- Home
- Pendidikan
- Inovasi Kontainer Lipat dari ITS
KAMPUS
Inovasi Kontainer Lipat dari ITS
Kamis, 10 Des 2015 08:18
JAKARTA - Berbagai pelabuhan di Tanah Air dipenuhi peti kemas (kontainer). Sebagian memuat barang yang siap dikirimkan ke berbagai daerah atau negara. Sebagian lainnya kosong dan ditinggalkan begitu saja.
Fenomena ini mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat riset khusus tentang transportasi dan peti kemas. Penelitian Latama Rizky Ramadhan berbuah inovasi kontainer lipat.
Awalnya, Tama membuat studi kasus transportasi kontainer pada rute angkut Surabaya-Ambon. Tama mencatat, ada selilih muatan kontainer hingga 29 persen. Artinya, jika ada 100 peti kemas menuju Ambon, yang kembali hanya 70 kontainer.
"Kemungkinannya antara kontainer dibiarkan di Ambon atau dibawa kosongan ke Surabaya. Bisa juga dibuang ke pelabuhan lain," ujar Tama, seperti disitat dari laman ITS, Kamis (10/12/2015).
Akomodasi kontainer kosong sendiri, kata Tama, hampir sama dengan kontainer berisi. Tama pun memiliki ide membuat kontainer lipat. Konsep ini memungkinkan empat unit kontainer dilipat menjadi satu ukuran kontainer. Dengan begitu, ruang penyimpanan di dalam kapal pun bisa dihemat hingga 25 persen.
"Konsep kontainer lipat dapat menekan biaya logistik hingga mencapai Rp1,3 juta per teu (20 foot equivalen unit) atau Rp3 miliar per tahun," imbuh mahasiswa Jurusan Transportasi Laut itu.
Keunggulan lainnya, kata Tama, tingkat keselamatan lebih baik karena titik berat muatan yang lebih rendah. Hal ini terjadi lantaran kontainer kosong harus ditumpuk tinggi. Sedangkan jika dilipat, titik gravitasinya lebih rendah.
"Stabilitasnya pun lebih bagus sehingga cocok untuk mendukung program tol laut," kata Tama.
Konsep kontainer lipat yang diajukan cowok asal Jombang itu sebernarnya sudah mulai diterapkan di Belanda dan Amerika Serikat. Namun, belum ada yang memproduksinya secara massal. Perbedaan yang ditekankan Tama adalah pada teknis pelipatan kontainer. Di Belanda dan Amerika, prosesnya membutuhkan Harbour Mobile Crane (HMG). Sementara di Indonesia, pelipatan kotainer menggunakan forklift karena ketiadaan HMG.
Inovasi tersebut dituangkan mahasiswa angkatan 2010 itu dalam makalah berjudul Optimalisasi Biaya Logistik dalam Imbalance Cargo Market dengan Peti Kemas Lipat. Karya ini sukses mengantarkan Tama menjadi juara satu lomba penelitian transportasi nasional Adi Cipta Wahana Nusantara Award 2015 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Perhubungan.
Bahkan, Menteri Perhubungan Indonesia Ignasius Jonan tertarik mematenkan hasil penelitian Tama. Menurut Tama, sang menteri terpikat ide kontainer lipat yang aplikatif serta mudah diterapkan di Indonesia. Terlebih lagi, Tama menyampaikan analisis tidak hanya dari aspek operasional tetapi juga finansial.
"Saya optimistis, hasil riset ini dapat diterapkan di Tanah Air. Kendalanya mungkin dari sumber daya manusia kita sendiri. Siap tidak mengaplikasikan teknologi baru ini?" tukas pehobi biliard itu.
(okezone.com) Pendidikan
Road To RBR 2026, Polres Inhu Sukses Laksanakan Fun Run 8K, Sekaligus Penyerahan Juara Turnamen E-Sport
INHU-Semangat olahraga, kebersamaan, dan kolaborasi antara aparat serta masyarakat terasa kuat di halaman Mako Polres Indragiri Hulu (Inhu), Minggu (21/6/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan pes
Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20
Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E
Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti
SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta