Sabtu, 20 Jun 2026

Di Bengkalis Sekolah Diminta Stop Semua Pungutan

Laporan : Supriyanto
Senin, 26 Okt 2015 09:59
ilustrasi

BENGKALIS-Diduga masih adanya berbagai pungutan yang dibebankan pihak sekolah kepada orang tua murid diberbagai tempat, disikapi oleh anggota DPRD Bengkalis dari komisi IV yang membidangi masalah pendidikan.

Seperti diutarakan Pipit Lestary SPd, bahwa dirinya juga masih mendengar adanya sejumlah pungutan dengan berbagai macam alasan diberlakukan oleh kepala sekolah bersama dengan guru terhadap orang tua murid. Padahal, Pemkab bersama DPRD Bengkalis sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk dunia pendidikan, 20 persen dari total APBD setiap tahunnya .

"Saya masih mendapat laporan dari orang tua murid, mereka dikenakan biaya oleh pihak sekolah. Misalnya biaya pengambilan rapor, ijazah bagi siswa yang tamat sampai berbagai macam pungutan yang bisa dikategorikan liar. Seharusnya itu tak boleh terjadi, Dinas Pendidikan harus melakukan pengawasan dengan menghentikan semua pungutan tersebut,"tegas Pipit Lestary, Minggu (25/10/2015).

Dalam kacamata tamatan Universitas Negeri Medan (UNM) ini, untuk memajukan dunia pendidikan, memperbaiki nasib guru serta pembenahan sarana belajar mengajar harus menjadi prioritas. Karena sampai sekarang, masih banyak persoalan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis menyangkut dunia pendidikan, tidak hanya soal pungutan.

 Misalnya ungkap Pipit, mulai dari persoalan sekolah-sekolah yang kurang layak dijadikan tempat belajar mengajar, honor guru non PNS yang masih rendah, serta infrastruktur pendukung seperti jalan menuju sekolah-sekolah di pelosok seperti di kecamatan Pinggir yang belum tersentuh derap pembangunan.

"Maraknya pungutan-pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap orang tua murid patut menjadi catatan. Padahal 20 persen dari APBD Bengkalis setiap tahun dialokasikan untuk sektor pendidikan, dengan rata-rata pertahun dana APBD yang diserap untuk pendidikan di Bengkalis mendekati angka Rp 1 trilyun, tidak boleh lagi ada pungutan atau apapun namanya yang membebani orang tua murid,"ujar politisi perempuan Partai Nasdem itu.

Kemudian tambah Pipit, sejumlah persoalan yang masih menghadang para guru terkait pungutan juga disebutnya karena factor ekonomi, terutama guru-guru yang belum PNS. Juga keberadaan guru komite yang telah lama mengabdi perlu diberi perhatian khusus.(Sup)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:54

    Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi

    JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:50

    MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

    Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:46

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:27

    Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:24

    Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

    Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang terlibat aksi unjuk rasa akan dicabut dalam waktu sepekan. Pernyataan itu disampai

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.