SEPAKBOLA
Arema Masih Favorit
Selasa, 10 Nov 2015 15:40
Semua mata tertuju pada dua tim ketika bicara kans terbesar lolos ke fase selanjutnya, yakni Arema Cronus sebagai tuan rumah dan Sriwijaya FC. Dua tim ini adalah semifinalis di Piala Presiden 2015 dan lolos mewakili grup yang dihelat di Malang waktu itu.
Mengaca sejarah itu, tak heran jika Arema dan Sriwijaya FC dipandang memiliki kans lolos dari Grup Malang. Kalkulasi itu tidak hanya berdasar sejarah, tapi juga dari aset kedua tim yang tak terlalu banyak mengalami perubahan, baik pemain maupun pelatih.
Sangat berbeda dengan tiga kontestan lainya, Persegres, PBR dan Persija datang ke Malang dengan diwarai kekuatan baru. Paling mencolok adalah posisi pelatih. Persegres memakai Widodo C Putro setelah di Piala Presiden lalu menggunakan jasa Liestiadi. Persija juga menunjuk Bambang Nurdiansyah menggantikan Rahmad Darmawan.
PBR ke Malang dengan memperkenalkan pelatih anyar Pieter Huistra. Perubahan tersebut sebenarnya tak mencerminkan sebuah kemapanan, apalagi waktu yang dimiliki pelatih-pelatih anyar tersebut sangat singkat untuk membangun kekuatan yang kompetitif. Lantas bagaimana prediksi di grup ini?
Arema Cronus (prediksi: juara grup)
Arema ditinggal tiga pemain asing yang berjibaku di Piala Presiden, yakni Fabiano Beltrame, Lancine Kone dan Morimakan Koita. Walau kehilangan aset penting, kedatangan pemain asing anyar diperkirakan bisa menutup posisi mereka, yakni Esteban Vizcarra, Kiko Insa dan Toni Espinosa. Aset lokal juga masih komplit tanpa ada satu pun pemain utama yang hilang. Kendati di turnamen sebelumnya hanya lolos sebagai runner up, kualitas tim dan status tuan rumah layak dipertimbangkan. Satu-satunya yang menjadi pengganjal mungkin adalah taktik pelatih Joko Susilo yang seringkali terlalu mudah diantisipasi lawan. Frustrasi menghadapi pertahanan tebal, serta terlalu mudah kecolongan lewat serangan cepat.
SRIWIJAYA FC (prediksi: runner up)
Laskar Wong Kito bakal menjajal peruntungan kedua kalinya di Stadion Kanjuruhan, setelah sukses menjadi juara grup pada Piala Presiden 2015 silam di stadion ini. Hampir sama dengan Arema, skuad arahan Benny Dolo masih memakai muka-muka lama. Hasil gemilang di Piala Presiden tentu mendongkrak konfidensi Patrich Wanggai dkk. Jika minimal bisa mengulang performa di turnamen sebelumnya, Sriwijaya menjadi salah kandidat utama yang bakal lolos langsung dari fase grup. Kemapanan teknis serta mental yang terus berkembang membuat tim asal Sumatera Selatan layak ditunggu kiprahnya di turnamen ini dan mereka memiliki potensi menjadi juara grup atau paling logis adalah runner up.
Persija Jakarta (prediksi: Peringkat 3)
Persija Jakarta adalah klub besar. Masih banyak pemain berkualitas yang tertarik bergabung walau belakangan situasi finansial kurang bagus. Sayang Persija belum sepenuhnya mapan sepanjang mengikuti turnamen pada 2015. Tim ini memiliki misi memperbaiki catatan di turnamen sebelumnya, ketika mereka langsung tersingkir di fase grup. Pelatih anyar Bambang Nurdianyah punya tugas berat walau berhasil mendatangkan M Roby, Rafael Maitimo, Emmanuel Kenmogne dan beberapa pemain bagus lain. Perubahan konsep kepelatihan dari Rahmad Darmawan ke Bambang Nurdiansyah harus dicerna secepat mungkin. Ada peluang bagi Persija untuk mengejutkan, termasuk minimal menjadi runner up. Namun mental mereka masih layak dipertanyakan dan bakal susah payah menggoyang Arema dan Sriwijaya FC.
Persipasi Bandung Raya (prediksi: Peringkat 4)
Memakai pelatih anyar Pieter Huistra, Persipasi berada di jajaran kuda hitam Grup Malang. Sebenarnya tim ini memiliki aset yang tak jelek-jelek amat, ada Kim Jeffrey Kurniawan, Leonard Tupamahu, Gavin Kwan Ansit, Oktovianus Maniani, hingga Gaston Castano. Namun semuanya kembali pada bagaimana Huistra membangun tim ini dalam waktu singkat. Sedangkan sebelumnya Dejan Antonic butuh waktu panjang untuk mematangkan timnya ketika masih bernama Pelita Bandung Raya. Dari aset tim maupun tradisi, Persipasi jelas masih berada di bawah Arema, Sriwijaya FC dan Persija. Hanya kejutan luar biasa yang bisa membuat tim ini lolos dari fase grup, walaupun dengan status runner up terbaik.
Persegres Gresik United (prediksi: Peringkat 5)
Persegres adalah tim paling apa adanya di antara kontestan lain Grup Malang. Hanya mengandalkan pemain lokal tanpa satu pun pemain asing. Logikanya, ketika tim besar saja memakai pemain asing, bagaimana dengan tim medioker yang datang dengan aset terbatas. Melihat daftar skuad yang didaftarkan Persegres ke PJS, rasanya target lolos dari fase grup terlalu muluk buat mereka. Hanya keberuntungan luar biasa yang bisa mewujudkan itu, selain tentunya kerja ekstra ekstra keras. Berat bagi Widodo C Putro untuk menuntut timnya bisa mengimbangi kekuatan lawan yang jauh mentereng. Bayang-bayang kegagalan di Piala Presiden dengan menjadi juru kunci klasemen grup terus menguntit Persegres di PJS.
Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1
HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re
Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan
PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu
RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva
Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian
KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/
Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah
KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am