- Home
- Pendidikan
- Indonesia Sudah Punya Insinyur Wanita Sejak 1960
KAMPUS
Indonesia Sudah Punya Insinyur Wanita Sejak 1960
Jumat, 02 Okt 2015 09:32
SEMARANG - Dalam catatan dan pengamatan ahli teknik sipil asing yang bekerja di Indonesia awal tahun 1960-an, ternyata pada periode tersebut Indonesia sudah memiliki insinyur sipil wanita. Padahal saat itu masih sangat sedikit negara-negara di dunia memiliki insinyur sipil wanita, termasuk negara Selandia Baru yang baru memilikinya pada 1968.
"Salah satu insinyur sipil wanita Indonesia yang saya ingat yaitu Ir Sulastri. Begitu juga tahun 1960 Indonesia sudah memiliki banyak ahli bidang sipil termasuk Pak Moeljono Purbo H (pakar geologi teknik) dan Pak Junus Dai (pakar ilmu tanah) yang saya anggap sebagai guru saya karena banyak mengajari ilmu pada saya soal struktur tanah di Indonesia yang di kemudian hari menjadikan saya sebagai ahli struktur tanah volcano khususnya lagi volcano Indonesia," ujar dosen dan ahli teknik sipil University of New Auckland, Selandia Baru Prof Laurie D Wesley PhD saat tampil sebagai pembicara Kuliah Umum di Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang.
Indonesia, bagi Prof Laurie beserta istri dan anak-anaknya seakan menjadi tanah air kedua. Dan kota Bandung menjadi kota kenangan dia yang tak akan bisa dilupakan. Pasalnya, di kota Kembang inilah dia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintah RI di awal tahun 1960-an dengan tugas di Pekerjaan Umum (PU) Bandung serta melatih para insinyur sipil di pusat-pusat training teknik sipil di Indonesia.
Selama beberapa tahun, Prof Laurie, istri dan beberapa anaknya yang masih kecil sangat menikmati bekerja dan tinggal di sebuah rumah asri di suatu daerah di Bandung (yang saat ini menjadi bagian dari Universitas Katolik Parahiyangan Bandung). Setelah itu dia pindah ke Inggris meneruskan studi sampai doktor, lalu kembali kerja di Indonesia ikut mengerjakan sejumlah proyek besar di Indonesia di antaranya pembangunan Senayan Jakarta, Jembatan Ampera, pelabuhan di luar Jawa dan sebagainya sampai akhirnya di kembali ke Selandia Baru sebagai dosen di Universitas Auckland sampai sekarang.
Pada kuliah umum di Unika pun dirinya menanyangkan slide banyak foto kenangan saat tinggal dan bekerja di Indonesia tahun 1960-an. Di antaranya foto-foto berbagai proyek yang dikerjakannya, foto-foto tempat tinggalnya saat itu, foto sejumlah tempat wisata lama di Indonesia yang dia beserta istri dan anak-anaknya dikunjunginya dan foto-foto kuno rekan kerja Prof Wesley. Tampak pula istri dari Prof Laurie, Barbara Wesley, menemani dirinya saat memberikan kuliah umum di Unika Soegijapranata Semarang.
(okezone.com) Pendidikan
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau