Sabtu, 20 Jun 2026

KAMPUS

Dua Seniman Yogyakarta Jadi Dosen di Universitas AS

Jumat, 20 Nov 2015 11:02
VOA
Para mahasiswa berlatih untuk pementasan "Sematakaki"
NEW HAMPSHIRE – Tiga tahun lalu, kelompok Papermoon Puppet Theater dari Yogyakarta pernah menyapa warga Amerika Serikat (AS) dengan menggelar lokakarya serta pertunjukkan Mwathirika.

Kini, dua pendirinya yaitu Maria Tri Sulistyani yang akrab disapa Ria dan suaminya Iwan Effendi kembali ke negara Paman Sam tersebut.

Sejak Oktober 2015, mereka menjadi dosen tamu di Fakultas Humaniora Universitas New Hampshire (UNH), AS. Selama satu semester, mereka mengajar kelas pembuatan topeng, teater boneka dan pertunjukkan.

Ketua Departemen Teater dan Tari UNH David Kaye mengatakan kepada VOA bahwa Ria dan Iwan terpilih setelah menyisihkan sejumlah seniman lain dari seluruh dunia. Kaye menambahkan kehadiran mereka adalah bagian dari program pertukaran budaya Cultural Stages yang untuk pertama kalinya melibatkan seniman Indonesia.

"Tujuan utama program ini adalah memperkenalkan mahasiswa pada suatu budaya yang kemungkinan belum mereka ketahui. Mereka belajar banyak dari Ria dan Iwan. Tidak hanya tentang sejarah dan budaya Indonesia, tapi juga tentang gaya teaterikal mereka yang unik, cara mereka bekerja dengan boneka dan topeng juga belum pernah dialami para mahasiswa kami sebelumnya," ujar David.

Ria, yang menjabat sebagai Direktur Artistik Papermoon, mengatakan kepada VOA, selain mengajar kelas teater boneka seminggu sekali, mereka juga memproduksi sebuah pertunjukkan yang melibatkan para mahasiswa.

"Sebenarnya lebih ke sharing. Di kelas kami ajarkan cara membuat boneka ala Papermoon, bagaimana kami menghidupkan objek, metode apa yang dipakai. Kami minta mereka membuat boneka yang nanti akan dipakai dalam pementasan pada akhir semester. Dan begitu juga dengan pementasan, kami menunjukkan metode yang kami gunakan yang belum pernah mereka jalani sebelumnya," katanya.

Pementasan yang akan diadakan bulan depan itu diberi judul "Sematakaki", dan menceritakan tentang persahabatan dua anak perempuan di tengah pembantaian massal tahun 1965 di Indonesia.

"Sematakaki" adalah pementasan ketiga Papermoon yang mengangkat tema tragedi 1965 di Indonesia, dari berbagai sudut yang berbeda.

Papermoon memang tidak seperti teater boneka pada umumnya. Dengan medium boneka, mereka kerap mengangkat isu-isu sosial yang serius dan tabu, tanpa dialog ataupun narasi.

Bagi banyak mahasiswa UNH termasuk Teghan Kelly, ini merupakan pengalaman baru. Mahasiswi tingkat tiga itu memerankan seorang anak bernama Tanamera.

"Saya belum pernah ikut main teater boneka sebelumnya. Karakter Tanamera sangat menarik perhatian saya karena kisah Sematakaki yang luar biasa. Dan menceritakan sebuah kisah tanpa kata-kata adalah hal yang sangat bermakna dan merupakan pengalaman baru bagi saya," katanya.

Selain Kelly, pertunjukkan "Sematakaki" melibatkan puluhan mahasiswa UNH yang semuanya terpilih lewat audisi. Dalam kolaborasi ini, Papermoon menyiapkan skenario dan dua boneka utama, sementara para mahasiswa membuat boneka tambahan, berakting, membuat set panggung, menata cahaya, dan lain-lain.

"Membawa 'Sematakaki' dipentaskan dengan para aktor dari mahasiswa UNH, Amerika Serikat, membawa kami pada sebuah keinginan untuk membawa sejarah ini ke tanah Amerika, untuk sedikit berbisik pada mereka, bahwa mereka juga bagian dari sejarah kami. Seperti yang diungkapkan di Sidang Tribunal di Belanda beberapa waktu lalu, bahwa terpapar bahwa ada keterlibatan negara asing dalam tragedi besar yang masih abu abu itu. Dan Amerika adalah satu di antaranya," kata Ria.

"Sematakaki" akan ditampilkan pada tanggal 2-6 Desember 2015 di Teater Hennessy, Durham, New Hampshire, AS.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.