Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Guru Harus Siap Mengajar di Daerah Terpencil Mulai 2016

Guru Harus Siap Mengajar di Daerah Terpencil Mulai 2016

Selasa, 15 Des 2015 10:49
TribunPekanbaru
Peringatan Hari Guru Nasional diselenggarakan di Halaman kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (25/11/2015).
PEKANBARU - Kurangnya tenaga pengajar di daerah pinggir atau terpencil masih menjadi masalah krusial di Provinsi Riau. Untuk mengatasi hal itu, tahun depan pemetaan dan penempatan guru ke sekolah terpencil bakal dilakukan. Jika menolak, guru diminta mundur.

"Jadi pada tahun 2016 semuanya harus dipetakan dan semua guru harus bersedia ditempatkan dimana saja. Termasuk daerah pinggiran. Kalau tidak bersedia, mundur saja dari guru," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau Kamsol kepada wartawan Senin (14/12/2015).

Menurut Kamsol, secara rasio guru di Provinsi Riau saat ini sebenarnya berlebih. Namun secara kebutuhan berkurang. Hal ini disebabkan masih terjadinya penumpukkan guru di kawasan perkotaan dan wilayah yang ramai.

"Ini kan karena penyebaran penduduk di Riau tak merata. Kondisi sekolah juga sangat terbatas. Dan sekolah tidak bisa dikembangkan ruang kelas belajarnya. Sementara masih ada daerah pinggiran yang kekurangan guru," ujarnya.

Dengan berubahnya kewenangan pengelolaan SMA dan SMK pada tahun 2016 mendatang, maka Pemprov Riau memiliki kewenangan memetakan guru. Karena khusus SMA dan SMK bukan tugas pemerintah kabupaten/kota lagi.

"Maka dengan implementasi UU nomor 23 tahun 2015, kewenangan pengelolaan SMA dan SMK ada di Provinsi. Begitu juga penempatan gurunya," ujar Kamsol.

Fokus untuk tahun 2016 mendatang, pemerataan guru bakal dilakukan di seluruh Riau. Baik di kawasan perkotaan hingga pinggiran. Jika terjadi penumpukan di perkotaan, akan dilakukan rasionalisasi.

"Kita bisa memeratakan guru. Kalau menumpuk bisa dirasionalisasikan. Kemudian menambah kelas baru sebagai solusi pemerataan guru," ujarnya.

Intinya, mau tidak mau, para guru tersebut harus bersedia ditempatkan dimana saja."Kalau tidak mau mundurlah jadi guru. Kan mudah, jadi ini untuk pemerataan pendidikan juga," jelasnya.

Sekolah lima hari
Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini juga sedang merumuskan wacana waktu sekolah hanya lima hari. Yaitu, mulai Senin hingga Jumat. Namun, bukan berarti di hari Sabtu siswa diliburkan. Tetapi mereka akan mendapatkan tambahan pelajaran berupa ekstrakurikuler.

"Sabtu akan digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bagi guru bisa menguatkan diri melalui pelatihan-pelatihan. Jadi memang sedang dibahas lebih lanjut wacana sekolah lima hari," ungkapnya.

Bagi guru-guru yang mengajar di sekolah bisa melakukan penguatan dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Seperti melalui MKKG, MGMP dan MKKS dalam pelatihan-pelatihan dan pendidikan bagi guru agar lebih baik dalam memberikan pendidikan kepada siswa.

Kamsol tidak menyangkal, masih ada beberapa kendala-kendala yang akan dihadapi atas wacana tersebut. Seperti adanya sekolah yang masih menerapkan double shift atau membagi kelas pagi dan sore.

"Untuk permasalahan ini memang solusinya adalah menambah ruangan kelas. Sehingga anak bisa belajar pagi sampai sore lima hari tanpa ada sistem double shift. Juga bisa penambahan budi pekerti dan karakter secara optimal," tambahnya.

Disdikbud Riau sekarang sedang dirumuskan wacana tersebut. Dengan melakukan dikoordinasi bersama Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Riau. Selain itu sekarang, tambahnya masih mencoba masukan-masukan dari berbagai kalangan atas wacana yang sedang dikembangkan tersebut.

"Kalau sudah positif masukannya maka akan dibahas bersama pimpinan (Plt Gubri) nanti. Sekarang masih dilakukan pendalaman dan kajian-kajian serta koordinasi," tuturnya.

Kurang Perhatian
Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, DR Syahril menilai tak meratanya kondisi guru lebih disebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap para pendidik tersebut. Sehingga banyak guru yang tak mau mengajar di daerah pinggiran.

"Secara teknis tugas pemerataan guru ini kan pemerintah. Kami dari PGRI hanya mendorong saja agar pemerataan itu dilakukan,"ujar Syahril Senin (14/12).

Syahril membantah mental sebagian guru saat ini yang tidak mau ditempatkan di daerah pinggiran. Karena kondisinya kebanyakan guru yang berstatus honorer memilih lokasi pekerjaan mereka sendiri.

"Kekurangan guru yang direkrut pemerintah, honorer itu lebih memilih ke daerah yang ramai. Karena mereka tidak terikat. Kalau ada SK-nya saya rasa tidak terjadi kesenjangan," ujar Syahril.

Maka dari itu, baik tenaga honor maupun PNS harus disamakan di mata pemerintah. Karena tugasnya sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga honorer juga bisa dibuat SK penempatannya.

"Barangkali kalau guru honor itu diperhatikan dan diletakkan SK-nya bisa mengatasi kesenjangan itu," ujarnya.

Menurut Syahril, PGRI tetap berjuang dan berharap kepada pemerintah agar pemerataan dilakukan tanpa terjadi kesenjangan. Diantaranya dengan memanfaatkan guru honorer yang ada. Dengan demikian seluruh daerah bisa diakomodir.

"Saya rasa honorer juga memiliki kualitas, jadi bisa mengatasi jumlah guru pemerintah yang terbatas itu," jelasnya.

Mengenai adanya sejumlah guru yang selalu pindah dari daerah pinggiran ke kota karena tak betah, menurut Syahril kondisi ini harus menjadi kontrol pemerintah kabupaten/kota. "Kalau misalnya masih dibutuhkan di daerah itu, jangan dibiarkan pindah. Jadi semuanya harus ikut mengawasi," ujarnya.

(tribunnews.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.