BULUTANGKIS
Praveen/Debby Akui Alami Perkembangan Pesat
Sabtu, 14 Nov 2015 11:36
Ini merupakan pertemuan keenam Praveen/Debby dengan Zhang/Zhao. Usai kekalahan ini, keduanya pun langsung mengevaluasi penampilannya.
"Yang perlu diperbaiki dari kami adalah saat mereka mengubah pola permainan. Kami agak telat untuk mengubah pola kami. Tapi secara keseluruhan penampilan kami lebih baik dari pertemuan sebelum-sebelumnya," kata Debby di laman resmi PBSI, Sabtu (14/11/2015).
Pertemuan sebelumnya, Praveen/Debby kontra wakil China tersebut terjadi di BWF World Championships 2015. Saat itu, pasangan ranking sembilan dunia ini justru kalah straight set dengan 13-21 dan 14-21.
"Strategi kami sebenarnya berjalan. Karena di pertemuan sebelumnya kami selalu kalah, tapi kurang ada perlawanan. Kali ini paling tidak walaupun kalah, mereka tidak mengalahkan kami dengan gampang," ujar Debby lagi.
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr
Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel