Rabu, 29 Apr 2026

Guru SLB Bhakti Pertiwi Jadi Juragan Ayam Kampung

Sabtu, 05 Des 2015 15:56
Dok. Okezone
Meski berprofesi sebagai guru SLB, dia juga seorang juragan ayam kampung
YOGYAKARTA – Heri Suyanto, salah satu guru SLB Bhakti Pertiwi Prambanan, dikenal ulet ketika berkegiatan, termasuk dalam berwirausaha. Di tengah kesibukan mengajar siswa berkebutuhan khusus, bapak dari dua anak ini juga memelihara ribuan ayam kampung.

Saat ini Heri memiliki dua kandang ayam dengan kapasistas 5.000 ekor. Kandang tersebut berada di area persawahan yang tak jauh dari tempat tinggalnya di Potrojayan, Madurejo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.

"Itu saya rawat sendiri, tidak susah, cuma kasih makan, ganti minum pagi dan sore. Yang penting kandang harus steril dari penyakit," kata Heri saat ditemui Okezone, Kamis (3/12/2015).

Ayam yang dipelihara bisa dipanen dalam waktu dua bulan. Pembeli ribuan ayam miliknya adalah salah satu rumah makan yang cukup terkenal di Yogyakarta, karena banyak cabang usahanya.

Keberhasilan memelihara ayam itu pun ditularkan kepada siswa didiknya. Heri berharap siswanya bisa mandiri setelah lulus, seperti beternak ayam kampung dalam jumlah ribuan.

Pada 2011, pihak sekolah membuat kandang ayam untuk kapasitas 1.200 ekor atas prakarsanya. Tujuannya sebagai media pembelajaran bagi siswa didik dalam berwirausaha.

"Kemarin dari 120 ayam, diprediksi gagal panen karena cuaca panas dan penyakit. Saat itu usia ayam sudah 42 hari, sudah agak besar," jelasnya.

Tapi karena pemberian multifitamin yang baik akhirnya bisa panen dengan jumlah 870 ayam dari bibit ayam 1.200 ekor. Keuntungan masih bisa diperoleh jika bibit yang mati di bawah 7 persen.

"Kalau mati sudah usia di atas satu bulan ya rugi. Misal di bawah 10 hari bibit mati, tidak masalah. Kalkulasi hitungannya, kalau usia ayam sudah menginjak 10 hari, sebisa mungkin jangan sampai mati sampai panen," jelasnya.

Heri merintis ternak ayam setelah bencana gempa 2006. Kala itu, dia hanya memanfaatkan lahan belakang rumah yang roboh disulap jadi kandang ayam.

"Dulu baru 500 ekor. Kemudian, bertambah jadi 1.000. Saat bertambah itu harus berpikir tempat, maka buat kandang di sawah dengan kapasitas 2.500 ekor yang berjumlah dua kandang," jelasnya.

Sementara menjadi guru SLB dilakoni sejak 1992. Dia juga bisa dibilang perintis, karena sekolah itu dimulai sekira September 1989. Kala itu sekolah belum ada gedung.

"Proses belajar hanya menggunakan salah satu kamar milik warga. Saat itu memang benar-benar perjuangan," jelasnya.

Mendidik para penyandang disabilitas dijalani Heri ala kadarnya. Sebab, tidak ada perhatian dari pemerintah desa pada pendidikan berkebutuhan khusus ini.

"Saya sempat pasif tiga tahun: 1997 sampai 2000. Di samping enggak ada murid, juga enggak ada sama sekali pertahian dari pemerintah desa," jelasnya.

Akhir 2000, kata dia, mulai aktif lagi. Saat itu sudah ada gedung, tanah kas desa yang saat ini berdiri SLB. Ketika itu, Heri usaha jualan dawet rujak es krim di pingir jalan dan belum merintis ternak ayam kampung.

"Saat itu jualan dawet, berkebun tanam sayur mayur. Karena kembali ngajar, jualan dawet saya berikan adik untuk diteruskan," jelasnya.

Tiga tahun berjalan, ada penerimaan guru honor jadi PNS. Setelah ada pemberitahuan, satu tahun berikutnya dia diangkat menjadi PNS, tepatnya pada 2004, karena masa bakti yang cukup lama.

"Saya mengajar waktu itu baru lulusan SMA, tahun 2008 daftar masuk UNY ambil jurusan pendidikan luar biasa (fakultas ilmu pendidikan), tahun 2011 lulus," jelasnya.

Kini, Heri masih akan mengembangkan kandang ayamnya. Ia menyatakan tidak kerepotan dalam membagi waktu antara mengajar dan merawat ribuan ayam.

"Ganti pakan dan minum itu tak sampai 30 menit. Yang lama itu karena melihat ayam, senang saja kalau lihat ayam sehat-sehat," jelasnya. 

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.