Rabu, 29 Apr 2026

Apa Itu Ilmu Genomik?

Senin, 07 Des 2015 11:37
Dok. UMY
Masyarakat Indonesia masih minim informasi tentang Ilmu Genomik.
JAKARTA - Mungkin 'ilmu genomik' masih asing di telinga mahasiswa apalagi masyarakat. Hal itu disebabkan perkembangannya yang begitu minim di kalangan masyarakat Indonesia.

Genomik merupakan sebuah studi mengenai seluruh genome dari suatu organisme. Hal itu tentu berbeda dengan Genetically Modified Organism (GMO), yang biasa dikenal dengan rekayasa genetik. Ilmu genomik ini berfokus pada gen-gen yang dimiliki oleh makhluk hidup. Baik itu pada tumbuhan, hewan, maupun manusia serta epic genetic.

Ahli Ilmu Genomik asal Indonesia, Arief Budiman, PhD mengungkapkan mengapa proyek pada genome diperlukan.

"Dengan proyek genome, kita bisa mengkatalogkan gen-gen pada makhluk hidup, gen seperti apa yang dapat menimbulkan penyakit atau menciptakan bibit unggul," ungkapnya seperti dikutip dari laman UMY, Senin (7/12/2015).

Selain itu, manfaat yang didapat dari mempelajari ilmu genomik yakni kita bisa mengklarifikasikan gen. Di Indonesia, hanya ada segelintir orang yang mengerti mengenai ilmu genomik. Hal tersebut disebabkan sejumlah kendala.

"Kami baru melakukan penelitian genomik terhadap kelapa sawit di negara Malaysia karena proses perizinan oleh pemerintah di Malaysia tidak membutuhkan waktu dan proses yang lama. Berbeda dengan di Indonesia yang prosesnya panjang, sehingga saat ini yang dapat kami lakukan hanya sekedar penyampaian ilmu, belum pada tahap penelitian," ujarnya.

Arif menyampaikan, banyak negara-negara yang sedang mengembangkan ilmu genomik tersebut, tujuannya agar menciptakan bibit-bibit unggul pada komoditi di negaranya.

"Amerika, Eropa, Jepang, Korea, China, Selandia baru, bahkan negara tetangga kita, Singapura dan Malaysia sudah mengembangkan ilmu genomik. Jepang mengembangkan genomik untuk padi, ulat sutra, jamur, alga merah," imbuhnya.

Dunia global kerap memberi cap negatif pada genomik dulunya. Dianggapnya, ilmu genomik yang diaplikasikan pada kelapa sawit bisa merusak hutan. Padahal setelah Malaysia mencobanya, hutan-hutan menjadi subur serta kelestariannya pun semakin terjaga.

Indonesia sendiri masih minim akan informasi terkait dengan ilmu genomik. Arif berharap agar nantinya para mahasiswa bisa mengembangkannya.

"Bahwa kelak para mahasiswa dapat meneliti dan mengembangkan genomik untuk kemajuan komoditi Indonesia," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.