Opini
Diplomasi Secangkir Kopi
Oleh: Suadi
Minggu, 29 Jan 2017 09:27
SIAPA yang tak kenal minuman berkafein yang disajikan dalam seduhan air panas dengan aroma khas meliuk bersama kepulan asap ini? Secangkir kopi mampu mengusir kantuk, meningkatkan fokus, menyegarkan fikiran, melecutkan inspirasi dan membuat suasana cair. Secangkir kopi bagi sebagian orang, terutama pecinta kopi, tidak hanya sekadar minuman, tetapi berguna sebagai instrumen membangun koneksi, mempererat pertemanan sekaligus alat diplomasi.
Lihatlah warung kopi kian menjamur. Dari kedai kopi pinggir jalan yang menjadi markas abang becak, sopir angkot, sopir bus dan masyarakat menengah ke bawah, hingga gerai-gerai kopi yang dikelola secara modern seperti Starbucks, Nescafe, Dunkin' Donuts yang biasa menjadi tempat nongkrong pebisnis, pengusaha, pejabat, eksekutif muda dan kalangan berduit menengah ke atas.
Aktifitas minum kopi tidak lagi bermakna literal berupa menenggak seduhan air kopi panas dari cangkir atau gelas ke dalam kerongkongan. Tetapi bermakna luas berupa negosiasi, diskusi, membahas kontrak bisnis, atau membangun jaringan (network building). Dalam taraf tertentu, mentraktir secangkir kopi bisa menjadi modal untuk menawan seseorang demi memuluskan urusan penting. Mentraktir secangkir kopi bisa jadi awal mula diplomasi dari mulanya cukup alot berubah menjadi lunak, kompromistis dan melumer dalam pembicaraan akrab sambil menikmati secangkir kopi.
Pamor Kopi Tanah Air
Pamor kopi tanah air naik drastis. Apalagi setelah waralaba gerai-gerai kopi seperti Starbucks, Lavazza, Costa Caffee, Tim Horton dan Dunkin' Donuts serta kopi dalam negeri seperti Torabika meramaikan pasar kopi Indonesia dan dunia. Minum kopi juga kian praktis dengan adanya kopi sachet yang dilengkapi gula. Praktis. Tinggal seduh dengan air panas. Harganya juga amat terjangkau, cukup Rp 1.000 per sachet.
Kopi Indonesia sudah lama menyuplai kebutuhan kopi masyarakat dunia. Terlebih lagi dengan booming-nya kopi luwak yang menjadi andalan Indonesia dan diburu pecinta kopi seluruh dunia dengan harga US$ 150 (Rp 2 juta) per 500 gram. Produksi kopi Indonesia sendiri pada 2016 sebesar 650 ribu ton, nomor empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.
Kopi produksi Indonesia membanjiri cangkir kopi di kedai-kedai kopi luar negeri. Contoh kopi Jawa (Java preanger atau Java coffee) yang memenuhi cangkir kopi di daratan Eropa terutama Belanda. Kopi Toraja - Kalosi yang digemari masyarakat Jepang dan Amerika Serikat. Kopi Gayo asal Aceh juga menjadi salah satu kopi yang dicari masyarakat Amerika Serikat dan Eropa bahkan pernah menjadi salah satu kopi mahal di ajang pameran kopi di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat yang diselenggerakan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). Kopi Wamena dari Papua juga digemari di Amerika, Singapura, Jepang dan Australia. Masih banyak jenis kopi Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri dan digemari masyarakat sana.
Pamor kopi Indonesia dinilai dari banyak aspek seperti tekstur, aroma, citarasa hingga after taste yang enak di lidah. Maka sangat strategis bila kopi tidak sekadar minuman semata, tetapi juga menjadi senjata ampuh untuk diplomasi untuk memuluskan berbagai kepentingan bangsa dan negara.
Tidak ada salahnya Pemerintah Indonesia dan kedutaan besar RI di berbagai negara seluruh dunia memanfaatkan diplomasi secangkir kopi. Bukan rahasia umum banyak hal besar, berat, mencekam dapat diselesaikan lewat obrolan ringan dalam suasana cair sambil minum secangkir kopi. Diplomasi meja makan yang kerap dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengundang pihak-pihak terkait duduk dalam satu meja makan bersama, bisa dipadukan dengan minum secangkir kopi produksi Indonesia.
Keuntungan jadi dua, pertama mencairkan suasana dan mencapai kesepakatan pembicaraan. Kedua, ikut mempromosikan kopi lokal produksi Indonesia.
Diplomasi
Kopi mengandung kafein. Zat ini mempercepat gerak sel-sel tubuh, memunculkan perasaan segar, mata terbuka, rasa kantuk hilang, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan munculnya perasaan gembira. Secangkir kopi cukup membuat mata bergadang semalaman. Menikmati secangkir bertambah lengkap ditemani roti, topik obrolan menarik dan teman mengobrol yang cocok.
Orang-orang yang stress, tertekan dan punya banyak masalah, dianjurkan minum kopi agar fikiran tenang dan fresh. Mungkin saja daerah-daerah konflik di luar sana diakibatkan karena masyarakatnya kurang mengonsumsi kopi. Itu asumsi belaka. Cobalah duduk santai, menikmati secangkir kopi panas dan mendiskusikan beban masalah bersama teman atau orang kepercayaan, bukan mustahil solusi akan muncul dengan cepat.
Jadi, banyak orang rela merogoh kocek dalam demi bisa ngopi di gerai-gerai modern karena di sana tidak cuma untuk menikmati secangkir kopi tetapi sekaligus membeli suasana. Tidak heran secangkir kopi di gerai modern bisa seharga Rp 25.000 sampai Rp 50.000. Suasana menikmati secangkir kopi di gerai modern tidak akan didapatkan dengan menyeduh kopi di rumah sendirian.
Maka tidak heran, aktivitas minum secangkir kopi perlahan menjadi semacam gaya hidup modern. Secangkir kopi sebagai pembuka hari, secangkir kopi teman ngobrol dan diskusi dan dengan sambil menikmati secangkir kopi bisa mendiplomasikan hal-hal penting dalam suasana cair dan akrab.***
* Penulis alumnus UMSU Medan, pecinta kopi lokal
sumber:.analisadaily.com
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya
JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5 dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun
Masuk Ekosistem XLSMART, Defend IT360 Perkuat Keamanan Siber Terintegrasi
JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Defend IT360 meluncurkan logo terbaru tepat di ulang tahun yang kedua. Peluncuran logo ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas dan posisi
Kenapa Biaya Kuliah Jalur Mandiri Lebih Mahal?
JAKARTA â€" Kenapa biaya kuliah jalur mandiri lebih mahal? Biaya pendidikan melalui jalur mandiri memang berbeda dibandingkan jalur prestasi maupun jalur tes. Karena itu, calon mahasisw
Kenapa Zinc dan Vitamin C dalam Suplemen Anak Tidak Dibuat 100 Persen? Begini Penjelasan Dokter
BANYAK orangtua sering kali merasa bingung saat membaca tabel komposisi pada label vitamin anak. Utamanya ketika melihat angka persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) seperti kandungan zi
Tak Perlu Dibuang, Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Jadi Pupuk
JAKARTA â€" Ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap hama ternyata memiliki manfaat besar. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto, mengungkapkan bahw