- Home
- Pendidikan
- Di Bengkalis Sekolah Diminta Stop Semua Pungutan
Di Bengkalis Sekolah Diminta Stop Semua Pungutan
Laporan : Supriyanto
Senin, 26 Okt 2015 09:59
BENGKALIS-Diduga masih adanya berbagai pungutan yang dibebankan pihak sekolah kepada orang tua murid diberbagai tempat, disikapi oleh anggota DPRD Bengkalis dari komisi IV yang membidangi masalah pendidikan.
Seperti diutarakan Pipit Lestary SPd, bahwa dirinya juga masih mendengar adanya sejumlah pungutan dengan berbagai macam alasan diberlakukan oleh kepala sekolah bersama dengan guru terhadap orang tua murid. Padahal, Pemkab bersama DPRD Bengkalis sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk dunia pendidikan, 20 persen dari total APBD setiap tahunnya .
"Saya masih mendapat laporan dari orang tua murid, mereka dikenakan biaya oleh pihak sekolah. Misalnya biaya pengambilan rapor, ijazah bagi siswa yang tamat sampai berbagai macam pungutan yang bisa dikategorikan liar. Seharusnya itu tak boleh terjadi, Dinas Pendidikan harus melakukan pengawasan dengan menghentikan semua pungutan tersebut,"tegas Pipit Lestary, Minggu (25/10/2015).
Dalam kacamata tamatan Universitas Negeri Medan (UNM) ini, untuk memajukan dunia pendidikan, memperbaiki nasib guru serta pembenahan sarana belajar mengajar harus menjadi prioritas. Karena sampai sekarang, masih banyak persoalan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis menyangkut dunia pendidikan, tidak hanya soal pungutan.
Misalnya ungkap Pipit, mulai dari persoalan sekolah-sekolah yang kurang layak dijadikan tempat belajar mengajar, honor guru non PNS yang masih rendah, serta infrastruktur pendukung seperti jalan menuju sekolah-sekolah di pelosok seperti di kecamatan Pinggir yang belum tersentuh derap pembangunan.
"Maraknya pungutan-pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap orang tua murid patut menjadi catatan. Padahal 20 persen dari APBD Bengkalis setiap tahun dialokasikan untuk sektor pendidikan, dengan rata-rata pertahun dana APBD yang diserap untuk pendidikan di Bengkalis mendekati angka Rp 1 trilyun, tidak boleh lagi ada pungutan atau apapun namanya yang membebani orang tua murid,"ujar politisi perempuan Partai Nasdem itu.
Kemudian tambah Pipit, sejumlah persoalan yang masih menghadang para guru terkait pungutan juga disebutnya karena factor ekonomi, terutama guru-guru yang belum PNS. Juga keberadaan guru komite yang telah lama mengabdi perlu diberi perhatian khusus.(Sup)
Pendidikan
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem