Hari Ibu dan Siaran Hari Minggu
Selasa, 22 Des 2015 09:58
Selintas mungkin kita akan bertanya ada apa dengan hari ibu dengan siaran hari Minggu? Memang tidak ada hubungannya tentang hari ibu dan siaran di hari Minggu. Karena hari ibu yang tahun ini jatuh pada Selasa tidak akan disiarkan di hari Minggu. Jika ada yang merayakannya mungkin tak semeriah perayaan tahun baru. Ini tentang siaran-siaran hari minggu yang harus diketahui kaum ibu.
Siaran hari Minggu kini jauh dari kata bagus untuk anak. Padahal hari minggu pagi mungkin waktu yang tepat untuk anak berada di depan televisi. Karena di pagi hari selain hari Minggu, mereka sibuk dengan aktivitas sekolah. Tetapi kenyataanya siaran-siaran di hari Minggu telah dijajah. Tak ada lagi waktu untuk anak seperti dulu. Semua siarannya sudah bernuansa dewasa. Mau tak mau, ibu yang cerdas harus menyingkirkan anaknya dari depan televisi.
Siaran dulu dan sekarang sungguh sangat berbeda. Dulu anak Indonesia hari Minggunya masih dimanjakan dengan siaran-siaran anak dari pagi sampai siang. Ada serial kartun dan lain sebagainya yang memang diperkhususkan untuk anak-anak. Hal itu lantas membuat anak betah untuk menghabiskan waktu liburannya di rumah. Tetapi sekarang semuanya sudah menghilang. Apalagi ketika pemilik stasiun televisi yang hanya memikirkan keuntungan menyerang.
Siaran hari Minggu sekarang malah banyak mempertontonkan acara yang seharusnya dikonsumsi oleh orang dewasa. Memang ada juga siaran musik pada Hari Minggu bertemakan anak-anak. Tetapi di dalamnya para host mengumbar tentang kehidupan host lainnya (gosip) dengan nuansa becandaan. Ditambah lagi para host dan bintang tamu berpakaian mini yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak. Durasinya pun tidak lama mungkin hanya satu sekmen saja.
Serial kartun kini menghilang. Hanya ada beberapa saja yang menyiarkannya. Durasinya juga hanaya sekitar satu jam. Diganti dengan siaran infotainment yang bisa sampai satu jam lebih. Itu kalau infotaiment biasa, kalau ada edisi spesial mungkin bisa sampai dua jam. Ditambah dengan serial FTV yang selau mempertontonkan kisah cinta orang dewasa. Atau acara musik yang musiknya hanya 10 persen saja karena yang lainnya diisi dengan jogetan yang tak jelas. Atau becandaan yang mengarah ke kehidupan pribadi para artis.
Sungguh sangat disayangkan. Lantas dimana jam anak untuk bisa menikmati televisi. Kalau siaran saat ini sudah tidak ada yang bisa lagi untuk mereka konsumsi.
Tapi ketika tidak ada bukan berarti mereka tidak menonton. Anak-anak sekarang malah ikut mengkonsumsi acara seperti yang penulis ceritakan. Acara yang hanya bisa mengumbar kekayaan dan tidak ada unsur mendidik sama sekali. Jadi jangan salahkan anak yang tumbuh sebelum waktunya. Karena tontonannya saja sudah mengarah ke acara dewasa. Apalagi di hari Minggu, hari dimana para penontonnya kebanyakan anak-anak.
Ini yang seharusnya kaum ibu sadarai dan ketahui. Negara kita sudah menjadi negara apatis untuk masa depan anak Indonesia. Bagaimana tidak siaran-siaran yang malah menurunkan moral anak-anak Indonesia hanya dibiarkan begitu saja. Ditambah lagi para bos-bos pemilik media yang tidak peduli dengan hal ini. Asal keuntungannya banyak produksi siaran akan terus dilanjutkan.
Sebagai kaum ibu yang kita sepakati bahwa ditangannyalah ada generasi penerus bangsa, harus turun tangan. Sudah bukan waktunya lagi kaum ibu diam dengan hal ini. karena siaran-siaran saat ini sudah menunjukkan ketidaksehatannya. Tidak lagi mementingkan unsur mendidik untuk anak. Yang ada hanya menghancurkan moral anak. Karena tak ada lagi hari Minggu yang ceria untuk anak seperti dulu. Jika dibandingkan dulu dan sekarang, hari Minggu anak sekarang sangat kelabu.
Siaran Hari Minggu
Selain berfungsi untuk informasi, hiburan dan kontrol sosial, media (termasuk televisi) juga berfungsi untuk mendidik. Tapi nampaknya fungsinya untuk mendidik jauh panggang dari api. Kini banyak siaran-siaran yang tak mendidik "berkeliaran". Padahal teguran sudah dilayangkan oleh KPI terhadap siaran-siaran yang dianggap tidak mendidik. Tetapi sama saja, para bos media punya seribu cara untuk mengatasinya.
Memang tak ada aturan tentang siaran hari Minggu yang diperkhususkan untuk anak. Tetapi melihat siaran televisi sekarang yang banyak tak mendidik sangat berbahaya untuk dikonsumsi anak-anak. Parahnya lagi ada ajang pencarian bakat untuk anak tetapi malah kebablasan sehingga membentuk anak menjadi dewasa.
Salah satu contohnya ada salah satu stasiun televisi swasta yang di acara musiknya ada kompetisi dubbox (seperti dub smash) untuk anak. Ketika host menanyakan namanya ia mengatakan namanya adalah Cantika bla bla bla pacarnya Raffi Ahmad. Bayangkan saja anak umur sekitar lima tahun berbicara soal pacar.
Sungguh ironis jika kita melihat hal seperti itu. Tetapi hal ini wajar terjadi jika seluruh siaran televisi Indonesia minim waktu untuk anak-anak. Jadi tidak perlu heran jika anak kecil zaman sekarang berbicara soal cinta-cintaan. Bukan lagi berbicara tentang siapa tokoh di kartun atau serial anak lainnya yang menjadi idola mereka.
Saatnya para orang dewasa berpikir tentang masalah ini. minimal anak mendapatkan tontonan yang layak di hari mereka, yaitu hari Minggu. Karena di hari itu para audiens ataupun penonton yang banyak adalah anak-anak. Karena televisi juga merupakan alat komunikasi Massa yang paling efektif untuk mempengaruhi masyarakat. Jadi jika televisinya saja tidak sehat bagaimana dengan masyarakatnya. Apalagi jika sampai dikonsumsi oleh anak-anak.
Hari Ibu
Seperti yang penulis sampaikan sebelumnya bahwa memang tak ada hubungannya hari ibu dengan siaran hari Minggu. Tetapi penulis harap hari ibu bisa dijadikan momentum untuk memikirkan hal-hal yang telah penulis paparkan. Jadikan hari ibu sebagai moment untuk para ibu memikirkan generasi bangsa. Karena ditangan ibulah pertama kali generasi bangsa ini terbentuk. Ditangan ibu jugalah para anak mendapatkan pelajaran.
Jangan sampai siaran yang tidak sehat mempengaruhi masa depan anak dan juga generasi bangsa ini. jangan sampai anak tumbuh dewasa sebelum waktunya. Kaum ibu masih punya waktu untuk melindungi anaknya dari hal-hal seperti itu. Ibu yang cerdas pasti akan menyingkirkan anak-anaknya dari tontonan yang tak berkualitas. Meskipun saat ini memang banyak tontonan yang tak berkualitas.
Hari ibu harus menjadi momentum untuk mengatasi itu semua. Ingat siaran yang tidak sehat itu tidak akan terus disiarkan kalu tidak mendapatkan keuntungan. Keuntungan tentunya didapatkan oleh iklan. Dan iklan tentunya diperoleh dengan adanya rating dari siaran tersebut. Rating yang tinggi berarti mengahasilkan iklan dan keuntungan yang besar. Rating yang tinggi didapatkan karena masyarakat banyak yang menontonnya.
Kalau saja para ibu sepakat untuk mematikan televisi di rumah ketika jam-jam siaran yang tidak sehat mungkin rating siaran tersebut akan anjlok. Tentunya ketika anjlok pendapatan akan berkurang dan npemilik media akan mengubah siaran sesuai apa yang dibutuhkan bukan yang menghasilkan banyak uang dan mempengaruhi masyarakatnya.
Atau kalau saja seluruh ibu di Indonesia ini sepakat tidak akan membeli produk yang mensponsori atau memasang iklan di siaran televisi itu, mungkin para bos-bos Media akan mengembalikan lagi sistem penyiaran yang sehat. Sesuai dengan keinginan masyrakatnya. Jadi hal ini harus dimulai dari masyrakatnya terutama kaum ibu yang kebanyakan punya kendali.
Memeng seharusnya masyarakat yang bertindak. Karena percuma mengharapkan pemerintah untuk merevisi Undang-Undang penyiaran dan memberikan hak sepenuhnya untuk KPI mencopot siaran. Karena yang kita ketahui kebanyakan dari mereka yang duduk di senayan sana juga termasuk pemilik media.
Jadikan hari ibu untuk menunjukkan bahwa kaum ibu peduli akan hal ini. saatnya mengembalikan siaran hari Minggu anak dan tutup siaran yang merusak moral anak. penulis yakin di tangan ibu generasi bangsa ini akan terbentuk. Di tangan ibu generasi bangsa ini bisa maju. Sekarang giliran kaum ibu yang bertindak. Tunjukan pada dunia perempuan di Indonesia bisa menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas.
(analisadaily.com)
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p