Sabtu, 20 Jun 2026

Kampus

Dewan Guru Besar UGM juga Tolak Impor Rektor Asing

Selasa, 06 Agu 2019 14:42
Detik.com
Foto: Dok Humas UGM
YOGYAKARTA - Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta periode 2018-2021, Koentjoro, mengkritik dan menolak wacana impor rektor asing yang digulirkan Menristekdikti, M Nasir.

"Kalau saya menolak sebagai pribadi maupun (tidak)," ujar Mantan Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) ini saat dihubungi wartawan, Selasa (6/8/2019).

Koentjoro justru bertanya balik kepada Menristekdikti mengapa Indonesia harus mengimpor rektor asing. Jika ada persoalan dalam manajemen kepengelolaan perguruan tinggi, maka ia mempertanyakan apa persoalannya.

"Apakah kalau (impor) rektor asing itu kemudian terselesaikan masalahnya? Masalahnya (sehingga harus impor) rektor asing itu apa? Manajemennya yang salah di mana?" tegasnya.

Jika ada kriteria yang belum dipenuhi rektor dalam negeri, maka Koentjoro meminta Menristekdikti untuk membeberkannya.

"Mosok orang Indonesia nggak bisa seperti itu (memenuhi kriteria yang diinginkan Kemenristekdikti)," tuturnya.

Menristekdikti, kata Koentjoro, justru terkesan tak menghargai bangsa sendiri. Ia juga menolak apabila kementerian dalam mengukur kualitas perguruan tinggi dalam negeri dengan membandingkannya dengan perguruan tinggi luar negeri.

"Menyangkut masalah kualitas perguruan tinggi, itu kalau menurut saya tidak apple to apple. Kenapa? Karena kalau di luar negeri itu yang namanya universitas memiliki laboratorium-laboratorium yang sangat modern dan canggih. Kita, laboratorium zaman Belanda masih kita pakai," jelasnya.

Koentjoro juga berpendapat keberadaan rektor asing justru akan menjadi persoalan di kemudian hari. Sebab saat ini masih banyak dosen di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris.

"Apakah tidak melihat bahwa gap antara rektor dengan dosen yang tidak bisa berbahasa Inggris semakin lebar, apakah itu tidak menjadi persoalan. Itu kalau menurut saya ada suatu persoalan yang harus kita pahami," tutupnya.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.