Senin, 27 Apr 2026

Nusantara,

Pacu Jalur Menanti Uluran Tangan Pusat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Agu 2025 16:17
RIAU AKTUAL.COM
Suasana riuh rendah mulai terasa di tepian Sungai Kuantan. Pacu jalur, salah satu festival budaya terakbar di Riau, akan segera bergulir dalam hitungan hari.

Namun, di tengah gemuruh persiapan yang kian memuncak, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, mengungkapkan sebuah harapan sekaligus tantangan yang masih menggantung, minimnya bantuan nyata dari pemerintah pusat.

Suhardiman Amby menjelaskan bahwa persiapan festival yang akan dimulai pada 20 Agustus ini telah mencapai 70 persen.

"Secara teknis sudah hampir rampung. Tinggal lagi ada turap-turap lokal yang sedang kami kerjakan," ujarnya di Tepian Narosa, Jumat (15/8/2025).

Meskipun demikian, ia tak menampik bahwa dukungan dari pemerintah pusat masih sebatas konsep dan belum menyentuh aspek finansial.

"Menteri Pariwisata masih dalam bentuk dukungan-dukungan konsep, ya. Finansial belum. Kami masih menunggulah," tegas Suhardiman.

Pernyataan ini mencerminkan situasi yang kerap dihadapi oleh pemerintah daerah dalam menyelenggarakan acara berskala nasional. Dukungan moral dan konseptual memang penting, namun bantuan finansial seringkali menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran dan kualitas acara.

Sorotan utama tertuju pada infrastruktur. Hingga kini, tribun penonton masih dibangun secara tradisional menggunakan kayu, sebuah pemandangan yang menunjukkan betapa kuatnya tradisi lokal, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan fasilitas yang lebih permanen dan aman.

"Kita butuh stadion permanen. Kita harap ada bantuan dari APBN," harap Suhardiman.

Harapan ini bukan tanpa alasan, sebab pacu jalur bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan ajang yang menarik ribuan wisatawan dan menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

Pekerja terlihat sibuk merampungkan pembangunan tribun dari kayu, berpacu dengan waktu untuk menyambut ribuan pasang mata yang akan membanjiri Tepian Narosa. 

Di sisi lain, penataan tepi sungai Seberang Kuantan juga terus dilakukan. Alat berat masih terlihat bekerja menormalisasi tepian sungai, mengatasi pendangkalan yang menjadi salah satu tantangan bagi para 'jalur' untuk berlaga.

Pacu jalur adalah perayaan atas tradisi yang telah mengakar kuat. Setiap 'jalur', sebutan untuk perahu panjang khas Kuansing, tidak hanya melambangkan kebersamaan dan kegigihan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi setiap desa yang diwakilinya. Setiap kayuhan adalah cerminan dari semangat kolektif yang tak pernah padam.

Kini, dengan semakin dekatnya hari H, semua mata tertuju pada Kuansing. Para peserta terus berlatih, panitia bekerja keras, dan masyarakat bersiap menyambut.

Namun, di balik semua persiapan yang gigih, ada satu hal yang masih dinantikan yakni uluran tangan dari pemerintah pusat yang dapat membantu tradisi ini melaju lebih kencang, lebih megah, dan lebih permanen.

"Mudah-mudahan kedatangan Pak Presiden atau Wapres ada bantuan dalam bentuk bantuan permanen, infrastruktur," pungkas Suhardiman.

Suhardyman menyampaikan, ucapan ini bukan hanya sebuah harapan pribadi, tetapi juga mewakili suara ribuan masyarakat Kuansing yang mendambakan pengakuan dan dukungan penuh terhadap warisan budaya mereka.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.