SEPAKBOLA
Inilah "Kucing dalam Karung" Arema
Senin, 09 Nov 2015 09:08
Apakah ini proses rekrutmen yang selama ini diibaratkan membeli kucing dalam karung? Mungkin saja. Datang ke Malang pada Jumat 6 November 2015 malam, bermain separuh laga pada Sabtu 7 November 2015, kemudian langsung direkomendasi ke manajemen. Proses transfer paling kilat yang pernah dilakukan tim berjuluk Singo Edan.
Padahal biasanya Arema sangat njelimet sebelum resmi mengontrak pemain asing. Jika memang belum pernah berlaga di Indonesia, biasanya pemain harus melalui trial minimal sepekan atau dua pekan. Kecuali jika seorang pemain sudah diketahui kualitasnya, seperti Lancine Kone misalnya.
Tidak ada rekam jejak yang membanggakan terkait dua pemain yang belum pernah mengenal sepak bola Indonesia tersebut. Berasal dari negara yang terkenal atmosfer sepak bolanya, Kiko dan Espinosa justru lebih banyak mondar-mandir di Tim B beberapa klub Spanyol.
Kiko terakhir membela tim di Liga Islandia Kevlafik, sedangkan Espinosa terakhir kali berkarier di Liga Yordania. Mereka sebenarnya berencana menuju Malaysia, tapi karena kompetisi di sana baru usai, kemudian oleh agen yang menaunginya ditawarkan ke klub Indonesia.
Antonio Jose Espinosa adalah seorang pemain tengah yang difungsikan di belakang striker. Tugasnya kira-kira bakal sama dengan Lancine Kone dalam pola 4-2-3-1. Sedangkan Kiko adalah pemain bongsor berposisi bek tengah untuk mengisi peran Fabiano Beltrame.
Walau hanya dimainkan separuh laga saat mengalahkan Arema U-21 dengan skor 7-0, Pelatih Arema Joko Susilo sudah melayangkan rekomendasi untuk dikontrak. Terlepas dari kualitas yang katanya memenuhi syarat, nyatanya Arema memang sudah kehabisan waktu untuk merekrut pemain asing.
"Saya sudah lihat permainannya, tampaknya mereka bagus walau masih membutuhkan adaptasi. Jelas tidak bisa berharap langsung istimewa karena sebelumnya sama sekali belum mengenal sepak bola Indonesia. Semoga bisa langsung memberikan kontribusi besar," jelas Joko.
Jika ingin langsung dilibatkan di PJS, maka keduanya mau tak mau harus melakukan adaptasi singkat. Meningkatkan stamina, mempelajari karakter permainan Arema, sekaligus memahami tugas yang akan diberikan pelatih selama di Malang.
Toni Espinosa berharap dirinya bisa membantu Arema di turnamen PJS mendatang. Diakuinya, pada kesempatan ini dia harus cepat belajar dan beradaptasi karena baru datang ke Malang. "Situasi yang unik karena saya baru datang dan akan langsung bermain. Saya akan berusaha sebaik mungkin," kata Espinosa.
Walau belum tentu dimainkan reguler karena masih tergantung performanya, pemain berposisi playmaker ini ingin membawa Arema berprestasi. "Semoga saya bisa membantu Arema untuk meraih pretasi tertinggi di turnamen nanti," tegas dia.
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr
Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel