Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Pilkada bagi Tunanetra

KAMPUS

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Pilkada bagi Tunanetra

Kamis, 19 Nov 2015 15:06
Dok. UGM
Aplikasi Blindformation menyediakan informasi pilkada serentak bagi penyandang tunanetra.
JAKARTA - Bulan depan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia akan mengikuti pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak. Bagi yang sudah memenuhi syarat, mereka berhak menggunakan hak suaranya, tak terkecuali para penyandang disabilitas, seperti tunanetra.

Sayangnya, sosialisasi pilkada serentak kepada penyandang tunanetra masih minim sehingga mereka belum mengenal lebih jauh profil calon yang akan dipilih. Berangkat dari permasalahan tersebut, seorang mahasiswa prodi Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada (UGM), Derta Isyajora Rakhman merancang sebuah aplikasi khusus berisi informasi tentang pilkada yang ditujukan bagi penyandang tunanetra.

Aplikasi yang diberi nama Blindformation itu berbentuk website dengan alamat www.blindfomation.org. Melalui Blindformation, para penyandang tunanetra dapat mengetahui informasi seputar pilkada dan profil kandidat. "Intinya, aplikasi ini berbasis suara sehingga ada interaksi dengan tunanetra," kata Derta dikutip dari laman UGM, Kamis (19/11/2015).

Saat membuka website, ucap dia, penyandang tunanetra setidaknya perlu didampingi orang lain. Kemudian, ketika aplikasi sudah berhasil diakses, para penyandang hanya menekan tombol angka untuk menekan menu yang dipilih. Bahkan, terdapat arahan memilih menu dengan suara.

"Memang saat membukanya masih dibantu orang lain, tapi bila sampai pada profil calon hanya cukup menekan tombol angka satu hingga delapan," imbuhnya.

Informasi seputar pilkada dan profil calon yang tersedia pada aplikasi ini baru mencakup kandidat di Provinsi Yogyakarta dan Kota Surabaya. Pasalnya, aplikasi baru dibuat dua minggu lalu saat Derta mengikuti lomba Pilkada Apps Challenge Code for Vote 4.0 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Berkat karyanya itu, pria kelahiran Pemalang ini berhasil menyabet juara satu untuk kategori aplikasi bagi disabilitas. Menurutnya, aplikasi ini dibutuhkan lantaran banyak pemilih yang sudah lanjut usia di daerah pedesaan dan terpencil yang datang ke TPS hanya diarahkan oleh panitia ke bilik suara tanpa mengetahui dengan jelas profil calon yang akan dipilih.

"Yang tua saja seperti itu apalagi yang tunanetra. Belum lagi para penyandang disabilitas yang tidak aktif menggali informasi," terangnya.

Ke depan Derta akan terus mengembangkan aplikasi tersebut dengan menambah konten kandidat. Sebelum pilkada serentak, dia berharap bisa membuat profil kandidat pilkada dari Jawa Barat dan Jawa Timur. 

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.