Senin, 03 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Menempati Rumah Condong: Untuk Memperbaiki, Bukan Numpang Berteduh

Opini

Menempati Rumah Condong: Untuk Memperbaiki, Bukan Numpang Berteduh

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 03 Agu 2026 08:57
BAYANGKAN sebuah rumah tua yang telah lama dihuni bersama. Atapnya bocor ketika hujan turun. Dindingnya penuh retakan. Tiang-tiang penyangga mulai miring. Lantainya lapuk dan berderit setiap kali diinjak. Sebagian kecil penghuni sudah terbiasa dengan keadaan itu. Mereka bahkan menganggap kerusakan adalah kesempatan untuk mengais keuntungan dengan cara terus merusak, dan sudah menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari.

Lalu datang sekelompok orang yang ingin memperbaikinya. Mereka menambal atap yang bocor, memperkuat fondasi, meluruskan tiang yang condong, dan mengganti bagian-bagian yang mulai rapuh. Anehnya, tak semua menyambutnya. Ada yang mencibir sebelum pekerjaan dimulai. Ada yang menebar prasangka. Ada yang sibuk mencari-cari kekurangan para pekerja. Bahkan ada yang berharap rumah itu tetap retak dan condong.


Mengapa?

Karena rumah yang rusak sering kali menciptakan ruang-ruang yang nyaman bagi sebagian orang yang bermental tikus. Di sela retakan itulah kepentingan tikus tumbuh. Di balik dinding yang rapuh, aturan menjadi longgar. Ketika rumah mulai diperbaiki, ruang untuk menikmati keadaan lama semakin menyempit.


Perubahan memang tidak sekadar soal membangun. Perubahan berarti mengubah kebiasaan. Dan tidak semua orang siap kehilangan kenyamanan yang selama ini mereka nikmati.

Namun, sebuah pertanyaan sederhana perlu kita renungkan. Jika rumah yang kita tinggali bocor, apakah kita memilih ikut menambalnya, atau sibuk memperdebatkan warna ember untuk menampung air dari atap yang bocor? Jika tiangnya mulai miring, apakah kita membantu membuat penyangga, atau malah berharap rumah itu roboh agar dapat berkata, “Bukankah sejak awal sudah saya bilang?”


Dalam kehidupan berbangsa, pilihan-pilihan seperti itulah yang menentukan masa depan. Indonesia adalah rumah bersama. Rumah yang dibangun dengan pengorbanan para pendiri bangsa, dirawat oleh banyak generasi, dan kini diwariskan kepada kita. Tentu rumah sebesar ini tidak pernah luput dari kerusakan. Akan selalu ada bagian yang harus dibenahi, aturan yang harus diperbaiki, dan fondasi yang harus diperkuat agar tetap mampu menghadapi perubahan zaman.

Tidak semua proses perbaikan berjalan sempurna. Bahkan, mungkin ada kekeliruan yang harus dikoreksi. Karena itu, kritik tetap diperlukan. Tetapi, kritik yang sehat sejatinya seperti lampu penerang bagi pekerja, bukan badai yang sengaja dihadirkan untuk merobohkan bangunan.


Bangsa ini tidak membutuhkan penonton yang bersorak ketika ada retakan baru. Bangsa ini membutuhkan warga yang bersedia mengangkat batu, memegang paku dan palu, membersihkan puing, atau sekadar menjaga agar pekerjaan perbaikan dapat berlangsung dengan baik.

Gotong royong bukan hanya tradisi. Ia adalah cara berpikir. Kesadaran bahwa rumah ini terlalu berharga untuk diserahkan kepada segelintir orang, dan terlalu besar untuk diperbaiki sendirian.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang pernah tinggal di rumah ini. Sejarah akan mengingat siapa yang ikut memperbaikinya, siapa yang menjaga agar tetap berdiri, dan siapa yang justru menikmati ketika rumah itu hampir runtuh.

Indonesia sedang terus berbenah. Barangkali yang paling penting bukanlah bertanya siapa yang sedang memegang palu. Yang lebih penting adalah bertanya kepada diri sendiri: Ketika rumah ini sedang diperbaiki, saya memilih bagian dari solusi atau justru bagian dari kerusakan?

Sebab rumah ini bukan dimiliki oleh satu orang, bukan milik satu kelompok, dan bukan milik satu generasi. Rumah ini adalah Indonesia.

Dan sebaik-baik penghuni rumah bukanlah mereka yang paling lantang mengeluh, melainkan mereka yang rela ikut memperkokoh tiang-tiangnya agar tetap tegak bagi anak cucu yang akan datang.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/menempati-rumah-condong-untuk-memperbaiki-bukan-numpang-berteduh.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki