Dzulmi Eldin Vs Ramadhan Pohan
Selasa, 08 Des 2015 08:43
Pilkada Kota Medan 9 Desember 2015 akan mem-pertemukan Dzulmi Eldin (incumbent) bersama pasangannya Akhyar Nasution ("Benar") dengan pesaingnya Ramadhan Pohan beserta pasangannya Eddie Kusuma ("Redi").
Dengan perkataan lain , Walikota dan Wakil Walikota Medan untk periode 2016-2021 akan diperebutkan pasangan calon (paslon) "Benar" versus "Redi".
Timbul pertanyaan : 1. Bilamana kelak " Benar " yang memenangkan Pilkada, apakah "Benar" akan dapat memimpin Kota Medan secara "benar" ?.
Profesionalitas, kompeten dan dekat dengan rakyatnya, terutama jujur dan transparan didalam memimpin ?. Termasuk, kelak " Benar " sungguh-sungguh sebuah pasangan yang benar, terutama kelak tidak akan tergoda melakukan korupsi ?.
2. Sebaliknya, jika " Redi " yang memenangkan Pilkada , apakah "Redi" memang sudah "ready" (siap) untuk memimpin Medan selama lima tahun ke depan, "berani" mengadakan perubahan kekurangan di birokrasi untuk tujuan benar dan mulia ?.
Berikut, apakah "Redi" memang sudah ready untuk tidak akan melakukan praktik korupsi dan haram lainnya.
Misal, tidak akan menyalahgunakan dana bantuan sosial, dana corporate social responsibility dan lain-lain?. Namun memang sungguh-sungguh mau dan hanya fokus memimpin kota , memenuhi kebutuhan dan kepentingan rakyat Medan semata?.
Siapa Lebih Kuat?
Baik "Benar" maupun :Redi" tentu memiliki berbagai kelebihan sekaligus juga berbagai kekurangan.
Eldin, sosok kalem, tenang dan berwajah "ayah" ini memiliki kelebihan, antara lain, sebagai seorang birokrat ulung, terutama selama empat tahun terakhir ( 2012-2015 ) sejak sang "bos" Rahudman Harapan "tarrahut" ( tersangkut) kasus korupsi, Eldin justru memimpin Medan dengan baik dan kondusif.
Didalam memimpin kota Medan selama kurun waktu tersebut Eldin dinilai telah menunjukkan kualitas kerja baik sebagai seorang birokrat dan dekat pula dengan rakyatnya.
Selama memimpin Kota Medan ini Eldin juga tidak pernah terdengar terkontaminasi korupsi dan manipulasi.
Tapi Eldin sendiri, sebagai manusia biasa tentu memiliki berbagai kekurangan. Semisal, selama memimpin Medan, terutama pembangunan fisik kota dan perhatiannya terhadap penghijauan kota , sepertinya masih kurang maksimal atau biasa-biasa saja.
Soal jalan, selama kepemimpinan Eldin, kerap kita saksikan banyak jalan-jalan rusak dan berlobang serta tak terperhatikan. Juga tertib berlalulintas, jauh kurang.
Kondisi banyak pasar, juga sering terkesan jorok (mengeluarkan bau tidak sedap). Apalagi jika hujan turun maka seolah menjadi tambah runyam sajalah keberadaan pasar-pasar di Medan. Termasuk penataan terhadap pedagang kaki lima, juga tidak beraturan, seolah dibiarkan berkembang secara sendiri-sendiri.
Berikut semakin banyak dan merajalelanya para pengamen jalanan, pengemis dan pedagang asongan dihampir setiap persimpangan lampu merah. Malah tak sedikit yang meminta uang dengan cara-cara memaksa dari para pengemudi mobil pribadi maupun penumpang angkutan kota.
Berisiko, jika tidak diberikan, pengamen dan pengemis memelototkan matanya garang bak seorang jagoan (preman).
Masih banyak lagi berbagai kerawanan sosial lain terjadi di Medan. Seperti perampasan (tas) , juru parkir liar dan lain-lain. Kla mana Eldin dinilai memimpin kurang maksimal , terkesan "terlalu berperasaan" hingga terjadi pembiaran (permisifisme) hingga dikesankan sebagai pemimpin yang hanya cari aman saja.
Padahal, sejatinya seorang pemimpin itu harus mumpuni (elegan) dan mampu sebagai role model (teladan), dimana selain bijaksana juga harus tegas dan tidak ada kata tawar-menawar dengan hukum/peratiuran daerah.
Berharap, jika Eldin kembali terpilih memimpin Medan bersama pasangannya Akhyar maka berbagai kelemahan tersebut harus dibenahi , diperbaiki dan disempurnakan. Termasuk, mempertahankan dan meningkatkan prestasi sepakbola Medan (PSMS) serta merawat stadion sebagai sarana tempat latihan.
Sementara Ramadhan Pohan, kader Partai Demokrat , kendati belum berpengalaman memimpin sebuah daerah/kota, bukan berarti Ramadhan tidak akan mampu memimpin sebuah lembaga birokrat.
Ramadhan memiliki segudang pengalaman didalam memimpin , ikut diberbagai organisasi /partai politik dan pernah menjadi anggota DPR. Sebagai politisi handal hingga saat ini, dirinya "bersih" dari gonjang-ganjing korupsi.
Sehingga Ramadhan yang pengumbar senyum, ramah dan simpatik ini bukannya tidak mungkin akan dapat kelak memenangkan pertarungan Pilkada kali ini.
Ramadhan juga memiliki beberapa skill (keahlian ) , seperti : " Technical Skill", "Managerial Skill", "Conceptional Skill", "Spiritual Skill " dan "Emotional Skill" yang baik.
Technical skill (kemampuan penguasaan tekhnis/mendasar. ) Managerial skill (kemampuan memimpin/memanejeri sebuah organisasi, termasuk kemungkinan daerah/kota dan lain-lain.
Conceptional skill (kemampuan menciptakan dan menjalankan visi dan misi organisasi). Spiritual skill (beriman dan taqwa). Terakhir, Emotionall Skill, yakni kemampuannya untuk dapat mengendalikan emosi.
Sebagaimana pernah ditunjukkannya pada sebuah acara diskusi di televisi, dimana lawan bicaranya karena emosi lalu menghempaskannya buku ke wajahnya, tapi Ramadhan dengan kalem hanya menangkis sambil tertawa.
Sehingga melalui berbagai skil yang dimilikinya tersebut, plus sebagai pengurus partai politik dan pernah pula menjadi anggota DPR RI, tentu Ramadhan memiliki optimisme untuk memimpin Medan yang sewaktu-waktu Ramadhan bisa saja berubah menjadi "kuda hitam ".
Ramadhan seolah berprinsip , semua itu bias karena "belajar didalam" dan berdasar teori lalu dipraktikkan secara baik dan benar.
Terutama kelak didalam memimpin, harus tanpa beban dan selalu dekat dengan rakyatnya. Memimpin secara transparan dan bertujuan mulia, jujur dan tidak akan pernah ada sesuatu hal yang harus ditutup-tutupi hingga berpotensi menimbulkan berbagai syak wasangka.
Sehingga tanpa pernah memimpin secara formal didalam sebuah pemerintahan/birokrat bukan berarti Ramadhan tidak memiliki kemampuan untuk memimpin dan memajukan Medan yang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.
Berharap, jika kelak Ramadhan (bersama Eddie) memenangkan pertarungan Pilkada Kota Medan 2015 , keduanya tentu wajib untuk membenahi dan menyempurnakan sistem birokrasi di Kota Medan.
Menyediakan ruang hijau kota sekitar 30-35% hingga kelak Medan menjadi asri , bersih melalui taman-taman dan tanaman-tanaman hijaunya. Terutama , Ramadhan harus "ready" , bukan hanya mempin kota, tapi juga agar tidak "mencari duit" bahkan melakukan korupsi dengan berbagai trik dan taktik tertentu.
Hal sama, agar Ramadhan juga memperhatikan prestasi dan kesejahteraan PSMS Medan dengan cara positifnya sendiri.
Namun demikian, Ramadhan juga tentu memiliki berbagai kekurangan. Selain banyak yang meragukan kepemimpinannya, sekalipun dirinya merasa sudah banyak belajar teori dan belajar didalam, namun kelemahan Ramadhan lain, meski dirinya dikenal, namun dinilai kurang berakar di masyarakat Kota Medan.
Namun kesemua itu berpulang kembali kepada masyarakat pemilih ( konstituen )-nya dan tentu menjadi sebuah renungan dan pemikiran bagi Ramadhan dan pasangannya untuk lebih menyingsingkan lengan baju didalam memenangkan pertarungan Pilkada.
Harapan dan Penutup
Siapapun pemenangnya, Eldin ataukah Ramadhan, terpenting adalah , pelaksanaan Pilkada Kota Medan 2015 dapat berjalan sukses (aman, tertib, lancar dan kondusif).
Terutama berharap kepada seluruh masyarakat kota Medan untuk menggunakan hak pilihnya ( tidak golput) . Sebab , ikut memilih merupakan tanggung jawab moral pribadi setiap warga kota Medan.
Juga berharap, kelak : "Medan Rumah Kita" bukan lagi sekedar slogan atau retorika belaka , tapi menjadi fakta, bahwa kita memang merasa enak dan nyaman tinggal di rumah kita.
Selamat memilih sesuai hati nurani masing-masing !(analisadaily.com)
Opini
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya
JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5 dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun
Masuk Ekosistem XLSMART, Defend IT360 Perkuat Keamanan Siber Terintegrasi
JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Defend IT360 meluncurkan logo terbaru tepat di ulang tahun yang kedua. Peluncuran logo ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas dan posisi
Kenapa Biaya Kuliah Jalur Mandiri Lebih Mahal?
JAKARTA â€" Kenapa biaya kuliah jalur mandiri lebih mahal? Biaya pendidikan melalui jalur mandiri memang berbeda dibandingkan jalur prestasi maupun jalur tes. Karena itu, calon mahasisw
Kenapa Zinc dan Vitamin C dalam Suplemen Anak Tidak Dibuat 100 Persen? Begini Penjelasan Dokter
BANYAK orangtua sering kali merasa bingung saat membaca tabel komposisi pada label vitamin anak. Utamanya ketika melihat angka persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) seperti kandungan zi
Tak Perlu Dibuang, Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Jadi Pupuk
JAKARTA â€" Ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap hama ternyata memiliki manfaat besar. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto, mengungkapkan bahw