Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Nasib Jembatan Darurat di Atas Sungai yang Dihuni Buaya

Nasib Jembatan Darurat di Atas Sungai yang Dihuni Buaya

Kamis, 03 Des 2015 08:40
Okezone
Jembatan darurat di Padang
PADANG - Naya Resa Aulia murid kelas VI SD 11 Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat bersama teman-temannya terpaksa merayap ketika melintasi jembatan kayu yang sudah rusak dan terancam ambruk.

Dua batang kelapa sebagai alas berpijak sudah patah, membuat jembatan itu miring dan terancam ambruk. Itulah jembatan penghubung antara Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo dan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah.

Setiap hari, Naya dan teman-temannya itu melintasi jembatan tersebut untuk sampai ke sekolah. Tak ada pilihan lain, karena jalan yang lain memakan waktu lebih lama untuk sampai di sekolah.

"Saya sebenarnya takut lewat sana, apalagi sungainya dalam. Kalau pun saya lewati jalan lain itu jarak dari rumah ke sekolah ada tiga kilometer. Lewat sini lebih cepat," tuturnya pada Okezone, Rabu (2/11/2015).

Naya bersama teman-temannya menginginkan jembatan tersebut diperbaiki agar tidak ada korban yang jatuh. Tak hanya murid SD yang melewati jembatan tersebut, siswa SMPN 29 Kurao Pagang juga melintasi.

"Setengah siswa SMP di sini itu tinggalnya di Dadok Tunggul Hitam dan Perumahan Bungo Mas Padang, dan setiap hari in mereka melintasi jembatan kayu ini," kata Jamri, pengawas SMPN 29 Kurao Pagang dan Wakil Ketua RT3/RW, Kelurahan Kurao Pagang.

Awalnya pada 2009, jembatan ini dibangun dengan material berupa bambu. Setelah rusak, diganti dengan jembatan semi permanen. Kembali rusak, kemudian diperbaiki menjadi jembatan kayu saat ini.

"Jembatan ini sudah rusak lima tahun lalu dan kita sudah mengusulkan ke Pemko namun itu hanya kata iya tapi tidak jadi-jadi, seperti inilah jadinya," ujarnya.

Menurut Jamaris, dulunya jembatan itu bisa dilalui kendaraan roda dua. Tapi karena kondisinya sudah lapu, kendaraan tidak lagi bisa melintas. Bahkan, korban terjatuh dari jembatan sudah tak terhitung lagi.

"Dulu satu keluarga jatuh dalam sungai ini, terpaksa motornya ditarik bersama-sama, untuk saat itu tidak ada korban jiwa," tuturnya.

Anak-anak sekolah juga sudah sering jatuh dari jembatan tersebut. Ada yang terpeleset lalu jatuh ke sungai, ada juga yang jatuh setelah terkejut melihat biawak.

"Dulu ada murid SD yang jatuh dan dia tidak bisa berenang. Dia sampai terseret 20 meter. Untuk ada orang di sini yang melihat dan langsung menyelematkan dia," terangnya.

Sungai di bawah jembatan itu dalamnya dua meter lebih. Menurut Jamaris, di sungai itu terdapat buaya. Biasanya buaya tersebut menjadi tontonan anak-anak sekolah. Buaya ini sering berjemur di tepi sungai. Jumlahnya bisa lima ekor dan enam ekor.

"Murid sering menonton kejadian ini. Buaya pernah ditembak dan dijaring tapi tidak dapat-dapat, sehingga dibiarkan begitu. Selain buaya ada juga biawak, kadang dia muncul di bawah jembatan bikin murid terkejut dan jatuh ke sungai," paparnya.

Jamaris khawtir jatuhnya korban jiwa bila jembatan sepanjang 17 meteri itu tak segera diperbaiki. Ancaman korban jiwa bukan hanya hanyut, tapi juga terkaman buaya bila korban jatuh ke sungai.

"Kita berharap Pemko Padang bisa membangun jembatan yang lebih aman. Saat ini saja kalau sudah banjir atau hujan jembatan tersebut tidak bisa dilintasi," ujarnya.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.