Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Penentang Perda Miras Tahlilan di Depan DPRD Lamongan

Pendidikan

Mahasiswa Penentang Perda Miras Tahlilan di Depan DPRD Lamongan

Kamis, 08 Agu 2019 14:06
Detik.com
Puluhan mahasiswa tahlilan di depan Kantor DPRD Lamongan
LAMONGAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan menggelar tahlilan di depan gedung DPRD Lamongan. Mereka tahlilan karena kecewa pada anggota DPRD Lamongan yang tidak menemui pengunjuk rasa.

Mereka berniat untuk menyuarakan aspirasi terkait ditetapkannya Raperda peredaran minuman beralkohol di Lamongan menjadi Perda. Mereka menuntut Perda minuman beralkohol golongan A bebas masuk di Lamongan itu dicabut.

"DPRD Lamongan harus mencabut Perda miras. Betapa bahayanya kalau miras diperbolehkan beredar di Lamongan," teriak Falakhudin, salah seorang korlap aksi, Kamis (8/8/2019).

Falakhudin menilai, DPRD meremehkan aspirasi massa PMII yang sebelumnya sudah menggelar aksi menuntut agar Perda miras tersebut dicabut atau dibatalkan. Menurutnya, mahasiswa akan mengawal terus hingga Perda miras tersebut dicabut.

Lamongan, lanjut Falakhudin, selamanya bukan lumbung miras sehingga tidak selayaknya minuman beralkohol beredar di Kota Soto. "Tuntutan kami masih tetap, yaitu menolak Perda tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol dan menuntut DPRD mencabut Perda tersebut," imbuhnya.

Sementara tahlilan digelar di depan gedung DPRD Lamongan karena aksi yang mereka gelar selama hampir satu jam tidak direspon anggota dewan. Mahasiswa, kata Falakhudin, bermaksud menyuarakan aspirasi tapi tidak ditemui sehingga melampiaskannya dengan doa tahlil.

"Apa yang kami lakukan hari ini sebagai bentuk protes kepada para wakil rakyat. Pansus Perda miras khianati rakyat," kata pendemo.

Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah kain spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka terhadap para wakil rakyat. Seperti spanduk 'Miras Perusak Generasi Bangsa', 'Selamatkan Bangsa Dari Miras' dan 'Cabut Perda Miras'.

Usai menyuarakan aspirasi dan tahlilan selama lebih dari 1 jam, massa kemudian membubarkan diri. Mereka mengancam hendak kembali beraksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.