- Home
- Pendidikan
- Bidikmisi Memutus Rantai Kemiskinan
Bidikmisi Memutus Rantai Kemiskinan
Selasa, 10 Nov 2015 08:59
MALANG - Pendidikan menjadi salah satu penentu kesejahteraan suatu bangsa. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan yang tinggi dan berkualitas lantaran terkendala biaya.
Guna menjawab permasalahan tersebut, sejak 2010 hingga sekarang pemerintah mengeluarkan beasiswa Bidikmisi yang bertujuan memutus rantai kemiskinan. Sebab melalui Bidikmisi, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan kuliah tanpa mengeluarkan biaya.
Melalui sebuah talkshow di Universitas Brawijaya (UB), Senin, 9 November, malam, Sekretaris Jenderal Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Sutrisna Wibawa mengatakan, beasiswa Bidikmisi memberi kesempatan bagi masyarakat kurang mampu dan punya akademis baik untuk kuliah.
"Program ini untuk siswa SMA kelas XII. Mereka yang memenuhi syarat akan dipantau untuk bisa ikut SNMPTN," ujarnya.
Dia menuturkan, persaingan mendapat Bidikmisi sangat ketat. Pada 2015, ungkap Sutrisna, ada sekira 200 ribu pendaftar bidikmisi. Sementara yang diterima 60 ribu orang saja.
"Kuncinya itu giat belajar, tidak usah memikirkan uang biaya kuliah. Dengan Bidikmisi diharapkan minat belajar lebih tinggi," imbuhnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI, HM Ridwan Hisjam pada kesempatan yang sama berpendapat bahwa program Bidikmisi mempunyai tujuan yang bagus, namun masih perlu perbaikan untuk menyelesaikan kendala di lapangan.
"Masalah utamanya karena masih kurang anggaran. Setidaknya anggaran untuk pendidikan itu 20 persen dari APBN. Namun, kenyataanya Kemristekdikti hanya dapat Rp39 triliiun," terangnya.
Ridwan menambahkan, pemerintah harus berani membuat kebijakan supaya anggaran yang digelontorkan bisa tepat sasaran. Pasalnya, dia tak menampik jika saat ini beberapa mahasiswa dari kalangan mengengah mendapat Bidikmisi, sedangkan yang benar-benar kurang mampu justru tidak bisa mendapatkannya.
"Anggaran Bidikmisi 2016 sama dengan tahun 2015, tidak ada penambahan atau pengurangan," tandasnya.
(okezone.com) Pendidikan
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem