Nasib Jembatan Darurat di Atas Sungai yang Dihuni Buaya
Kamis, 03 Des 2015 08:40
Dua batang kelapa sebagai alas berpijak sudah patah, membuat jembatan itu miring dan terancam ambruk. Itulah jembatan penghubung antara Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo dan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah.
Setiap hari, Naya dan teman-temannya itu melintasi jembatan tersebut untuk sampai ke sekolah. Tak ada pilihan lain, karena jalan yang lain memakan waktu lebih lama untuk sampai di sekolah.
"Saya sebenarnya takut lewat sana, apalagi sungainya dalam. Kalau pun saya lewati jalan lain itu jarak dari rumah ke sekolah ada tiga kilometer. Lewat sini lebih cepat," tuturnya pada Okezone, Rabu (2/11/2015).
Naya bersama teman-temannya menginginkan jembatan tersebut diperbaiki agar tidak ada korban yang jatuh. Tak hanya murid SD yang melewati jembatan tersebut, siswa SMPN 29 Kurao Pagang juga melintasi.
"Setengah siswa SMP di sini itu tinggalnya di Dadok Tunggul Hitam dan Perumahan Bungo Mas Padang, dan setiap hari in mereka melintasi jembatan kayu ini," kata Jamri, pengawas SMPN 29 Kurao Pagang dan Wakil Ketua RT3/RW, Kelurahan Kurao Pagang.
Awalnya pada 2009, jembatan ini dibangun dengan material berupa bambu. Setelah rusak, diganti dengan jembatan semi permanen. Kembali rusak, kemudian diperbaiki menjadi jembatan kayu saat ini.
"Jembatan ini sudah rusak lima tahun lalu dan kita sudah mengusulkan ke Pemko namun itu hanya kata iya tapi tidak jadi-jadi, seperti inilah jadinya," ujarnya.
Menurut Jamaris, dulunya jembatan itu bisa dilalui kendaraan roda dua. Tapi karena kondisinya sudah lapu, kendaraan tidak lagi bisa melintas. Bahkan, korban terjatuh dari jembatan sudah tak terhitung lagi.
"Dulu satu keluarga jatuh dalam sungai ini, terpaksa motornya ditarik bersama-sama, untuk saat itu tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Anak-anak sekolah juga sudah sering jatuh dari jembatan tersebut. Ada yang terpeleset lalu jatuh ke sungai, ada juga yang jatuh setelah terkejut melihat biawak.
"Dulu ada murid SD yang jatuh dan dia tidak bisa berenang. Dia sampai terseret 20 meter. Untuk ada orang di sini yang melihat dan langsung menyelematkan dia," terangnya.
Sungai di bawah jembatan itu dalamnya dua meter lebih. Menurut Jamaris, di sungai itu terdapat buaya. Biasanya buaya tersebut menjadi tontonan anak-anak sekolah. Buaya ini sering berjemur di tepi sungai. Jumlahnya bisa lima ekor dan enam ekor.
"Murid sering menonton kejadian ini. Buaya pernah ditembak dan dijaring tapi tidak dapat-dapat, sehingga dibiarkan begitu. Selain buaya ada juga biawak, kadang dia muncul di bawah jembatan bikin murid terkejut dan jatuh ke sungai," paparnya.
Jamaris khawtir jatuhnya korban jiwa bila jembatan sepanjang 17 meteri itu tak segera diperbaiki. Ancaman korban jiwa bukan hanya hanyut, tapi juga terkaman buaya bila korban jatuh ke sungai.
"Kita berharap Pemko Padang bisa membangun jembatan yang lebih aman. Saat ini saja kalau sudah banjir atau hujan jembatan tersebut tidak bisa dilintasi," ujarnya.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit