandehe Barat Kabupaten Nias Barat - Sumatra Utara mengeluh, disebabkan biaya kemeriahan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke 70 dikecamatan Mandehe Barat mereka tanggulangi  dengan cara pemotongan honor, sementara berapalah honor aparat Desa .

Beberapa aparat Desa di berbagai Desa di wilayah Mandehe Barat yang tidak mau nama mereka terexpose mengungkapkan bahwa honor mereka aparat desa di potong Rp 500.000 per desa untuk membiayai kegiatan HUT di kecamatan Mandrehe Barat, dan Rp 100.000 untuk uang terima kasih, sehingga total dibebankan kepada mereka Rp 600.000 perdesa.

"Kami sebenarnya keberatan bang, honor kami di potong oleh Camat, namun kami tidak berdaya karena Camat Mandehe Barat ini tidak mau mendengar keluhan kami, yang seharusnya saat HUT RI ke- 70 ini kami bahagia bersama keluarga memperingati hari kemerdekaan, namun datang pemotongan honor kami ini membuat kami kecewa, apalagi saat ini ekonomi kita disini sedang susah," keluh mereka kepada Spiritriau.com melalui telepon kamis (13/08/2015).

Aparat desa ini menuturkan bahwa , gaji perangkat desa di desanya telah dipotong oleh oknum Camat Mandrehe Barat melalui Kepala Desa sebesar Rp. 600.000 dengan alasan untuk biaya HUT RI Rp. 500.000,- dan Rp. 100.000,- uang terima kasih.
Oleh karena itu di Desa kami ada 8 orang perangkat Desa maka biaya yang 600.000 tersebut kami bagi sama rata yaitu Rp. 75.000 per orang.

Evolut Zebua, anggota DPRD Nias Barat ketika di konfirmasi mengatakan bahwa anggaran biaya untuk memperingati HUT RI ke 70 ini sudah dianggarkan dan dibiayai oleh APBD Kabupaten Nias Barat, mengapa masih meminta kepada aparat desa, ucapnya heran.

Fatolosa Zai, Camat Mandrehe Barat ketika di konfirmasi mengakui bahwa uang itu adalah untuk untuk biaya HUT RI ke 70 di Kecamatan Mandrehe Barat. " Benar bahwa uang 500.000 itu di minta ke aparat desa, itu kesepakatan panitia HUT," ucapnya.

Fatolosa Zai menambahkan bahwa benar ada anggaran dari Kabupaten tapi kurang, makanya panitia sepakat meminta dari aparat desa," jelasnya.

Saat disunggung uang terimakasih yang besarannya Rp 100.000 yang ikut dipotong  tidak  Camat Mandehe Barat membantah, bahwa dirinya  tidak tahu ada uang terimaksih itu."Saya tidak tahu uang terimakasih".    bantahnya.

Sebagaimana kita tahu bahwa gaji perangkat desa seperti Kepala Desa, Sekretaris Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Kepala Urusan, Kepala Dusun, dan lain-lain berhak mendapat gaji atau honor setiap bulan, yang dibayar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Barat Provinsi Sumatera Utara setiap tiga bulan sekali atau per triwulan.

Besaran gaji atau honor tersebut bervariasi, antara lain Rp. 1.300.000,- untuk kepala desa, Rp. 600.000 untuk sekretaris desa, dan lainnya Rp. 300.000 untuk kepala urusan, kepala dusun serta perangkat desa lainnya. Sifat gaji adalah untuk menunjang tugas-tugas perangkat desa, dan tidak dibenarkan dilakukan pemotongan oleh pihak manapun. (Han/Fah)

Nusantara
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.