Jumat, 01 Mei 2026

Opini

Diplomasi Secangkir Kopi

Oleh: Suadi
Minggu, 29 Jan 2017 09:27
net
Ilustrasi

SIAPA yang tak kenal minuman berkafein yang disajikan dalam seduhan air panas dengan aroma khas meliuk bersama kepulan asap ini? Secangkir kopi mampu mengusir kantuk, meningkatkan fokus, menye­gar­kan fikiran, melecutkan ins­pirasi dan membuat suasana cair. Secangkir kopi bagi sebagian orang, terutama pe­­­cinta kopi, tidak hanya sekadar mi­nu­­man, tetapi berguna sebagai instru­men membangun koneksi, mem­per­erat pertemanan sekaligus alat diplo­masi.

Lihatlah warung kopi kian menja­mur. Dari kedai kopi ping­gir jalan yang menjadi markas abang becak, sopir angkot, sopir bus dan masyara­kat menengah ke bawah, hingga ge­rai-gerai kopi yang dikelola secara mo­dern seperti Starbucks, Nescafe, Dunkin' Donuts yang biasa menjadi tem­pat nongkrong pebis­nis, pengu­saha, pejabat, eksekutif muda dan ka­langan berduit menengah ke atas.

Aktifitas minum kopi tidak lagi bermakna literal berupa menenggak seduhan air kopi panas dari cangkir atau gelas ke dalam kerongkongan. Tetapi bermakna luas berupa nego­sia­si, diskusi, membahas kontrak bisnis, atau membangun jaringan (network buil­ding). Dalam taraf tertentu, men­traktir secangkir kopi bisa menjadi modal untuk menawan seseorang demi me­mu­luskan urusan penting. Mentraktir secangkir kopi bisa jadi awal mula diplomasi dari mulanya cukup alot berubah menjadi lunak, kompromistis dan melumer dalam pembicaraan akrab sambil menikmati secangkir kopi.

Pamor Kopi Tanah Air

Pamor kopi tanah air naik drastis. Apalagi setelah waralaba gerai-gerai kopi seperti Starbucks, Lavazza, Costa Caffee, Tim Horton dan Dun­kin' Donuts serta kopi dalam negeri seperti Torabika meramaikan pasar kopi Indonesia dan dunia. Minum kopi juga kian praktis dengan adanya kopi sachet yang dileng­kapi gula. Prak­tis. Tinggal seduh dengan air pa­nas. Harganya juga amat terjang­kau, cukup Rp 1.000 per sachet.

Kopi Indonesia sudah lama me­nyu­plai kebutuhan kopi ma­syarakat du­nia. Terlebih lagi dengan booming-nya kopi luwak yang menjadi andalan In­donesia dan diburu pecinta kopi selu­ruh dunia dengan harga US$ 150 (Rp 2 juta) per 500 gram. Produksi kopi Indonesia sendiri pada 2016 sebesar 650 ribu ton, nomor empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Kopi produksi Indonesia memban­jiri cangkir kopi di kedai-kedai kopi luar negeri. Contoh kopi Jawa (Java prea­nger atau Java coffee) yang me­menuhi cangkir kopi di daratan Eropa ter­utama Belanda. Kopi Toraja - Ka­losi yang digemari masya­rakat Jepang dan Amerika Serikat. Kopi Gayo asal Aceh juga menjadi salah satu kopi yang dicari masyarakat Amerika Seri­kat dan Eropa bahkan pernah menjadi salah satu kopi mahal di ajang pame­ran kopi di Portland, Oregon Conven­tion Center, Amerika Serikat yang diselenggerakan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). Kopi Wamena dari Papua juga digemari di Amerika, Singapura, Je­pang dan Australia. Masih banyak jenis kopi Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri dan digemari masyara­kat sana.

Pamor kopi Indonesia dinilai dari ba­nyak aspek seperti teks­tur, aroma, ci­tarasa hingga after taste yang enak di lidah. Maka sangat strategis bila kopi tidak sekadar minuman semata, te­tapi juga menjadi senjata ampuh un­tuk diplomasi untuk memulus­kan ber­ba­gai kepentingan bangsa dan negara.

Tidak ada salahnya Pemerintah Indonesia dan kedutaan besar RI di berbagai negara seluruh dunia me­man­faatkan diplomasi secangkir kopi. Bu­kan rahasia umum banyak hal be­sar, berat, mencekam dapat di­se­le­sai­kan lewat obrolan ri­ngan dalam sua­sana cair sambil minum secangkir kopi. Diplo­masi meja makan yang ke­rap dilakukan oleh Presiden Joko Wi­dodo dengan mengundang pihak-pi­hak terkait duduk dalam satu meja ma­­kan bersama, bisa dipadukan de­ngan minum se­cangkir kopi produk­­si Indonesia.

Keuntungan jadi dua, pertama men­cairkan suasana dan mencapai ke­sepakatan pembicaraan. Kedua, ikut mempromo­sikan kopi lokal pro­duksi Indonesia.

Diplomasi

Kopi mengandung kafein. Zat ini mempercepat gerak sel-sel tubuh, memunculkan perasaan segar, mata terbuka, rasa kantuk hilang, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan mun­culnya perasaan gembira. Se­cang­­kir kopi cukup membuat mata ber­­gadang semalaman. Menikmati se­­cangkir bertambah lengkap dite­mani roti, topik obrolan menarik dan te­­man mengobrol yang cocok.

Orang-orang yang stress, tertekan dan punya banyak masalah, dianjur­kan minum kopi agar fikiran tenang dan fresh. Mungkin saja daerah-dae­rah konflik di luar sana diakibat­kan karena masyarakatnya kurang me­ngon­sumsi kopi. Itu asumsi bela­ka. Cobalah duduk santai, menikmati se­cang­kir kopi panas dan mendis­ku­si­kan beban masalah bersama teman atau orang kepercayaan, bukan mus­ta­­hil solusi akan muncul dengan cepat.

Jadi, banyak orang rela merogoh kocek dalam demi bisa ngopi di gerai-gerai modern karena di sana tidak cuma untuk menikmati secangkir kopi tetapi sekaligus membeli suas­ana. Tidak heran secangkir kopi di gerai modern bisa seharga Rp 25.000 sampai Rp 50.000. Suasana menik­mati secangkir kopi di gerai modern tidak akan didapatkan dengan menye­duh kopi di rumah sendirian.

Maka tidak heran, aktivitas minum secangkir kopi perlahan menjadi semacam gaya hidup modern. Se­cang­kir kopi sebagai pembuka hari, se­cangkir kopi teman ngobrol dan dis­kusi dan dengan sambil menikmati se­cangkir kopi bisa mendiplomasi­kan hal-hal penting dalam suasana cair dan akrab.***

* Penulis alumnus UMSU Medan, pecinta kopi lokal

sumber:.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA ï¿½" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:37

    Masuk Ekosistem XLSMART, Defend IT360 Perkuat Keamanan Siber Terintegrasi

    JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Defend IT360 meluncurkan logo terbaru tepat di ulang tahun yang kedua. Peluncuran logo ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas dan posisi

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:35

    Kenapa Biaya Kuliah Jalur Mandiri Lebih Mahal?

    JAKARTA â€" Kenapa biaya kuliah jalur mandiri lebih mahal? Biaya pendidikan melalui jalur mandiri memang berbeda dibandingkan jalur prestasi maupun jalur tes. Karena itu, calon mahasisw

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:32

    Kenapa Zinc dan Vitamin C dalam Suplemen Anak Tidak Dibuat 100 Persen? Begini Penjelasan Dokter

    BANYAK orangtua sering kali merasa bingung saat membaca tabel komposisi pada label vitamin anak. Utamanya ketika melihat angka persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) seperti kandungan zi

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:28

    Tak Perlu Dibuang, Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Jadi Pupuk

    JAKARTA â€" Ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap hama ternyata memiliki manfaat besar. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto, mengungkapkan bahw

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.