Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Bersanding dengan Doktor, Mahasiswa UMY Pamer Riset di China

KAMPUS

Bersanding dengan Doktor, Mahasiswa UMY Pamer Riset di China

Sabtu, 21 Nov 2015 15:21
dok. UMY
Dua mahasiswa UMY, Aisyah Mumary dan Aristianto dalam 13th Asia TEFL International Conference di China.

JAKARTA - Usia masih muda. Namun dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini membuktikan, mereka mampu bersaing dengan kelompok ahli yang lebih senior.

Betapa tidak, dalam 13th Asia TEFL International Conference (Creating the Future for ELT in Asia: Opportunities and Directions) di Nanjing International Youth Cultural Center, Nanjing, China, awal bulan lalu, mereka menjadi satu-satunya peserta jenjang sarjana yang memamerkan hasil riset. Sedangkan peserta konferensi lainnya merupakan para pakar bergelar master bahkan doktor.

Keduanya adalah Aisyah Mumary Songbatumis dan Aristianto. Kerennya lagi, duet mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UMY itu baru duduk di semester lima.

Aisyah menjelaskan, meski paling muda, peserta lain sangat antusias terhadap mereka. Bahkan, keduanya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari peserta, juri, dan moderator di konferensi tersebut.

"Bahkan selesai presentasi banyak peserta yang berdiri dan meminta berfoto bersama. Alasannya, mereka ingin memotivasi para mahasiswanya agar bisa melakukan apa yang kami lakukan," tutur Aisyah, seperti dinukil dari keterangan tertulis UMY, Sabtu (21/11/2015).

Menurut Aisyah, awalnya dia dan Aris hanya iseng mengikuti call for paper untuk konferensi tersebut. Meski iseng, keduanya serius menggarap penelitian tentang Intercultural Awareness dalam Belajar Bahasa Inggris serta menuangkan hasilnya dalam jurnal ilmiah.

Aisyah dan Aris mengajukan makalah berjudul Dalam makalah bertajuk "Reinforching Intercultural Awareness Teaching in EFL Classroom True Clarify The Types and Advance". Keduanya kemudian mempresentasikan hasil penelitian mereka selama 20 menit di hadapan seluruh peserta. Usai presentasi, peserta konferensi memberondong Aisyah dan Aris dengan berbagai pertanyaan.

"Di samping menanyakan tentang penelitian yang kami lakukan, banyak juga yang bertanya tentang seperti apa pendidikan di Indonesia," tutur Aisyah.

Sepulangnya dari China, Aisyah dan Aris mengaku memetik berbagai pengalaman luar biasa. Keduanya menjadi lebih semangat dalam berkarya. Bahkan, saat ini mereka sedang merancang penelitian lagi untuk mengikuti konferensi tahun depan.

"Berikan manfaat kepada orang lain meskipun itu dalam lingkup yang kecil. Kami bangga bisa berkontribusi dan memberikan ide tentang dunia pendidikan," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.