- Home
- Pendidikan
- Demi Kedisiplinan dan Kesadaran, Pihak Sekolah SDN 003 Dayung Tahan Rapot Siswa
Demi Kedisiplinan dan Kesadaran, Pihak Sekolah SDN 003 Dayung Tahan Rapot Siswa
Laporan : Sahril Ramadhana
Senin, 11 Jan 2016 19:43
DAYUN - Kebijakan pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Dayun, yang menahan rapor salah seorang siswa saat penyerahan rapor beberapa hari yang lalu, dianggap kurang tepat oleh salah seorang wali murid. Mengingat apa yang telah diperbuat oleh pihak sekolah tersebut dianggap hal yang merugikan siswa.
Padahal, kebijakan yang diberlakukan oleh pihak sekolah tersebut, merupakan kesepakatan seluruh para guru dan para orang tua siswa, bahwa bagi siswa yang belum melunasi iuran untuk pembangunan sejumlah fasilitas sekolah, maka penyerahan rapornya ditunda. Sebagaimana dijelaskan oleh Kasek SDN 03 Dayun M Kamal, Senin (11/1).
"Terkait penundaan penyerahan rapor salah seorang siswa di sekolah kami itu, bukan kami memaksa agar siswa melunasi iuran terlebih dahulu, tapi itu merupakan kesepakatan yang sudah disetujui oleh seluruh guru dan orang tua siswa pada rapat yang kami gelar beberapa waktu lalu, sebagai sarana untuk menanamkan kesadaran dan kedisiplinan bersama di sekolah ini," jelas Kamal.
Diketahui, di SDN 03 Dayun itu ada beberapa siswa yang belum dan enggan melunasi iuran sebesar Rp100.000, yang mana iuran tersebut dipungut oleh pihak sekolah untuk biaya pembangunan sejumlah fasilitas penting yakni lapangan badminton, lapangan Volly mini dan lapangan takraw. Dan iuran tersebut pembayarannya juga dengan cara dicicil, bukan dengan paksaan harus lunas sekali bayar.
"Iuran yang kami pungut kepada para siswa itu, pembayarannya dengan cara dicicil Rp 25.000/bulan, dan kami beserta para guru juga turut iuran, karena uang tersebut memang sangat kita butuhkan untuk keperluan pembangunan sejumlah fasilitas di sekolah kami ini, dan itu sudah berjalan sejak satu tahun yang lalu," imbuhnya.
Lebih lanjut Kasek menyebutkan, bilamana orang tua siswa tersebut memang tidak mampu untuk membayar iuran, maka pihak sekolah tetap akan menyerahkan rapor tersebut kepada yang bersangkutan, dan tidak menahannya. Namun pihak sekolah hanya minta pihak orang tua menjelaskan alasannya terkait penolakannya membayar iuran bersama itu. Dan mengingatkan bagi para wali murid yang belum melunasi iuran itu saat pengambilan rapor kemarin.
"Dari sekian banyak wali murid, mereka semua setuju dengan kebijakan yang telah kita sepakati itu, dan hanya ada satu wali murid saja yang merasa dirinya keberatan, sehingga kemarin ia protes kepada salah satu guru kelas di sini," tandasnya.(ril)
Pendidikan
Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1
HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re
Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan
PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu
RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva
Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian
KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/
Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah
KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am