Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Nestapa Penjual Es Busa di Bojonggede, Dituduh Jual Spons Hingga Diduga Dianiaya Aparat

Peristiwa

Nestapa Penjual Es Busa di Bojonggede, Dituduh Jual Spons Hingga Diduga Dianiaya Aparat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 13:16
BOGOR â€" Kepulangan Suderajat ke rumahnya di kawasan Bojonggede membawa duka bagi keluarga. Penjual es busa berusia 50 tahun itu pulang dalam kondisi lemas dan mengaku telah menjadi korban kekerasan oleh oknum polisi usai ditahan akibat tuduhan tak berdasar mengenai dagangannya.

Putri Suderajat, Zaitun, menceritakan kecemasannya saat sang ayah tak kunjung pulang ke rumah pada hari kejadian. Biasanya, pria yang mencari nafkah hingga ke Kemayoran, Jakarta Pusat itu sudah tiba di rumah pukul 16.00 WIB. Namun, hingga larut malam, Suderajat tak kunjung terlihat di Stasiun Citayam tempat ia biasa turun kereta.


"Khawatir, sampai nyari ke stasiun sama mama. Biasanya pulang jam 4 sore, tapi ga pulang-pulang," kenang Zaitun, Selasa (27/1/2026).

Suderajat baru menginjakkan kaki di rumah pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisinya sangat memprihatinkan. Zaitun mengungkapkan bahwa ayahnya langsung jatuh tertidur karena kelelahan dan rasa sakit akibat dugaan penganiayaan saat ditahan di kantor polisi.


"Gelap lukanya ga keliatan. Dia lemes langsung tidur, dipukulin polisi katanya. Awalnya ga percaya, eh tiba-tiba ada viral," jelas remaja berusia 18 tahun tersebut.
Penahanan Suderajat bermula dari tuduhan bahwa es kue yang ia jual berbahan baku spons atau gabus pencuci piring. Zaitun merasa geram dengan tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tekstur es kue memang akan berubah menjadi lembek dan kenyal layaknya busa jika suhu dinginnya berkurang, namun hal itu bukan berarti menggunakan bahan berbahaya.

"Kesel banget sih, padahal ga dari spons. Karena kaya gitu kalau udah kering, kalau udah gak dingin lagi," tegasnya.
Meski sang ayah pulang dengan trauma fisik dan mental, keluarga kecil ini memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Dengan nada getir, Zaitun mengaku sudah memaafkan perlakuan aparat terhadap ayahnya. Ia hanya berharap keadilan akan datang dengan cara yang lain.

"Dimaafkan aja menurut aku, ga gimana mana, nanti diganti lebih baik lagi," tuturnya.(grc)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.