Selasa, 28 Apr 2026

Fasilitas Bioteknologi Indonesia Kurang Modern

Selasa, 03 Nov 2015 14:37
Ilustrasi: Shutterstock
YOGYAKARTA - Perkembangan bioteknologi dunia semakin pesat dengan dukungan berbagai alat canggih. Namun, tren di Indonesia belum menunjukkan hal serupa.

"Perkembangan bioteknologi di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Sebab, masih ada keterbatasan fasilitas instrumentasi dan bahan-bahan yang diperlukan. Hampir semuanya harus diimpor," kata Ketua Pusat Studi Bioteknologi Univeristas Gadjah Mada (UGM), Prof.Dr.Ir. Siti Subandiyah.

Dinukil dari laman UGM, Selasa (3/11/2015), bioteknologi sendiri merupakan proses hayati yang mengunakan jasad atau sistem untuk menghasilkan produk-produk bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Saat ini, ada empat bidang bioteknologi yaitu pertanian, bioteknologi kesehatan, bioteknologi industri dan bioteknologi yang meliputi proses-proses hayati kelautan dan lingkungan perairan.

Sebenarnya, kata Siti, sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin membaik mengingat banyak ilmuwan muda yang menyelesaikan pendidikandan mencari pengalaman riset Bioteknologi di negara-negara maju kembali ke Tanah Air. "Sayangnya, kapasitas dan kompetensi mereka memerlukan dukungan serta pendanaan yang cukup," imbuh Siti.

Dosen Fakultas Pertanian UGM itu mencontohkan, di bidang bioteknologi pada tanaman, kemampuan Indonesia baru generasi pertama, yaitu rekayasa genetika untuk mendapatkan tanaman-tanaman tahan cekaman khususnya hama dan penyakit tumbuhan. Padahal, di negara maju sudah mencapai generasi ketiga. Riset mereka sudah mampu menghasilkan tanaman yang mampu mengatasi polusi lingkungan.

"Pada generasi kedua, tanaman mengandung nutrisi bermanfaat untuk kesehatan," tuturnya.

Berbagai perkembangan bioteknologi dunia dan Indonesia tersebut dibahas dalam seminar reguler tahunan bioteknologi di Gedung Pascasarjana UGM belum lama ini. Pada tahun ketiga pelaksanaannya, seminar ini mengusung tema "Bioteknologi Untuk Indonesia yang Lebih Baik".

Seminar menghadirkan tiga pembicara tamu dari Jepang yaitu Prof. Hisakazu Yamane dari Dept. Of Bioscience, Teikyo University; Prof. Hiroyuki Ohta dari College of Agriculture, Ibaraki University dan Prof. Hedeaki Nojiri dari Biotechnology Research Center, the University of Tokyo. Selain itu, seminar juga menghadirkan para pembicara lain yang memaparkan lebih dari 50 presentasi.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.