- Home
- Pendidikan
- Faktor Penangkal Bullying di Sekolah
Faktor Penangkal Bullying di Sekolah
Sabtu, 07 Nov 2015 15:08
DEPOK – Bullying masih menjadi masalah yang dihadapi banyak siswa di sekolah. Guna menangkal perilaku buruk ini, siswa bisa menyiapkan diri sejak dini.
Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) dari Departemen Keperawatan Jiwa Prof. Budi Anna Keliat, mengatakan, sedari kecil, anak sudah harus diajarkan melatih ketahanan mental dan kejiwaannya. "Siswa SD bisa menjadi awal pembentukan mental diri. Untuk itu, siswa haruslah dibimbing bagaimana mengembangkan ketahanan mental dan kejiwaannya. Karena di jenjang SD rawan terhadap kekerasan mental," ujar Anna.
Karena itulah, bersama Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI, Anna memberikan penyuluhan yang diintegrasikan dengan stimulasi-stimulasi tumbuh kembang sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah. Pengabdian masyarakat dengan tema "Saya Anak Tangguh" itu digelar di SD Negeri 3 Pondok Cina Depok.
Kegiatan ini memfasilitasi 166 siswa-siswi kelas tiga hingga lima di sekolah tersebut agar menjadi anak tangguh yaitu mampu menyelesaikan tugas, memiliki rasa tanggung jawab, dan senang bekerjasama dengan teman sebaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah stimulasi tumbuh kembang bagi siswa dan guru yang dilakukan dengan ceramah, diskusi, serta permainan.
Pengmas yang juga dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis FIK UI ke-30 ini melibatkan seluruh staf pendidik Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI dan dibantu beberapa mahasiswa. Besarnya jumlah anak berusia sekolah, serta pentingnya anak usia sekolah bagi kehidupan bangsa di masa depan, menjadikan kelompok anak usia sekolah perlu perhatian besar dari berbagai aspek untuk menjamin kualitas bangsa di masa yang akan datang.
Anna memaparkan, aspek yang memerlukan perhatian pada anak usia sekolah dasar adalah mengenai kesehatan baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Mengutip UU No. 18 Tahun 2014 mengenai Kesehatan Jiwa, kata Anna, kesehatan jiwa sendiri merupakan kondisi individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga ia menyadari kemampuan diri, mengatasi tekanan, produktif dan mampu memberikan kontribusi dalam lingkungan sosialnya.
"Kesehatan menjadi hal yang penting untuk menjamin perkembangan anak usia sekolah dalam memenuhi tugas-tugas perkembangannya," imbuh Anna.
Kepala Sekolah SDN 3 Pondok Cina, Sukarsih, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan adanya kegiatan pengmas tersebut. Karena menurutnya, siswa akan semakin mengerti tentang apa yang harus dilakukan jika menjadi korban bullying.
(okezone.com) Pendidikan
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem