- Home
- Pendidikan
- Dubes Indonesia untuk Mesir Tak Pernah Cukup Belajar
Dubes Indonesia untuk Mesir Tak Pernah Cukup Belajar
Senin, 07 Des 2015 08:41
SOLO - Di usia ke-68 tahun, Duta besar Indonesia untuk Mesir Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi dikukuhkan menjadi doktor. Nurfaizi lulus pendidikan S-3 Ilmu Ekonomi di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 14 September 2015.
Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini termasuk dalam 1.628 lulusan UNS yang diwisuda akhir pekan lalu. Disertasinya yang berjudul "Model Perilaku Migrasi Tenaga Kerja Wanita Penata Laksana Rumah Tangga (TKW PLRT) Indonesia di Mesir" mengantarkan kelulusan Nurfaizi dengan IPK 3,6.
Ketika ditemui Okezone di sela-sela acara wisuda, Nurfaizi mengaku sangat senang di usianya sekarang ini bisa meraih gelar Doktor. Baginya, menuntut ilmu harus terus dilakukan sampai liang kubur, tidak dihalangi usia.
"Dengan semangat tinggi untuk meraih tujuan hidup, maka menuntut ilmu tidak akan pernah cukup. Dan rasanya ingin terus menuntut ilmu dan bisa mengamalkannya," ujar pria kelahiran Cilacap, 27 Juli 1947 itu.
Mengamalkan ilmu, imbuh mantan Kapolda Metro Jaya dan mantan Kabareskrim Mabes Polri itu, membuat hidup seseorang menjadi bermakna bagi lingkungan sekitar, masyarakat dan negara.
"Karena itu belajarlah secara bertahap dan terus meningkat," tandasnya.
Dalam upacara wisuda tersebut, Program Pascasarjana UNS mengukuhkan 390 wisudawan, Program Pendidikan Dokter spesialis mewisuda 26 lulusan, Program Pendidikan Profesi Akuntansi mengukuhkan 14 wisudawan. Sementara itu, 1.198 wisudawan berasal dari Program Sarjana dari 10 fakultas.
Wakil Rektor I bidang Akademik UNS, Prof Drs. Sutarno, MSc, PhD di Kampus UNS, Solo, mengatakan sejak berdiri, UNS sudah meluluskan 111.740 alumni dari Program Doktor, Magister Dokter Spesialis, Profesi Akuntansi, dan Program Sarjana.
"Untuk wisudawan yang hari ini kami wisuda, sekitar 176 wisudawan lulus dengan predikat cumlaude atau dengan pujian, yakni 110 dari program pasca sarjana, dan 66 dari program Sarjana," tutur Sutarno.
Selain Nurfaizi, usia tertua untuk Program Pascasarjana adalah Sri Agung Widiaanningsih dari Prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Keguruan daan Ilmu Pendidikan dari Program transver yang berusia 57 tahun. Sedangkan lulusan termuda berusia 19 tahun enam bulan untuk Program Sarjana diraih Risqa Zuhra Andriyatsari, SH asal Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNS. Dan lulusan termuda Program Pascasarjana adalah Naintyn Novitasari, MPd dari Program Studi Magister Pendidikan Sains, pada usia 22 tahun 10 bulan.
Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20
Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E
Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti
SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta
Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye