Sabtu, 20 Jun 2026

Bidikmisi Memutus Rantai Kemiskinan

Selasa, 10 Nov 2015 08:59
Okezone
Sekjen Direktorat Belmawa Kemristekdikti Sutrisna Wibawa mengunjungi salah satu penerima beasiswa Bidikmisi di Malang.

MALANG - Pendidikan menjadi salah satu penentu kesejahteraan suatu bangsa. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan yang tinggi dan berkualitas lantaran terkendala biaya.

Guna menjawab permasalahan tersebut, sejak 2010 hingga sekarang pemerintah mengeluarkan beasiswa Bidikmisi yang bertujuan memutus rantai kemiskinan. Sebab melalui Bidikmisi, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan kuliah tanpa mengeluarkan biaya.

Melalui sebuah talkshow di Universitas Brawijaya (UB), Senin, 9 November, malam, Sekretaris Jenderal Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Sutrisna Wibawa mengatakan, beasiswa Bidikmisi memberi kesempatan bagi masyarakat kurang mampu dan punya akademis baik untuk kuliah.

"Program ini untuk siswa SMA kelas XII. Mereka yang memenuhi syarat akan dipantau untuk bisa ikut SNMPTN," ujarnya.

Dia menuturkan, persaingan mendapat Bidikmisi sangat ketat. Pada 2015, ungkap Sutrisna, ada sekira 200 ribu pendaftar bidikmisi. Sementara yang diterima 60 ribu orang saja.

"Kuncinya itu giat belajar, tidak usah memikirkan uang biaya kuliah. Dengan Bidikmisi diharapkan minat belajar lebih tinggi," imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI, HM Ridwan Hisjam pada kesempatan yang sama berpendapat bahwa program Bidikmisi mempunyai tujuan yang bagus, namun masih perlu perbaikan untuk menyelesaikan kendala di lapangan.

"Masalah utamanya karena masih kurang anggaran. Setidaknya anggaran untuk pendidikan itu 20 persen dari APBN. Namun, kenyataanya Kemristekdikti hanya dapat Rp39 triliiun," terangnya.

Ridwan menambahkan, pemerintah harus berani membuat kebijakan supaya anggaran yang digelontorkan bisa tepat sasaran. Pasalnya, dia tak menampik jika saat ini beberapa mahasiswa dari kalangan mengengah mendapat Bidikmisi, sedangkan yang benar-benar kurang mampu justru tidak bisa mendapatkannya.

"Anggaran Bidikmisi 2016 sama dengan tahun 2015, tidak ada penambahan atau pengurangan," tandasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.