Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Bersanding dengan Doktor, Mahasiswa UMY Pamer Riset di China

KAMPUS

Bersanding dengan Doktor, Mahasiswa UMY Pamer Riset di China

Sabtu, 21 Nov 2015 15:21
dok. UMY
Dua mahasiswa UMY, Aisyah Mumary dan Aristianto dalam 13th Asia TEFL International Conference di China.

JAKARTA - Usia masih muda. Namun dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini membuktikan, mereka mampu bersaing dengan kelompok ahli yang lebih senior.

Betapa tidak, dalam 13th Asia TEFL International Conference (Creating the Future for ELT in Asia: Opportunities and Directions) di Nanjing International Youth Cultural Center, Nanjing, China, awal bulan lalu, mereka menjadi satu-satunya peserta jenjang sarjana yang memamerkan hasil riset. Sedangkan peserta konferensi lainnya merupakan para pakar bergelar master bahkan doktor.

Keduanya adalah Aisyah Mumary Songbatumis dan Aristianto. Kerennya lagi, duet mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UMY itu baru duduk di semester lima.

Aisyah menjelaskan, meski paling muda, peserta lain sangat antusias terhadap mereka. Bahkan, keduanya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari peserta, juri, dan moderator di konferensi tersebut.

"Bahkan selesai presentasi banyak peserta yang berdiri dan meminta berfoto bersama. Alasannya, mereka ingin memotivasi para mahasiswanya agar bisa melakukan apa yang kami lakukan," tutur Aisyah, seperti dinukil dari keterangan tertulis UMY, Sabtu (21/11/2015).

Menurut Aisyah, awalnya dia dan Aris hanya iseng mengikuti call for paper untuk konferensi tersebut. Meski iseng, keduanya serius menggarap penelitian tentang Intercultural Awareness dalam Belajar Bahasa Inggris serta menuangkan hasilnya dalam jurnal ilmiah.

Aisyah dan Aris mengajukan makalah berjudul Dalam makalah bertajuk "Reinforching Intercultural Awareness Teaching in EFL Classroom True Clarify The Types and Advance". Keduanya kemudian mempresentasikan hasil penelitian mereka selama 20 menit di hadapan seluruh peserta. Usai presentasi, peserta konferensi memberondong Aisyah dan Aris dengan berbagai pertanyaan.

"Di samping menanyakan tentang penelitian yang kami lakukan, banyak juga yang bertanya tentang seperti apa pendidikan di Indonesia," tutur Aisyah.

Sepulangnya dari China, Aisyah dan Aris mengaku memetik berbagai pengalaman luar biasa. Keduanya menjadi lebih semangat dalam berkarya. Bahkan, saat ini mereka sedang merancang penelitian lagi untuk mengikuti konferensi tahun depan.

"Berikan manfaat kepada orang lain meskipun itu dalam lingkup yang kecil. Kami bangga bisa berkontribusi dan memberikan ide tentang dunia pendidikan," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.