Minggu, 21 Jun 2026
Nusantara
Perkuat Langit Indonesia, Tiga Pesawat Tempur Rafale Pesanan Presiden Prabowo Mendarat di Riau
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 08:26
JAKARTA â€" TNI Angkatan Udara kini resmi mengoperasikan tiga unit pesawat tempur Rafale gelombang pertama yang telah mendarat di Indonesia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Sirait, memastikan pesawat canggih tersebut saat ini sudah bersiaga di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU," ujar Rico saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Kedatangan tiga jet tempur buatan Dassault Aviation asal Prancis ini merupakan tahap awal dari total 42 unit yang dipesan oleh Pemerintah Indonesia. Meskipun gelombang pertama sudah tiba, Rico belum memberikan rincian jadwal kedatangan untuk gelombang kedua dan ketiga selanjutnya.
Kehadiran jet tempur generasi 4,5 ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi pertahanan kedaulatan negara. Rico optimis bahwa dengan adanya armada baru ini, TNI AU akan semakin tangguh dalam menjaga dan memantau wilayah udara Indonesia dari berbagai ancaman.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah menuntaskan seluruh proses kontrak pembelian 42 unit Rafale. Proses pengadaan dilakukan dalam tiga tahap, diawali dengan enam unit pada September 2022, kemudian 18 unit pada Agustus 2023, dan terakhir 18 unit tambahan yang kini masuk dalam proses produksi.
"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale berjumlah 42 unit," ungkap Edwin Adrian Sumantha, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat Setjen Kemenhan.
Sesuai jadwal yang telah disusun, pesawat tempur ini memang ditargetkan mulai mengisi skadron udara Indonesia pada awal 2026. Penempatan di Pekanbaru menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat pertahanan di wilayah barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan negara tetangga. (grc)
nuusantara
Berita Terkait
komentar Pembaca