- Home
- Pendidikan
- Kisah Mahasiswa Tuna Netra Unnes Peraih Emas Pimnas 2015
KAMPUS
Kisah Mahasiswa Tuna Netra Unnes Peraih Emas Pimnas 2015
Senin, 12 Okt 2015 16:32
Mahasiswa asal Batang ini mengatakan, mengidap tuna netra sejak lahir. Namun, bukan tuna netra total, melainkan hanya low vision. Menurut Jafar, mata kirinya tidak berfungsi, sedangkan mata kanannya bisa berfungsi dengan jarak pandang yang pendek.
"Ini genetis. Semua saudara laki-laki menderita kekurangan penglihatan yang sama. Kalau saudara perempuan justru tidak," tuturnya sebagaimana dilansir dari laman Unnes, Senin (12/10/2015).
Kekurangan pandangan, ucap Jafar, sempat membuat aktivitas belajarnya terganggu. Namun, dengan gigih, remaja kelahiran 17 Agustus 1991 ini tetap berusaha tegar dan melanjutkan belajar.
Dia menceritakan, setelah lulus sekolah menengah pertama berbasis Islam, dirinya sempat vakum sekolah selama dua tahun. Waktu tersebut digunakan untuk bekerja selama satu tahun, sedangkan satu tahun berikutnya dihabiskan untuk pergi ke panti rehabilitasi terbesar dan tertua di Indonesia, Wyata Guna di Bandung.
Siapa sangka, menghabiskan waktu panjang di panti tersebut membuat Jafar terinspirasi terhadap banyak hal, salah satunya ingin menebar manfaat bagi sesama penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Setelah resmi menjadi mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Unnes pada 2013, dia pun mulai merealisasikan mimpinya itu, yakni melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul 'Pelatihan Alquran Braille bagi Penyandang Tunanetra'.
"Saya mendapatkan bantuan dari LSM yang ada di sekitar panti di Bandung untuk pengadaan Alquran Braille tersebut secara gratis. Alhamdulillah, setelah pelatihan yang kami adakan, sekarang mereka sudah bisa mandiri," ungkapnya.
Selain PKM, cowok dengan tinggi badan 191 sentimeter ini juga menggagas komunitas peduli kaum disabel saat aktif sebagai fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan 2014. Bahkan, Jafar kembali menyemai gagasannya untuk memberikan keterampilan bagi tunanetra di Purbalingga.
"Biasanya hanya pijat biasa saja yang dikuasai tunanetra. Karena itu saya membuat pelatihan pijat refleksi ini agar mereka bisa mengembangkan keterampilan para penyandang tunanetra agar bisa bersaing," imbuhnya.
Melalui prestasi yang diraihnya itu, Jafar ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya dan bersaing dengan orang-orang normal pada umumnya.
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem