- Home
- Pendidikan
- Kakan Kemenag : Rohul Butuh 38 Pondok Pesantren
Kakan Kemenag : Rohul Butuh 38 Pondok Pesantren
Laporan : Fahrin Waruwu
Rabu, 06 Jan 2016 14:43
ROKAN HULU - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu Drs H. Ahmad Supardi Hasibuan menegaskan, untuk mewujudkan nilai Filosofi Negeri Seribu Suluk, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), membutuhkan sebanyak 38 lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes), sebab rata-rata kader dari surau-surau suluk sudah lanjut usia, jadi lulusan sekolah inilah yang akan melanjutkannya.
Diterangkannya, saat ini di Rokan Hulu ada sebanyak 14 pesantren yang sudah beroperasi, jika dilihat kondisi di lapangan, kabupaten ini memeliki 16 kecamatan, berarti ada kekuarangan dua kecamatan lagi, seharusnya dalam setiap kecamatan itu meskinya ada 3 pondok pesantren.
"Sesi positifnya, anak santri/wati ini mereka mengusai ilmu agama dengan bahasa agama ini yakni bahasa arab, karena mereka mempelajari kita kuning, secara prinsip seluruh pesantern di Rohul itu cukup bagus, hampir tidak ada pesantern yang tidak ada murid, bahkan ada tiga rombongan sekolah," katanya di Pasirpengaraian Rabu (6/1/2016)
Lanjutnya, termasuk di kota-kota besar, masyarakat lebih dominan memasukkan anaknya ke pesanter, karena dari sisi pembinaan para anak-anak pesantren terakomodir selama 24 jam, sebab adanya sistem asrama, sampai tidurnya pun diatur, tidak itu saja kenakalan remaja sangat efektif untuk menghindarinya.
"Kalau di sekolah umum proses pembelajaran itu hanya sebentar, kemudian baru tinggal di rumah jadi kalau tidak ada kontrol dari orang tuanya, anak-anak itu rentan dengan pergaulan bebas, disamping itu di lembaga pendidikan pesantern itu juga mengedepankan kompetensinya, makanya kalau penerimaan masyarakat terhadap lulusan jauh lebih baik," imbuhnya.
Jelasnya, mereka bisa pengurus jadi pengurus masjid, karena mereka punya skil di situ, seperti bisa jadi imam masjid, azan, tukang doa, ceramah agama, tamatannya bisa menjadi tokoh non formal di masyarakat, tempat orang bertanya, ustadz atau guru langsung bagi masyarakat dan lainnya, ini bisa dilihat dari lulusan tersebut ada keterampilan yang langsung dibutuhkan masyarakat.
Ahmad Supardi Hasibuan, membenarkan kepedulian, dan perhatian pemerintah masih sangat perlu untuk ditingkat, termasuk perhatian dana pendidikan, supaya diposkan, sebab dari anggaran APBD Rohul Rp 1, 5 Tirliyun sebesar 20 persen untuk biaya pendidikan, jika dikalkulasikan sekitar Rp 300 Mliliyar, jadi bisa saja sekitar Rp 60 m untuk bantuan pesantern dan madrasah, sebab lembaga ini juga berhak, karena pondok pesantern termasuk konteks pendidikan nasional.
"Ini kita berharap kepada Bupati Rohul nanti supaya dialoksikan untuk pendidikan pondok pesantren sebab selama ini banyak anak-anak pesanter yang berperstasi, bahkan diterima beasiswa di luar negeri seperti di Mesir, itu murid-murid Ponpes Darussalam-Kabun, secara tidak langsung mereka menjadi duta-duta daerah atau bangsa ini di luar negeri," paparnya.
Tidak itu saja, sambung Kakan Kemenag Rohul, jika dilihat pada tahun 2015 lalu, lulusan madrasah sekita 85 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), cuma 15 persen di kampus swasta yang tidak diterima, malah menjadi tokoh masyarakat.
"Kemudian dari data kita rata-rata pesantern itu milik yayasan dan pribadi (keluarga), ini cukup kita apresiasi, anak-anak kita di pesanatern itu dijari keterampilan menjahit, ternak ikan, membuat pupuk, membuat bibit kelapa sawit dan lainnya, jadi anak tersebut bisa menyelesaikan urusan dunia dan akhirat," ungkapnya.
Tambah, Kakan Kemenag Rohul, mengingat perkembangan zaman saat ini terjadi pergaulan bebas, kenakalan remaja dan lainnya, pemerintah perlu membuat kantong-kantong kebaikan, sehingga bisa meminimalisir terjadi kejahatan-kejahatan khususnya generasi muda, karena secara prinsip pembinaannya di bawah kementerian agama, namun mereka masyarakat Rohul, jadi stake holder harus bertangung jawab untuk kelangsungannya.
"Anak-anak dibina dan diberdayakan, meskipun sebenarnya pendidikan dipesantern rata-rata anak-anak harus bisa sendiri, tapi seperti pesantern yang ada di Kepenuhan, itu pihak yayasan sudah bisa menggeratiskan biaya murid-muridnya, karena lembaga tersebut supaya punya pendapatan tersendiri," pungkasnya.(Fah)
Pendidikan
Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1
HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re
Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan
PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu
RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva
Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian
KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/
Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah
KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am