Kamis, 23 Apr 2026

SEPAKBOLA

Akhiri Konflik Menpora-PSSI!

Jumat, 16 Okt 2015 09:12
Okezone
Djanur ingin konflik Menpora-PSSI segera berakhir
BANDUNG - Kisruh antara Menpora Imam Nahrawi dan PSSI masih belum berakhir. Perselisihan antara keduanya bahkan seolah jalan di tempat hingga kini.

Sepakbola nasional pun sempat mati suri sekira lima bulan. Tapi adanya turnamen Piala Presiden 2015 cukup membuat sepakbola nasional kembali bergeliat.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman pun mengakui atmosfer publik pencinta sepakbola Indonesia antusias menyambut Piala Presiden. Kondisi yang ada saat ini bahkan dinilai mulai mendekati normal seperti saat PSSI belum dibekukan dan kompetisi dihentikan.

"Kelihatannya hampir seperti normal lagi. Bukan hanya bagi pelaku di lapangan, tapi sektor yang lain seperti penjual kaos dan segala yang ada kaitannya dengan sepakbola," kata Djanur, Kamis 15 Oktober 2015.

Ia pun berharap segera ada solusi dari pertikaian dua kubu yang ada. Tujuannya demi membuat sepakbola Indonesia tetap hidup.

"Saya tidak tahu bagaimana caranya, bagaimana solusinya. Saya kurang tahu persis siapa yang harus ngalah atau siapa harus diapakan. Yang pasti saya ingin (konflik Menpora dan PSSI) segera diakhiri dan normal kembali," jelas Djanur.

Piala Presiden pun seolah jadi pembuktian bahwa sepakbola sangat penting bagi Indonesia. Sebab dari sana, roda ekonomi dari berbagai sektor berputar. Bahkan banyak orang yang menggantungkan hidup dari sepakbola.

Tak hanya itu, animo penonton pun sangat terlihat jelas. Apalagi setelah kini tinggal menatap laga final, antusiasme publik semakin bergeliat. Alasan itu yang membuat sepakbola Indonesia harus tetap berjalan.

"Sepakbola kita harus tetap jalan. Karena toh buktinya dengan turnamen seperti begini saja animo penonton luar biasa," ungkap Djanur.

Sementara sebagai pelatih, ia berharap kompetisi segera bergulir setelah Piala Presiden berakhir. "Tentunya harapannya kalau memang kompetisi masih belum jelas terkait pembekuan oleh Menpora, tentunya ada lagi turnamen walaupun tidak sebesar Piala Presiden," ucapnya.

Karena jika tidak ada turnamen, tim akan dibubarkan lagi. Jika suatu saat ada turnamen lagi, persiapan pun akan sulit. "Kalau dibubarkan lagi nanti kalau ada event mulai dari nol lagi. Kalau begitu kan repot, jadi harus berkesinambungan," tandas Djanur.

(okezone.com)
Olahraga
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:50

    Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:47

    Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.